<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Turun Jadi Rp72,35 Triliun, Ini Pemicunya</title><description>Penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) hingga April 2023 sebesar Rp72,35 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818084/penerimaan-cukai-hasil-tembakau-turun-jadi-rp72-35-triliun-ini-pemicunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818084/penerimaan-cukai-hasil-tembakau-turun-jadi-rp72-35-triliun-ini-pemicunya"/><item><title>Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Turun Jadi Rp72,35 Triliun, Ini Pemicunya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818084/penerimaan-cukai-hasil-tembakau-turun-jadi-rp72-35-triliun-ini-pemicunya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/320/2818084/penerimaan-cukai-hasil-tembakau-turun-jadi-rp72-35-triliun-ini-pemicunya</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2023 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/320/2818084/penerimaan-cukai-hasil-tembakau-turun-jadi-rp72-35-triliun-ini-pemicunya-DdgZOfZzoZ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Rokok. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/320/2818084/penerimaan-cukai-hasil-tembakau-turun-jadi-rp72-35-triliun-ini-pemicunya-DdgZOfZzoZ.JPG</image><title>Rokok. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) hingga April 2023 sebesar Rp72,35 triliun. Angka ini menurun -5,16% (yoy).

&quot;Ini dipengaruhi penurunan penerimaan April 2023 yang cukup dalam, hingga -17,08% yoy,&quot; ungkap Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Mei 2023 di Jakarta, Senin (22/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tarif Cukai dan PPN di APBN 2024 Naik? Ini Jawaban Sri Mulyani

Dia mengatakan bahwa penerimaan CHT turun akibat penurunan produksi utamanya golongan 1 dan tingginya basis penerimaan April 2022 karena pelunasan maju.

Sementara itu, penerimaan April 2023 turun dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, lebaran tahun 2022 jatuh pada 2 Mei.

&quot;Ini mengharuskan perusahaan melakukan pelunasan maju sebesar Rp7,10 triliun,&quot; kata Sri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp522,7 Triliun, Sri Mulyani: Dinikmati Langsung Masyarakat

Alasan kedua, pertumbuhan produksi Februari yang jatuh tempo di bulan April didominasi oleh kenaikan golongan III yang menyentuh 42,85%. Sebenarnya, sebut dia, tarif CHT mengalami kenaikan sebesar 1,92%.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNC80LzE2MjAyOS81L3g4ajZneDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, karena kenaikan per konsentrasi pada golongan I dan golongan II ke taraf tertentu, golongan I yang mengalami kenaikan paling tinggi juga mengalami kontraksi yang cukup dalam



&quot;Golongan I turun hingga sebesar 2,57%, dan bahkan golongan III yang kenaikan cukainya sangat minimal menyebabkan golongan III mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi. Sehingga tarif rata-rata tertimbang naik 1,92%, lebih rendah dari kenaikan normatif 10%,&quot; ucapnya.



Dia memperkirakan ada perubahan dari mereka yang golongan I kemudian banyak muncul pelaku di golongan III atau golongan III mengambil pangsa pasar golongan I dengan harga yang cukainya paling rendah kenaikannya.



&quot;Sehingga kalau kita lihat jumlah volume hasil tembakau atau rokok untuk golongan III sudah naik di 4,51 miliar batang,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) hingga April 2023 sebesar Rp72,35 triliun. Angka ini menurun -5,16% (yoy).

&quot;Ini dipengaruhi penurunan penerimaan April 2023 yang cukup dalam, hingga -17,08% yoy,&quot; ungkap Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Mei 2023 di Jakarta, Senin (22/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tarif Cukai dan PPN di APBN 2024 Naik? Ini Jawaban Sri Mulyani

Dia mengatakan bahwa penerimaan CHT turun akibat penurunan produksi utamanya golongan 1 dan tingginya basis penerimaan April 2022 karena pelunasan maju.

Sementara itu, penerimaan April 2023 turun dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, lebaran tahun 2022 jatuh pada 2 Mei.

&quot;Ini mengharuskan perusahaan melakukan pelunasan maju sebesar Rp7,10 triliun,&quot; kata Sri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp522,7 Triliun, Sri Mulyani: Dinikmati Langsung Masyarakat

Alasan kedua, pertumbuhan produksi Februari yang jatuh tempo di bulan April didominasi oleh kenaikan golongan III yang menyentuh 42,85%. Sebenarnya, sebut dia, tarif CHT mengalami kenaikan sebesar 1,92%.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNC80LzE2MjAyOS81L3g4ajZneDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, karena kenaikan per konsentrasi pada golongan I dan golongan II ke taraf tertentu, golongan I yang mengalami kenaikan paling tinggi juga mengalami kontraksi yang cukup dalam



&quot;Golongan I turun hingga sebesar 2,57%, dan bahkan golongan III yang kenaikan cukainya sangat minimal menyebabkan golongan III mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi. Sehingga tarif rata-rata tertimbang naik 1,92%, lebih rendah dari kenaikan normatif 10%,&quot; ucapnya.



Dia memperkirakan ada perubahan dari mereka yang golongan I kemudian banyak muncul pelaku di golongan III atau golongan III mengambil pangsa pasar golongan I dengan harga yang cukainya paling rendah kenaikannya.



&quot;Sehingga kalau kita lihat jumlah volume hasil tembakau atau rokok untuk golongan III sudah naik di 4,51 miliar batang,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
