<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Kantongi Pajak Rp688,1 Triliun dalam 4 Bulan</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mengantongi penerimaan pajak sebesar Rp688,15 triliun hingga April 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818039/sri-mulyani-kantongi-pajak-rp688-1-triliun-dalam-4-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818039/sri-mulyani-kantongi-pajak-rp688-1-triliun-dalam-4-bulan"/><item><title>Sri Mulyani Kantongi Pajak Rp688,1 Triliun dalam 4 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818039/sri-mulyani-kantongi-pajak-rp688-1-triliun-dalam-4-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818039/sri-mulyani-kantongi-pajak-rp688-1-triliun-dalam-4-bulan</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2023 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/320/2818039/sri-mulyani-kantongi-pajak-rp688-1-triliun-dalam-4-bulan-A5OZLuy5SW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi penerimaan pajak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/320/2818039/sri-mulyani-kantongi-pajak-rp688-1-triliun-dalam-4-bulan-A5OZLuy5SW.jpg</image><title>Realisasi penerimaan pajak (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani mengantongi penerimaan pajak sebesar Rp688,15 triliun hingga April 2023. Jumlah tersebut setara dengan capaian 40,05% dari target APBN 2023.
Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa penerimaan pajak ini masih positif sebesar 21,3% hingga April 2023, meskipun melambat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 51,4% hingga April 2022.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Belanja APBD 2023 Melambat, Apa Penyebabnya?


&quot;Angka ini terdiri dari, yang pertama, PPh non migas sebesar Rp410,92 triliun atau 47,04% dari target, tumbuh 20,11%. Kemudian PPN dan PPnBM sebesar Rp239,98 triliun atau 32,30% dari target, tumbuh 24,91%,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Mei 2023 di Jakarta, Senin (22/5/2023).

BACA JUGA:
Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp522,7 Triliun, Sri Mulyani: Dinikmati Langsung Masyarakat


Kemudian PPh migas tercatat sebesar Rp32,33 triliun atau 52,62% dari target, tumbuh 5,44% dan PBB serta pajak lainnya sebesar Rp4,92 triliun atau 12,30% dari target, tumbuh 102,62%.
Adapun penerimaan pajak ini melambat dibandingkan tahun sebelumnya, antara lain disebabkan penurunan harga mayoritas komoditas utama dan penurunan ekspor dan impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ke depannya, dia mengatakan bahwa penerimaan pajak diwarnai  kewaspadaan sejalan dengan volatilitas ekonomi global dan normalisasi  basis penerimaan.
&quot;Namun demikian, optimisme tetap ada mengingat aktivitas ekonomi  domestik yang terus meningkat dan optimalisasi implementasi UU  Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP),&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani mengantongi penerimaan pajak sebesar Rp688,15 triliun hingga April 2023. Jumlah tersebut setara dengan capaian 40,05% dari target APBN 2023.
Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa penerimaan pajak ini masih positif sebesar 21,3% hingga April 2023, meskipun melambat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 51,4% hingga April 2022.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Belanja APBD 2023 Melambat, Apa Penyebabnya?


&quot;Angka ini terdiri dari, yang pertama, PPh non migas sebesar Rp410,92 triliun atau 47,04% dari target, tumbuh 20,11%. Kemudian PPN dan PPnBM sebesar Rp239,98 triliun atau 32,30% dari target, tumbuh 24,91%,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Mei 2023 di Jakarta, Senin (22/5/2023).

BACA JUGA:
Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp522,7 Triliun, Sri Mulyani: Dinikmati Langsung Masyarakat


Kemudian PPh migas tercatat sebesar Rp32,33 triliun atau 52,62% dari target, tumbuh 5,44% dan PBB serta pajak lainnya sebesar Rp4,92 triliun atau 12,30% dari target, tumbuh 102,62%.
Adapun penerimaan pajak ini melambat dibandingkan tahun sebelumnya, antara lain disebabkan penurunan harga mayoritas komoditas utama dan penurunan ekspor dan impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ke depannya, dia mengatakan bahwa penerimaan pajak diwarnai  kewaspadaan sejalan dengan volatilitas ekonomi global dan normalisasi  basis penerimaan.
&quot;Namun demikian, optimisme tetap ada mengingat aktivitas ekonomi  domestik yang terus meningkat dan optimalisasi implementasi UU  Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP),&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
