<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar dari Kasus BSI, Wapres Minta Seluruh Perbankan Tingkatkan Sistem Keamanan Digital</title><description>Layanan perbankan Bank Syariah Indonesia (BSI) sempat mengalami gangguan belum lama ini.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818518/belajar-dari-kasus-bsi-wapres-minta-seluruh-perbankan-tingkatkan-sistem-keamanan-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818518/belajar-dari-kasus-bsi-wapres-minta-seluruh-perbankan-tingkatkan-sistem-keamanan-digital"/><item><title>Belajar dari Kasus BSI, Wapres Minta Seluruh Perbankan Tingkatkan Sistem Keamanan Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818518/belajar-dari-kasus-bsi-wapres-minta-seluruh-perbankan-tingkatkan-sistem-keamanan-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/320/2818518/belajar-dari-kasus-bsi-wapres-minta-seluruh-perbankan-tingkatkan-sistem-keamanan-digital</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2023 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/23/320/2818518/belajar-dari-kasus-bsi-wapres-minta-seluruh-perbankan-tingkatkan-sistem-keamanan-digital-LU9y11hekI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belajar dari kasus BSI, Wapres minta keamanan digital ditingkatkan (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/23/320/2818518/belajar-dari-kasus-bsi-wapres-minta-seluruh-perbankan-tingkatkan-sistem-keamanan-digital-LU9y11hekI.jpg</image><title>Belajar dari kasus BSI, Wapres minta keamanan digital ditingkatkan (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Layanan perbankan Bank Syariah Indonesia (BSI) sempat mengalami gangguan belum lama ini. Belajar dari kasus tersebut, Wakil Presiden Maruf Amin meminta seluruh perbankan untuk meningkatan sistem keamanan digital.

BACA JUGA:
Rombak Direksi dan Komisaris BSI, Ini Pesan Erick Thohir

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, perbaikan sistem keamanan merupakan hal yang vital. Sebab, serangan serupa juga pernah terjadi dilayanan perbankan konvensional.
&quot;Penyelesaiannya tentu memperbaiki sistem dari bank syariah itu sendiri. Sebelumnya juga pernah, di bank konvensional juga pernah mengalami (serangan siber),&quot; ujar Maruf Amin dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (23/5/2023).

BACA JUGA:
BSI Anggarkan Belanja Modal Rp580 Miliar untuk Digitalisasi dan Keamanan Data

Sebelumnya Founder Ethical Hacker Indonesia dan konsultan keamanan digital Teguh Aprianto melalui akun Twitter resmi miliknya menyebutkan bahwa Grup Ransomware-as-a-Service (RaaS) bernama LockBit 3.0 telah melaporkan bahwa Bank BSI telah menjadi korban ransomeware.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMC8xLzE2NjAxOS81L3g4a3Q2dHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Berdasarkan laporan, LockBit 3.0 mengaku telah melancarkan serangan ke BSI pada Senin (8/5/2023). LockBit menampik pernyataan BSI kepada para nasabah yang menyebut erornya sistem BSI selama berhari-hari dikarenakan ada pekerjaan teknis. Padahal sitem BSI telah menjadi korban ransomeware dari LockBit 3.0.
Berdasarkan laporan LockBit 3.0, setidaknya total data yang dicuri sebesar 1,5 TB. Diantaranya 15 juta data pengguna dan password untuk akses internal dan layanan yang mereka gunakan.
Kebocoran ini juga termasuk data karyawan, dokumen keuangan, dokumen legal, NDA, termasuk data pelanggan yang juga bocor seperti nama, nomor hp, alamat, saldo rekening, nomor rekening, history transaksi, tanggal pembukaan rekening, informasi pekerjaan dan lain-lain.</description><content:encoded>JAKARTA - Layanan perbankan Bank Syariah Indonesia (BSI) sempat mengalami gangguan belum lama ini. Belajar dari kasus tersebut, Wakil Presiden Maruf Amin meminta seluruh perbankan untuk meningkatan sistem keamanan digital.

BACA JUGA:
Rombak Direksi dan Komisaris BSI, Ini Pesan Erick Thohir

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, perbaikan sistem keamanan merupakan hal yang vital. Sebab, serangan serupa juga pernah terjadi dilayanan perbankan konvensional.
&quot;Penyelesaiannya tentu memperbaiki sistem dari bank syariah itu sendiri. Sebelumnya juga pernah, di bank konvensional juga pernah mengalami (serangan siber),&quot; ujar Maruf Amin dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (23/5/2023).

BACA JUGA:
BSI Anggarkan Belanja Modal Rp580 Miliar untuk Digitalisasi dan Keamanan Data

Sebelumnya Founder Ethical Hacker Indonesia dan konsultan keamanan digital Teguh Aprianto melalui akun Twitter resmi miliknya menyebutkan bahwa Grup Ransomware-as-a-Service (RaaS) bernama LockBit 3.0 telah melaporkan bahwa Bank BSI telah menjadi korban ransomeware.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMC8xLzE2NjAxOS81L3g4a3Q2dHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Berdasarkan laporan, LockBit 3.0 mengaku telah melancarkan serangan ke BSI pada Senin (8/5/2023). LockBit menampik pernyataan BSI kepada para nasabah yang menyebut erornya sistem BSI selama berhari-hari dikarenakan ada pekerjaan teknis. Padahal sitem BSI telah menjadi korban ransomeware dari LockBit 3.0.
Berdasarkan laporan LockBit 3.0, setidaknya total data yang dicuri sebesar 1,5 TB. Diantaranya 15 juta data pengguna dan password untuk akses internal dan layanan yang mereka gunakan.
Kebocoran ini juga termasuk data karyawan, dokumen keuangan, dokumen legal, NDA, termasuk data pelanggan yang juga bocor seperti nama, nomor hp, alamat, saldo rekening, nomor rekening, history transaksi, tanggal pembukaan rekening, informasi pekerjaan dan lain-lain.</content:encoded></item></channel></rss>
