<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Saham Garuda (GIAA) Sentuh Level Gocap, Terendah sejak 2011</title><description>Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyentuh level gocap alias Rp50 per saham pada perdagangan Senin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/278/2818044/harga-saham-garuda-giaa-sentuh-level-gocap-terendah-sejak-2011</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/278/2818044/harga-saham-garuda-giaa-sentuh-level-gocap-terendah-sejak-2011"/><item><title>Harga Saham Garuda (GIAA) Sentuh Level Gocap, Terendah sejak 2011</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/278/2818044/harga-saham-garuda-giaa-sentuh-level-gocap-terendah-sejak-2011</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/278/2818044/harga-saham-garuda-giaa-sentuh-level-gocap-terendah-sejak-2011</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2023 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/278/2818044/harga-saham-garuda-giaa-sentuh-level-gocap-terendah-sejak-2011-Fiklr5TOPJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga saham GIAA sentuh level gocap (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/278/2818044/harga-saham-garuda-giaa-sentuh-level-gocap-terendah-sejak-2011-Fiklr5TOPJ.jpg</image><title>Harga saham GIAA sentuh level gocap (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyentuh level gocap alias Rp50 per saham pada perdagangan Senin (22/5/2023). Level ini merupakan yang terendah sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2011 lalu, dengan harga Rp750 per saham.
Saham GIAA mengalami pelemahan 5,56% di perdagangan Jumat (19/5/2023) pekan lalu ke level Rp51 per saham. Saham GIAA terus mengalami tekanan dan sempat beberapa kali mengalami auto reject bawah (ARB) berjilid setelah suspensi sahamnya dibuka pada 3 Januari 2022 lalu.

BACA JUGA:
Momentum Lebaran, Garuda Indonesia (GIAA) Bisa Kantongi Rp444 Miliar


Dalam sepekan, pergerakan saham maskapai pelat merah ini mengalami penurunan 19,5%. Sementara secara year to date merosot 75% dan dalam lima tahun terakhir saham GIAA anjlok 77,51%.
&amp;ldquo;Perusahaan akan melakukan sejumlah strategi untuk meningkatkan harga saham, dengan menyelesaikan dari sisi fundamental perusahaan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra dikutip dari 2nd Session IDX Channel, Senin (22/5/2023).

BACA JUGA:
Garuda Indonesia Siap Berangkatkan 104 Ribu Jamaah Haji


Hal tersebut tercermin dari kinerja GIAA, di mana perseroan berhasil memangkas kerugian di kuartal pertama 2023. Selain itu, lanjut Irfan, GIAA akan selalu menyampaikan kondisi atau situasi perusahaan yang sebenarnya kepada pelaku pasar, mengingat GIAA adalah satu-satunya industri maskapai milik pemerintah Indonesia yang terdaftar di BEI, sehingga tidak ada komparasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagai informasi, hingga Maret 2023, GIAA membukukan pendapatan  usaha sebesar USD602,99 juta. Angka itu tumbuh 72% dari periode yang  sama tahun sebelumnya yang sebesar USD350,15 juta.
Pertumbuhan pendapatan usaha perseroan selaras dengan peningkatan  trafik penumpang sebesar 60% di kuartal I 2023 ini. Jumlah trafik  penumpang GIAA per Maret 2023 tercatat sebanyak 4,5 juta penumpang, dari  sebelumnya sebanyak 2,7 juta penumpang.
Adapun, pertumbuhan pendapatan usaha GIAA juga ditunjang oleh  pendapatan penerbangan terjadwal sebesar USD506,82 juta, serta  pendapatan lainnya yang tercatat sebesar USD83,35 juta. Di samping itu,  EBITDA GIIA juga tumbuh 92% menjadi USD71 juta dari sebelumnya sebesar  USD37 juta.
Capaian positif tersebut membuat perusahaan penerbangan pelat merah  ini mampu menekan rugi bersih di kuartal pertama tahun ini. Rugi bersih  perseroan susut 50,97% menjadi USD110,13 juta, dari sebelumnya sebesar  USD224,66 juta.
</description><content:encoded>JAKARTA - Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyentuh level gocap alias Rp50 per saham pada perdagangan Senin (22/5/2023). Level ini merupakan yang terendah sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2011 lalu, dengan harga Rp750 per saham.
Saham GIAA mengalami pelemahan 5,56% di perdagangan Jumat (19/5/2023) pekan lalu ke level Rp51 per saham. Saham GIAA terus mengalami tekanan dan sempat beberapa kali mengalami auto reject bawah (ARB) berjilid setelah suspensi sahamnya dibuka pada 3 Januari 2022 lalu.

BACA JUGA:
Momentum Lebaran, Garuda Indonesia (GIAA) Bisa Kantongi Rp444 Miliar


Dalam sepekan, pergerakan saham maskapai pelat merah ini mengalami penurunan 19,5%. Sementara secara year to date merosot 75% dan dalam lima tahun terakhir saham GIAA anjlok 77,51%.
&amp;ldquo;Perusahaan akan melakukan sejumlah strategi untuk meningkatkan harga saham, dengan menyelesaikan dari sisi fundamental perusahaan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra dikutip dari 2nd Session IDX Channel, Senin (22/5/2023).

BACA JUGA:
Garuda Indonesia Siap Berangkatkan 104 Ribu Jamaah Haji


Hal tersebut tercermin dari kinerja GIAA, di mana perseroan berhasil memangkas kerugian di kuartal pertama 2023. Selain itu, lanjut Irfan, GIAA akan selalu menyampaikan kondisi atau situasi perusahaan yang sebenarnya kepada pelaku pasar, mengingat GIAA adalah satu-satunya industri maskapai milik pemerintah Indonesia yang terdaftar di BEI, sehingga tidak ada komparasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagai informasi, hingga Maret 2023, GIAA membukukan pendapatan  usaha sebesar USD602,99 juta. Angka itu tumbuh 72% dari periode yang  sama tahun sebelumnya yang sebesar USD350,15 juta.
Pertumbuhan pendapatan usaha perseroan selaras dengan peningkatan  trafik penumpang sebesar 60% di kuartal I 2023 ini. Jumlah trafik  penumpang GIAA per Maret 2023 tercatat sebanyak 4,5 juta penumpang, dari  sebelumnya sebanyak 2,7 juta penumpang.
Adapun, pertumbuhan pendapatan usaha GIAA juga ditunjang oleh  pendapatan penerbangan terjadwal sebesar USD506,82 juta, serta  pendapatan lainnya yang tercatat sebesar USD83,35 juta. Di samping itu,  EBITDA GIIA juga tumbuh 92% menjadi USD71 juta dari sebelumnya sebesar  USD37 juta.
Capaian positif tersebut membuat perusahaan penerbangan pelat merah  ini mampu menekan rugi bersih di kuartal pertama tahun ini. Rugi bersih  perseroan susut 50,97% menjadi USD110,13 juta, dari sebelumnya sebesar  USD224,66 juta.
</content:encoded></item></channel></rss>
