<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diserbu Investor, Green Bond Pertamina Geothermal (PGEO) Oversubscribed 8,25 Kali</title><description>PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) (PGEO) secara resmi mengumumkan raihan positif dari green bond.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/278/2818404/diserbu-investor-green-bond-pertamina-geothermal-pgeo-oversubscribed-8-25-kali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/278/2818404/diserbu-investor-green-bond-pertamina-geothermal-pgeo-oversubscribed-8-25-kali"/><item><title>Diserbu Investor, Green Bond Pertamina Geothermal (PGEO) Oversubscribed 8,25 Kali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/278/2818404/diserbu-investor-green-bond-pertamina-geothermal-pgeo-oversubscribed-8-25-kali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/278/2818404/diserbu-investor-green-bond-pertamina-geothermal-pgeo-oversubscribed-8-25-kali</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2023 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/23/278/2818404/diserbu-investor-green-bond-pertamina-geothermal-pgeo-oversubscribed-8-25-kali-ljE5zetKB7.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/23/278/2818404/diserbu-investor-green-bond-pertamina-geothermal-pgeo-oversubscribed-8-25-kali-ljE5zetKB7.JPG</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) secara resmi mengumumkan raihan positif dari penerbitan obligasi berwawasan hijau (green bond) di pasar global.

Direktur Keuangan PGEO Nelwin Aldriansyah mengungkapkan, dari nilai penerbitan green bond ini PGEO berhasil mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 8,25 kali atau senilai USD3,3 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Begini Tantangan Bisnis dan Ekspansi Pertamina Geothermal Energy (PGEO)&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Sentimen positif yang kami dapatkan menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi investasi di sektor geothermal pada khususnya dan energi terbarukan (EBT) di Indonesia. Antusiasme yang tinggi ini juga semakin mengukuhkan komitmen kami dalam mengembangkan potensi energi hijau di Indonesia,&quot; ujarnya dikutip Selasa (23/5/2023).

Nelwin menambahkan secara fundamental PGE saat ini sudah memiliki dana yang kuat untuk tahapan awal pengembangan bisnis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PGEO Rencana Terbitkan Green Bonds, Berikut Analisa Risikonya

Utamanya, kata dia, dalam hal pencapaian target tambahan kapasitas terpasang sebesar 600 MW dalam 5 tahun kedepan.

&quot;Dana green bond ini menjadi stimulus yang akan memperkuat bisnis PGE ke depan,&quot; ujarnya.

Untuk informasi, Green bond PGE berhasil membukukan USD400 juta pada 27 April 2023.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dana tersebut digunakan Perseroan untuk membiayai kembali (refinancing) proyek-proyek pengembangan sumber daya geothermal yang telah dilakukan guna menyediakan akses ke energi bersih dan ramah lingkungan yang andal dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.



Penggunaan dana untuk refinancing sudah sesuai dengan Eligibility Criteria yang telah ditetapkan dalam Green Financing Framework PGE.



Framework ini sudah selaras dengan Green Bonds Principles 2021, Green Loan Principles 2021, dan ASEAN Green Bonds Standards 2018.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) secara resmi mengumumkan raihan positif dari penerbitan obligasi berwawasan hijau (green bond) di pasar global.

Direktur Keuangan PGEO Nelwin Aldriansyah mengungkapkan, dari nilai penerbitan green bond ini PGEO berhasil mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 8,25 kali atau senilai USD3,3 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Begini Tantangan Bisnis dan Ekspansi Pertamina Geothermal Energy (PGEO)&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Sentimen positif yang kami dapatkan menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi investasi di sektor geothermal pada khususnya dan energi terbarukan (EBT) di Indonesia. Antusiasme yang tinggi ini juga semakin mengukuhkan komitmen kami dalam mengembangkan potensi energi hijau di Indonesia,&quot; ujarnya dikutip Selasa (23/5/2023).

Nelwin menambahkan secara fundamental PGE saat ini sudah memiliki dana yang kuat untuk tahapan awal pengembangan bisnis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PGEO Rencana Terbitkan Green Bonds, Berikut Analisa Risikonya

Utamanya, kata dia, dalam hal pencapaian target tambahan kapasitas terpasang sebesar 600 MW dalam 5 tahun kedepan.

&quot;Dana green bond ini menjadi stimulus yang akan memperkuat bisnis PGE ke depan,&quot; ujarnya.

Untuk informasi, Green bond PGE berhasil membukukan USD400 juta pada 27 April 2023.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dana tersebut digunakan Perseroan untuk membiayai kembali (refinancing) proyek-proyek pengembangan sumber daya geothermal yang telah dilakukan guna menyediakan akses ke energi bersih dan ramah lingkungan yang andal dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.



Penggunaan dana untuk refinancing sudah sesuai dengan Eligibility Criteria yang telah ditetapkan dalam Green Financing Framework PGE.



Framework ini sudah selaras dengan Green Bonds Principles 2021, Green Loan Principles 2021, dan ASEAN Green Bonds Standards 2018.</content:encoded></item></channel></rss>
