<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permintaan Pembiayaan Korporasi dan Penyaluran Kredit Baru Tumbuh di April 2023</title><description>Survei Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa permintaan pembiayaan korporasi pada April 2023 terindikasi tumbuh terbatas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2817760/permintaan-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-baru-tumbuh-di-april-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2817760/permintaan-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-baru-tumbuh-di-april-2023"/><item><title>Permintaan Pembiayaan Korporasi dan Penyaluran Kredit Baru Tumbuh di April 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2817760/permintaan-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-baru-tumbuh-di-april-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2817760/permintaan-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-baru-tumbuh-di-april-2023</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2023 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/320/2817760/permintaan-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-baru-tumbuh-di-april-2023-TChVsrlZo2.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/320/2817760/permintaan-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-baru-tumbuh-di-april-2023-TChVsrlZo2.JPG</image><title>Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>JAKARTA - Survei Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa permintaan pembiayaan korporasi pada April 2023 terindikasi tumbuh terbatas.

Hal tersebut tecermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 19,8% lebih rendah dari SBT 24,0% pada Maret 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OJK: Restrukturisasi Kredit Buat Kondisi Debitur Lebih Baik, Ini Buktinya

&quot;Mayoritas pembiayaan bersumber dari dana sendiri diikuti pembiayaan dari pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik yang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya,&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Senin (22/5/2023).

Sementara itu, permintaan pembiayaan yang bersumber dari perbankan dalam negeri terindikasi melambat.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Kartu Kredit Pemerintah hingga QRIS Diperkuat

Di sisi lain, penyaluran kredit baru oleh perbankan pada April 2023 juga terindikasi tumbuh terbatas.

&quot;SBT penyaluran kredit baru pada April 2023 tercatat sebesar 68,9%, tumbuh positif meski tidak setinggi SBT pada bulan sebelumnya sebesar 94,6%,&quot; ungkap Erwin.

Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1Mi81L3g4ajVldDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, untuk keseluruhan triwulan II 2023, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan diprakirakan meningkat.



&quot;Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru terindikasi melambat pada April 2023. Mayoritas rumah tangga mengajukan jenis pembiayaan berupa Kredit Multi Guna dan memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan,&quot; jelasnya.



Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing.</description><content:encoded>JAKARTA - Survei Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa permintaan pembiayaan korporasi pada April 2023 terindikasi tumbuh terbatas.

Hal tersebut tecermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 19,8% lebih rendah dari SBT 24,0% pada Maret 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OJK: Restrukturisasi Kredit Buat Kondisi Debitur Lebih Baik, Ini Buktinya

&quot;Mayoritas pembiayaan bersumber dari dana sendiri diikuti pembiayaan dari pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik yang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya,&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Senin (22/5/2023).

Sementara itu, permintaan pembiayaan yang bersumber dari perbankan dalam negeri terindikasi melambat.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Kartu Kredit Pemerintah hingga QRIS Diperkuat

Di sisi lain, penyaluran kredit baru oleh perbankan pada April 2023 juga terindikasi tumbuh terbatas.

&quot;SBT penyaluran kredit baru pada April 2023 tercatat sebesar 68,9%, tumbuh positif meski tidak setinggi SBT pada bulan sebelumnya sebesar 94,6%,&quot; ungkap Erwin.

Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1Mi81L3g4ajVldDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, untuk keseluruhan triwulan II 2023, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan diprakirakan meningkat.



&quot;Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru terindikasi melambat pada April 2023. Mayoritas rumah tangga mengajukan jenis pembiayaan berupa Kredit Multi Guna dan memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan,&quot; jelasnya.



Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing.</content:encoded></item></channel></rss>
