<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Didorong Naik Kelas, Pasar Induk Kramat Jati Siap Maksimalkan Pembayaran Nontunai</title><description>Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur bakal didorong memaksimalkan penggunaan nontunai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/455/2818564/didorong-naik-kelas-pasar-induk-kramat-jati-siap-maksimalkan-pembayaran-nontunai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/455/2818564/didorong-naik-kelas-pasar-induk-kramat-jati-siap-maksimalkan-pembayaran-nontunai"/><item><title>Didorong Naik Kelas, Pasar Induk Kramat Jati Siap Maksimalkan Pembayaran Nontunai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/455/2818564/didorong-naik-kelas-pasar-induk-kramat-jati-siap-maksimalkan-pembayaran-nontunai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/23/455/2818564/didorong-naik-kelas-pasar-induk-kramat-jati-siap-maksimalkan-pembayaran-nontunai</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2023 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/23/455/2818564/didorong-naik-kelas-pasar-induk-kramat-jati-siap-maksimalkan-pembayaran-nontunai-FqntSry90E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Didorong Naik Kelas, Pasar Induk Kramat Jati Siap Maksimalkan Pembayaran Nontunai (Foto: Andri/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/23/455/2818564/didorong-naik-kelas-pasar-induk-kramat-jati-siap-maksimalkan-pembayaran-nontunai-FqntSry90E.jpg</image><title>Didorong Naik Kelas, Pasar Induk Kramat Jati Siap Maksimalkan Pembayaran Nontunai (Foto: Andri/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur bakal didorong memaksimalkan penggunaan nontunai dan cardless untuk bertransaksi. Hal ini untuk mendorong transaksi lebih aman dan mudah bagi pedagang serta pembeli.

Regional Funding and Transaction Head Kantor Wilayah BRI Jakarta 2 Andreas Santosa mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi pelayanan nontunai untuk para pedagang. Saat ini penggunaan pembayaran nontunai di Pasar Induk Kramat Jati masih cukup kecil dilihat dari pedagang yang telah menjadi nasabah BRI.

&quot;Kami targetkan lebih dari 50% pedagang menggunakan cardless. Saat ini ada 4.000 orang pedagang dan baru 1.000 orang yang menjadi nasabah BRI (dan menggunakan cardless),&quot; kata Andreas di Jakarta, Selasa (23/5/2023).

BACA JUGA:Transaksi Praktis dengan QRIS BRI, Jualan Mama Dinda Makin Laris&amp;nbsp;


Dia mengatakan, untuk perpindahan metode pembayaran harus dilakukan secara perlahan. BRI akan lebih dahulu melakukan edukasi kepada pedagang dan pembeli.

&quot;Tantangan dengan edukasi meyakinkan bahwa uang para pedagang aman lewat pembayaran cardless dan nontunai. Pedagang dan pembeli pun harus sepakat menggunakan itu,&quot; ujarnya

&quot;Kesempatan itu agar pedagang dan pembeli sama-sama nyaman. Ini hanya memulai kebiasaan (baru) saja,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:Gunakan QRIS BRI, Pedagang Warung: Uang Hasil Jualan Enggak Cepat Habis, Langsung ke Tabungan&amp;nbsp;


Andreas mengatakan, untuk memancing minta pedagang memaksimalkan penggunaan nontunai BRI akan memberikan hadiah-hadiah menarik. Namun, hal itu diberlakukan untuk penggunaan cardless saja.

&quot;BRI pastinya siap memberikan hadiah untuk penggunaan cardless,&quot; ujarnya.

Penerapan penggunaan nontunai dan cardless semata-mata tidak hanya perlu kesiapan pedagang dan pembeli saja. Namun, untuk merapatkan kedua hal itu diperlukan perangkat pendukung.



Untuk itu, BRI akan menyiapkan Kode QR Standar Indonesia (QRIS) untuk para pedagang dan juga electronic data capture (EDC). Tujuannya agar penerapan hal tersebut bisa berjalan lancar.



&quot;Kami akan sediakan QRIS dan mesin EDC. Kami ada hampir 2.000 stok EDC. Kalau ada permintaan mesin EDC, akan segera kami sediakan,&quot; ujarnya.



Tidak hanya itu, untuk mendaftarkan diri untuk metode pembayaran itu pedagang tidak perlu meninggalkan toko. Pasalnya, ada petugas BRI yang akan berkeliling dari toko ke toko.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur bakal didorong memaksimalkan penggunaan nontunai dan cardless untuk bertransaksi. Hal ini untuk mendorong transaksi lebih aman dan mudah bagi pedagang serta pembeli.

Regional Funding and Transaction Head Kantor Wilayah BRI Jakarta 2 Andreas Santosa mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi pelayanan nontunai untuk para pedagang. Saat ini penggunaan pembayaran nontunai di Pasar Induk Kramat Jati masih cukup kecil dilihat dari pedagang yang telah menjadi nasabah BRI.

&quot;Kami targetkan lebih dari 50% pedagang menggunakan cardless. Saat ini ada 4.000 orang pedagang dan baru 1.000 orang yang menjadi nasabah BRI (dan menggunakan cardless),&quot; kata Andreas di Jakarta, Selasa (23/5/2023).

BACA JUGA:Transaksi Praktis dengan QRIS BRI, Jualan Mama Dinda Makin Laris&amp;nbsp;


Dia mengatakan, untuk perpindahan metode pembayaran harus dilakukan secara perlahan. BRI akan lebih dahulu melakukan edukasi kepada pedagang dan pembeli.

&quot;Tantangan dengan edukasi meyakinkan bahwa uang para pedagang aman lewat pembayaran cardless dan nontunai. Pedagang dan pembeli pun harus sepakat menggunakan itu,&quot; ujarnya

&quot;Kesempatan itu agar pedagang dan pembeli sama-sama nyaman. Ini hanya memulai kebiasaan (baru) saja,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:Gunakan QRIS BRI, Pedagang Warung: Uang Hasil Jualan Enggak Cepat Habis, Langsung ke Tabungan&amp;nbsp;


Andreas mengatakan, untuk memancing minta pedagang memaksimalkan penggunaan nontunai BRI akan memberikan hadiah-hadiah menarik. Namun, hal itu diberlakukan untuk penggunaan cardless saja.

&quot;BRI pastinya siap memberikan hadiah untuk penggunaan cardless,&quot; ujarnya.

Penerapan penggunaan nontunai dan cardless semata-mata tidak hanya perlu kesiapan pedagang dan pembeli saja. Namun, untuk merapatkan kedua hal itu diperlukan perangkat pendukung.



Untuk itu, BRI akan menyiapkan Kode QR Standar Indonesia (QRIS) untuk para pedagang dan juga electronic data capture (EDC). Tujuannya agar penerapan hal tersebut bisa berjalan lancar.



&quot;Kami akan sediakan QRIS dan mesin EDC. Kami ada hampir 2.000 stok EDC. Kalau ada permintaan mesin EDC, akan segera kami sediakan,&quot; ujarnya.



Tidak hanya itu, untuk mendaftarkan diri untuk metode pembayaran itu pedagang tidak perlu meninggalkan toko. Pasalnya, ada petugas BRI yang akan berkeliling dari toko ke toko.

</content:encoded></item></channel></rss>
