<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor RI Anjlok di April 2023, Sri Mulyani Ungkap Biang Keroknya</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mencatat ekspor Indonesia di periode Januari-April 2023 mencapai USD86,4 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818003/ekspor-ri-anjlok-di-april-2023-sri-mulyani-ungkap-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818003/ekspor-ri-anjlok-di-april-2023-sri-mulyani-ungkap-biang-keroknya"/><item><title>Ekspor RI Anjlok di April 2023, Sri Mulyani Ungkap Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818003/ekspor-ri-anjlok-di-april-2023-sri-mulyani-ungkap-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818003/ekspor-ri-anjlok-di-april-2023-sri-mulyani-ungkap-biang-keroknya</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2023 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/320/2818003/ekspor-ri-anjlok-di-april-2023-sri-mulyani-ungkap-biang-keroknya-DpJlsuizT8.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/320/2818003/ekspor-ri-anjlok-di-april-2023-sri-mulyani-ungkap-biang-keroknya-DpJlsuizT8.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mencatat ekspor Indonesia di periode Januari-April 2023 mencapai USD86,4 miliar.
Angka ini turun 7,6% (ctc) jika dibandingkan dengan periode Januari-April 2022.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Efisiensi Anggaran Kementerian Mengacu SBM Terbaru di 2024 agar Tak Boros

&quot;Ekspor kita mengalami penurunan, dan itu terlihat -29,4%. Namun, kalau kita lihat volume ekspor Indonesia baik di 10 produk terbesar maupun ekspor non migas lainnya, maupun total ekspor, sebetulnya justru mengalami pertumbuhan positif,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Mei 2023 secara virtual di Jakarta, Senin (22/5/2023).
Dia menyebut, ekspor non migas 10 produk terbesar RI volumenya naik 20,7%. Namun, export growth secara nominal turun 2,1%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ekspor RI Capai USD86,3 Miliar, Industri Manufaktur Berkontribusi hingga 70,2%&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ini artinya memang harga dari 10 produk terbesar Indonesia mengalami penurunan yang tajam,&quot; tambah Sri.


Total ekspor non migas Indonesia, kata dia, sebetulnya tumbuh secara volume sebesar 19,4%. Secara agregat, ini berarti permintaan ekspor produk unggulan Indonesia masih kuat.
Namun, dari sisi nilainya, mengalami penurunan 8,6%. Dia menekankan bahwa ini menggambarkan harga-harga dari ekspor non migas RI mengalami penurunan yang cukup tajam sehingga bisa mengeliminasi pertumbuhan ekspor secara volume.
&quot;Meskipun kita mengalami penurunan dari sisi harga dan nilai ekspor, namun neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus 36 bulan berturut-turut,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mencatat ekspor Indonesia di periode Januari-April 2023 mencapai USD86,4 miliar.
Angka ini turun 7,6% (ctc) jika dibandingkan dengan periode Januari-April 2022.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Efisiensi Anggaran Kementerian Mengacu SBM Terbaru di 2024 agar Tak Boros

&quot;Ekspor kita mengalami penurunan, dan itu terlihat -29,4%. Namun, kalau kita lihat volume ekspor Indonesia baik di 10 produk terbesar maupun ekspor non migas lainnya, maupun total ekspor, sebetulnya justru mengalami pertumbuhan positif,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Mei 2023 secara virtual di Jakarta, Senin (22/5/2023).
Dia menyebut, ekspor non migas 10 produk terbesar RI volumenya naik 20,7%. Namun, export growth secara nominal turun 2,1%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ekspor RI Capai USD86,3 Miliar, Industri Manufaktur Berkontribusi hingga 70,2%&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ini artinya memang harga dari 10 produk terbesar Indonesia mengalami penurunan yang tajam,&quot; tambah Sri.


Total ekspor non migas Indonesia, kata dia, sebetulnya tumbuh secara volume sebesar 19,4%. Secara agregat, ini berarti permintaan ekspor produk unggulan Indonesia masih kuat.
Namun, dari sisi nilainya, mengalami penurunan 8,6%. Dia menekankan bahwa ini menggambarkan harga-harga dari ekspor non migas RI mengalami penurunan yang cukup tajam sehingga bisa mengeliminasi pertumbuhan ekspor secara volume.
&quot;Meskipun kita mengalami penurunan dari sisi harga dan nilai ekspor, namun neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus 36 bulan berturut-turut,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
