<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WIKA Tunda Bayar Utang, Stafsus Erick Thohir: Tidak Seberat Waskita</title><description>PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengajukan penundaan pembayaran pokok dan bunga utang kepada perbankan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2818944/wika-tunda-bayar-utang-stafsus-erick-thohir-tidak-seberat-waskita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2818944/wika-tunda-bayar-utang-stafsus-erick-thohir-tidak-seberat-waskita"/><item><title>WIKA Tunda Bayar Utang, Stafsus Erick Thohir: Tidak Seberat Waskita</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2818944/wika-tunda-bayar-utang-stafsus-erick-thohir-tidak-seberat-waskita</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2818944/wika-tunda-bayar-utang-stafsus-erick-thohir-tidak-seberat-waskita</guid><pubDate>Rabu 24 Mei 2023 09:35 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/24/320/2818944/wika-tunda-bayar-utang-stafsus-erick-thohir-tidak-seberat-waskita-FqHF2KwixA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">WIKA tunda bayar utang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/24/320/2818944/wika-tunda-bayar-utang-stafsus-erick-thohir-tidak-seberat-waskita-FqHF2KwixA.jpeg</image><title>WIKA tunda bayar utang (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengajukan penundaan pembayaran pokok dan bunga utang kepada perbankan. Kementerian BUMN mendukung upaya tersebut karena dipandang bisa memperbaiki struktur keuangan perusahaan.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga optimis bila perbankan sebagai kreditur BUMN Karya itu akan menerima penundaan utang yang sudah diajukan emiten bersandi saham WIKA.

BACA JUGA:
Wijaya Karya (WIKA) Tunda Bayar Utang Ikuti Jejak WSKT, Apa Alasannya?


Menurutnya, permasalahan keuangan dan utang WIKA tidak serumit yang dihadapi PT Waskita Karya (Persero) Tbk, (WSKT). Sehingga, dia optimis opsi penundaan pembayaran utang bisa diterima kreditur.
&quot;Sepakat, sejalan karena enggak terlalu berat dibandingkan Waskita. Artinya pasti teman-teman di perbankan juga pasti melihat kondisi keuangan dan sebagainya di WIKA sih, mereka pasti bisa terima,&quot; ujar Arya saat ditemui di Kementerian BUMN, ditulis Rabu (24/5/2023).

BACA JUGA:
Wijaya Karya (WIKA) Catat Rugi Rp59,69 Miliar di 2022


WIKA memang membukukan jumlah liabilitas, termasuk utang, hingga kuartal I/2023 sebesar Rp55,76 triliun.
Angka tersebut membuat emiten konstruksi pelat merah ini menduduki posisi kedua setelah Waskita Karya, sebagai BUMN konstruksi dengan status terbuka (Tbk) yang membukukan utang bernilai fantastis.
Dari laporan keuangan per 31 Maret tahun ini, WIKA mencatatkan utang jangka pendek sebesar Rp34,07 triliun. Sedangkan liabilitas jangka panjang senilai Rp21,69 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC80LzE2NTkyNC81L3g4a3I4NnA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara WSKT mencatatkan liabilitas, termasuk utang, sebesar  Rp84,37 triliun per 31 Maret 2023. Jumlah tersebut mengalami kenaikan  dari posisi 31 Desember 2022 yang berada di angka Rp83,98 triliun.
Senada, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Mahendra Vijaya,  mengatakan pihaknya sudah mengajukan penundaan pembayaran utang ke pihak  perbankan. Meski begitu, langkah standstill itu tidak diajukan untuk  kewajiban terhadap obligasi yang diterbitkan.
&quot;Saat ini WIKA sedang mengajukan standstill atas fasilitas pokok dan  bunga kepada perbankan. Namun demikian hingga saat ini kami tidak  memiliki rencana untuk mengajukan penundaan kewajiban terhadap obligasi  yang diterbitkan,&quot; ungkap Mahendra saat dikonfirmasi MNC Portal.
Dia memastikan WIKA tetap melakukan pembayaran kupon Obligasi dan  Sukuk Mudharabah II Tahap II Tahun 2022 sebesar Rp46,5 miliar yang  dilakukan pada 16 Mei 2023.
Selain itu, pengajuan standstill hanya terjadi pada level induk  perusahaan saja, artinya penundaan pembayaran utang tidak berlaku bagi  anak perusahaan WIKA.
Mahendra menjelaskan pengajuan standstill untuk memperbaiki struktur  keuangan perusahaan secara jangka. Keuangan emiten konstruksi pelat  merah memang bergantung pada pinjaman yang digunakan untuk pendanaan  investasi jangka panjang.
Sehingga perusahaan belum memperoleh return on investment alias keuntungan investasi hingga saat ini.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengajukan penundaan pembayaran pokok dan bunga utang kepada perbankan. Kementerian BUMN mendukung upaya tersebut karena dipandang bisa memperbaiki struktur keuangan perusahaan.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga optimis bila perbankan sebagai kreditur BUMN Karya itu akan menerima penundaan utang yang sudah diajukan emiten bersandi saham WIKA.

