<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Tetap Waspada meski Semua Indikator Ekonomi Positif, Kenapa?   </title><description>Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa APBN dalam kinerja positif hingga akhir April 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818257/sri-mulyani-tetap-waspada-meski-semua-indikator-ekonomi-positif-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818257/sri-mulyani-tetap-waspada-meski-semua-indikator-ekonomi-positif-kenapa"/><item><title>Sri Mulyani Tetap Waspada meski Semua Indikator Ekonomi Positif, Kenapa?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818257/sri-mulyani-tetap-waspada-meski-semua-indikator-ekonomi-positif-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818257/sri-mulyani-tetap-waspada-meski-semua-indikator-ekonomi-positif-kenapa</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2023 07:41 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/23/320/2818257/sri-mulyani-tetap-waspada-meski-semua-indikator-ekonomi-positif-kenapa-0JO3JYbOU6.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/DJP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/23/320/2818257/sri-mulyani-tetap-waspada-meski-semua-indikator-ekonomi-positif-kenapa-0JO3JYbOU6.jfif</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/DJP)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa APBN dalam kinerja positif hingga akhir April 2023.
Pendapatan negara mencapai Rp1.000,5 triliun atau 40,6% dari target APBN 2023 dan tumbuh 17,3% (yoy). Realisasi Belanja Negara mencapai Rp765,8 triliun, mencapai 25,0% dari pagu APBN atau tumbuh 2,0% (yoy).
&quot;APBN masih mencatatkan surplus Rp234,7 triliun atau 1,12% PDB, naik dari surplus bulan Maret Rp128,5 triliun atau 0,61% terhadap PDB. Keseimbangan primer juga masih tercatat positif sebesar Rp374,3 triliun,&quot; terang Sri melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, dikutip Selasa (23/5/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Buka-bukaan soal Kinerja SBN, Kepemilikan Asing Bertambah

Setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,03% (yoy) pada triwulan pertama 2023, berbagai indikator perekonomian juga memberikan sinyal keberlanjutan momentum pemulihan ekonomi pada triwulan kedua tahun 2023.
&quot;Di saat PMI Manufaktur global mengalami kontraksi 8 bulan berturut-turut, PMI Manufaktur Indonesia melanjutkan ekspansi di level 52,7 dibandingkan 51,9 di Maret 2023. Aktivitas konsumsi juga terjaga dengan indeks keyakinan konsumen bulan April 126,1 dibandingkan bulan Maret di posisi 123,3,&quot; ungkap Sri.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Kantongi Pajak Rp688,1 Triliun dalam 4 Bulan

Selain itu, inflasi Indonesia pada periode Ramadan dan Idulfitri lalu sangat terkendali di angka 4,33% (yoy). Sejalan dengan hal ini, inflasi global secara umum juga mulai menurun sehingga diharapkan respons dari pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara juga ikut melandai.
&quot;Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia kumulatif Januari-Apr 2023 mencapai USD86,4 miliar, mengalami penurunan 7,6% dari periode yang sama tahun 2022. Namun, permintaan ekspor produk unggulan Indonesia masih kuat, tercermin dari pertumbuhan volume ekspor yang mencapai 19,4%. Surplus neraca perdagangan juga masih berlanjut memasuki bulan ke-36,&quot; jelas Sri.APBN tetap solid menjaga pemulihan dan momentum transformasi ekonomi.
&quot;Kinerja pendapatan cukup baik, sedangkan belanja masih perlu diakselerasi,&quot; ucapnya.
Sementara itu, pelemahan penerimaan sebagai dampak menurunnya harga komoditas global, potensi rambatan volatilitas pasar keuangan, dan dinamika ekonomi global juga terus diwaspadai.
&quot;Terima kasih kepada seluruh pihak yang turut berjasa menjaga kinerja baik APBN. Mari kita jaga bersama seluruh capaian ini dengan tetap optimis, namun juga waspada..!&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa APBN dalam kinerja positif hingga akhir April 2023.
Pendapatan negara mencapai Rp1.000,5 triliun atau 40,6% dari target APBN 2023 dan tumbuh 17,3% (yoy). Realisasi Belanja Negara mencapai Rp765,8 triliun, mencapai 25,0% dari pagu APBN atau tumbuh 2,0% (yoy).
&quot;APBN masih mencatatkan surplus Rp234,7 triliun atau 1,12% PDB, naik dari surplus bulan Maret Rp128,5 triliun atau 0,61% terhadap PDB. Keseimbangan primer juga masih tercatat positif sebesar Rp374,3 triliun,&quot; terang Sri melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, dikutip Selasa (23/5/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Buka-bukaan soal Kinerja SBN, Kepemilikan Asing Bertambah

Setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,03% (yoy) pada triwulan pertama 2023, berbagai indikator perekonomian juga memberikan sinyal keberlanjutan momentum pemulihan ekonomi pada triwulan kedua tahun 2023.
&quot;Di saat PMI Manufaktur global mengalami kontraksi 8 bulan berturut-turut, PMI Manufaktur Indonesia melanjutkan ekspansi di level 52,7 dibandingkan 51,9 di Maret 2023. Aktivitas konsumsi juga terjaga dengan indeks keyakinan konsumen bulan April 126,1 dibandingkan bulan Maret di posisi 123,3,&quot; ungkap Sri.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Kantongi Pajak Rp688,1 Triliun dalam 4 Bulan

Selain itu, inflasi Indonesia pada periode Ramadan dan Idulfitri lalu sangat terkendali di angka 4,33% (yoy). Sejalan dengan hal ini, inflasi global secara umum juga mulai menurun sehingga diharapkan respons dari pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara juga ikut melandai.
&quot;Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia kumulatif Januari-Apr 2023 mencapai USD86,4 miliar, mengalami penurunan 7,6% dari periode yang sama tahun 2022. Namun, permintaan ekspor produk unggulan Indonesia masih kuat, tercermin dari pertumbuhan volume ekspor yang mencapai 19,4%. Surplus neraca perdagangan juga masih berlanjut memasuki bulan ke-36,&quot; jelas Sri.APBN tetap solid menjaga pemulihan dan momentum transformasi ekonomi.
&quot;Kinerja pendapatan cukup baik, sedangkan belanja masih perlu diakselerasi,&quot; ucapnya.
Sementara itu, pelemahan penerimaan sebagai dampak menurunnya harga komoditas global, potensi rambatan volatilitas pasar keuangan, dan dinamika ekonomi global juga terus diwaspadai.
&quot;Terima kasih kepada seluruh pihak yang turut berjasa menjaga kinerja baik APBN. Mari kita jaga bersama seluruh capaian ini dengan tetap optimis, namun juga waspada..!&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
