<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Iran Teken Perjanjian Perdagangan Preferensial, Apa Itu?</title><description>&amp;nbsp;Indonesia dan Iran menandatangani perjanjian perdagangan preferensial (PTA).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818496/ri-iran-teken-perjanjian-perdagangan-preferensial-apa-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818496/ri-iran-teken-perjanjian-perdagangan-preferensial-apa-itu"/><item><title>RI-Iran Teken Perjanjian Perdagangan Preferensial, Apa Itu?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818496/ri-iran-teken-perjanjian-perdagangan-preferensial-apa-itu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818496/ri-iran-teken-perjanjian-perdagangan-preferensial-apa-itu</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2023 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/23/320/2818496/ri-iran-teken-perjanjian-perdagangan-preferensial-apa-itu-elsUc6cvVb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI-Iran teken perjanjian perdagangan (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/23/320/2818496/ri-iran-teken-perjanjian-perdagangan-preferensial-apa-itu-elsUc6cvVb.jpg</image><title>RI-Iran teken perjanjian perdagangan (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dan Iran menandatangani perjanjian perdagangan preferensial (PTA). Perjanjian dagang ini untuk meningkatkan perdagangan kedua negara.
&quot;Terkait ekonomi, hari ini, Indonesia dan Iran telah menandatangani preferential trade agreement (PTA), semoga dapat makin meningkatkan perdagangan Indonesia dan Iran,&quot; kata Presiden Joko Widodo dilansir dari Antara, Selasa (23/5/2023).

BACA JUGA:
Sepakati Perjanjian Pertahanan dengan AS, PNG Tidak Akan Jadi Pangkalan untuk Perang

PTA tersebut merupakan satu dari 10 kesepakatan yang tercapai dalam kunjungan kenegaraan Presiden Seyyed Ebrahim Raisi ke Indonesia.
Di bidang ekonomi, Indonesia dan Iran juga sedang menjajaki pembentukan kesepakatan bisnis-ke-bisnis (B to B), investasi pembangunan Ibu Kota Nusantara, serta solusi untuk investasi sektor migas.

BACA JUGA:
Jokowi dan Presiden Iran Sepakat Terus Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina

&quot;Untuk teknologi sinyal perkeretaapian, saya telah menyampaikan harapan untuk kerja sama riset bersama, alih teknologi, dan assembly (perakitan),&quot; tambah Jokowi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMS8xLzE2NjM2OC81L3g4bDNzY20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam pertemuan tersebut, disepakati pula tentang perjanjian preferensi perdagangan, pemberantasan peredaran gelap narkotika psikotropika dan prekursornya, iptek dan inovasi, jaminan produk halal, pengembangan sektor energi, serta regulasi produk farmasi, biologi, obat tradisional, kosmetik dan pangan olahan.
Kemudian, kesepakatan mengenai pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, bantuan administrasi timbal balik di bidang kepabeanan, promosi perdagangan, dan kesepakatan program pertukaran kebudayaan.
Nilai kerja sama perdagangan Indonesia-Iran pada 2022 mencapai USD257,2 juta atau meningkat sebesar 23% dibanding 2021.
Kunjungan kenegaraan Seyyed Ebrahim Raisi ke Indonesia, Selasa, menjadi yang pertama sejak dia dilantik sebagai Presiden Iran pada 3 Agustus 2021. Seyyed Ebrahim Raisi bersama delegasi direncanakan berada di Indonesia hingga Rabu 24 Mei 2023.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dan Iran menandatangani perjanjian perdagangan preferensial (PTA). Perjanjian dagang ini untuk meningkatkan perdagangan kedua negara.
&quot;Terkait ekonomi, hari ini, Indonesia dan Iran telah menandatangani preferential trade agreement (PTA), semoga dapat makin meningkatkan perdagangan Indonesia dan Iran,&quot; kata Presiden Joko Widodo dilansir dari Antara, Selasa (23/5/2023).

BACA JUGA:
Sepakati Perjanjian Pertahanan dengan AS, PNG Tidak Akan Jadi Pangkalan untuk Perang

PTA tersebut merupakan satu dari 10 kesepakatan yang tercapai dalam kunjungan kenegaraan Presiden Seyyed Ebrahim Raisi ke Indonesia.
Di bidang ekonomi, Indonesia dan Iran juga sedang menjajaki pembentukan kesepakatan bisnis-ke-bisnis (B to B), investasi pembangunan Ibu Kota Nusantara, serta solusi untuk investasi sektor migas.

BACA JUGA:
Jokowi dan Presiden Iran Sepakat Terus Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina

&quot;Untuk teknologi sinyal perkeretaapian, saya telah menyampaikan harapan untuk kerja sama riset bersama, alih teknologi, dan assembly (perakitan),&quot; tambah Jokowi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMS8xLzE2NjM2OC81L3g4bDNzY20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam pertemuan tersebut, disepakati pula tentang perjanjian preferensi perdagangan, pemberantasan peredaran gelap narkotika psikotropika dan prekursornya, iptek dan inovasi, jaminan produk halal, pengembangan sektor energi, serta regulasi produk farmasi, biologi, obat tradisional, kosmetik dan pangan olahan.
Kemudian, kesepakatan mengenai pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, bantuan administrasi timbal balik di bidang kepabeanan, promosi perdagangan, dan kesepakatan program pertukaran kebudayaan.
Nilai kerja sama perdagangan Indonesia-Iran pada 2022 mencapai USD257,2 juta atau meningkat sebesar 23% dibanding 2021.
Kunjungan kenegaraan Seyyed Ebrahim Raisi ke Indonesia, Selasa, menjadi yang pertama sejak dia dilantik sebagai Presiden Iran pada 3 Agustus 2021. Seyyed Ebrahim Raisi bersama delegasi direncanakan berada di Indonesia hingga Rabu 24 Mei 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