BACA JUGA:
Wijaya Karya (WIKA) Tunda Bayar Utang Ikuti Jejak WSKT, Apa Alasannya?


Menurutnya, permasalahan keuangan dan utang WIKA tidak serumit yang dihadapi PT Waskita Karya (Persero) Tbk, (WSKT). Sehingga, dia optimis opsi penundaan pembayaran utang bisa diterima kreditur.
&quot;Sepakat, sejalan karena enggak terlalu berat dibandingkan Waskita. Artinya pasti teman-teman di perbankan juga pasti melihat kondisi keuangan dan sebagainya di WIKA sih, mereka pasti bisa terima,&quot; ujar Arya saat ditemui di Kementerian BUMN, ditulis Rabu (24/5/2023).

BACA JUGA:
Wijaya Karya (WIKA) Catat Rugi Rp59,69 Miliar di 2022


WIKA memang membukukan jumlah liabilitas, termasuk utang, hingga kuartal I/2023 sebesar Rp55,76 triliun.
Angka tersebut membuat emiten konstruksi pelat merah ini menduduki posisi kedua setelah Waskita Karya, sebagai BUMN konstruksi dengan status terbuka (Tbk) yang membukukan utang bernilai fantastis.
Dari laporan keuangan per 31 Maret tahun ini, WIKA mencatatkan utang jangka pendek sebesar Rp34,07 triliun. Sedangkan liabilitas jangka panjang senilai Rp21,69 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC80LzE2NTkyNC81L3g4a3I4NnA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara WSKT mencatatkan liabilitas, termasuk utang, sebesar  Rp84,37 triliun per 31 Maret 2023. Jumlah tersebut mengalami kenaikan  dari posisi 31 Desember 2022 yang berada di angka Rp83,98 triliun.
Senada, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Mahendra Vijaya,  mengatakan pihaknya sudah mengajukan penundaan pembayaran utang ke pihak  perbankan. Meski begitu, langkah standstill itu tidak diajukan untuk  kewajiban terhadap obligasi yang diterbitkan.
&quot;Saat ini WIKA sedang mengajukan standstill atas fasilitas pokok dan  bunga kepada perbankan. Namun demikian hingga saat ini kami tidak  memiliki rencana untuk mengajukan penundaan kewajiban terhadap obligasi  yang diterbitkan,&quot; ungkap Mahendra saat dikonfirmasi MNC Portal.
Dia memastikan WIKA tetap melakukan pembayaran kupon Obligasi dan  Sukuk Mudharabah II Tahap II Tahun 2022 sebesar Rp46,5 miliar yang  dilakukan pada 16 Mei 2023.
Selain itu, pengajuan standstill hanya terjadi pada level induk  perusahaan saja, artinya penundaan pembayaran utang tidak berlaku bagi  anak perusahaan WIKA.
Mahendra menjelaskan pengajuan standstill untuk memperbaiki struktur  keuangan perusahaan secara jangka. Keuangan emiten konstruksi pelat  merah memang bergantung pada pinjaman yang digunakan untuk pendanaan  investasi jangka panjang.
Sehingga perusahaan belum memperoleh return on investment alias keuntungan investasi hingga saat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
