<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alibaba PHK 7% Karyawan Divisi Cloud</title><description>Alibaba PHK 7% karyawannya di divisi komputasi awan (cloud).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2818958/alibaba-phk-7-karyawan-divisi-cloud</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2818958/alibaba-phk-7-karyawan-divisi-cloud"/><item><title>Alibaba PHK 7% Karyawan Divisi Cloud</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2818958/alibaba-phk-7-karyawan-divisi-cloud</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2818958/alibaba-phk-7-karyawan-divisi-cloud</guid><pubDate>Rabu 24 Mei 2023 10:03 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/24/320/2818958/alibaba-phk-7-karyawan-divisi-cloud-0G4gQYe8B7.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Alibaba PHK 7% (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/24/320/2818958/alibaba-phk-7-karyawan-divisi-cloud-0G4gQYe8B7.jpeg</image><title>Alibaba PHK 7% (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Alibaba PHK 7% karyawannya di divisi komputasi awan (cloud). Di mana hal tersebut dilakukan karena unit tersebut sedang bersiap untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).
Mengutip CNBC, Rabu (24/5/2023), melalui sumber anonim yang mengetahui hal tersebut mengungkapkan bahwa raksasa e-commerce China itu menawarkan paket pesangon kepada karyawan yang terdampak.

BACA JUGA:
Gelombang PHK Belum Usai, Disney Pangkas 2.500 Pekerja


Kemudian Alibaba pun telah mulai menginformasikan kepada para karyawan mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini dan juga berusaha membantu mereka untuk pindah ke posisi yang berbeda secara internal jika karyawan menginginkannya.
Hal ini terjadi setelah Alibaba mengumumkan rencana pada Maret lalu, saat memecah perusahaan menjadi enam unit bisnis yang masing-masing memiliki kepala eksekutif dan dewan direksi.

BACA JUGA:
Segini Pesangon dan Hak yang Diterima Pekerja Korban PHK


Adapun pada Minggu lalu, perusahaan juga telah mengumumkan rencana spin-off penuh dari unit cloud-nya. Hal ini dimaksudkan agar divisi tersebut bisa menjadi perusahaan publik yang independen. Alibaba menargetkan untuk menyelesaikan spin-off ini dalam 12 bulan ke depan.
CEO Alibaba, Daniel Zhang, telah lama menilai bahwa divisi komputasi awan menjadi bagian penting dari masa depan raksasa e-commerce ini, namun saat ini divisi tersebut hanya menyumbang 9% dari total pendapatan grup.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS80LzE1OTA1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pendapatan perusahaan telah melambat secara signifikan selama  beberapa kuartal terakhir. Hal tersebut terlihat dari turunnya  pendapatan kuartal I tahun ini sebesar 2% secara tahunan (yoy).
Lebih lanjut, Zhang mengatakan menurunnya pendapatan sebagian karena  langkah proaktif perusahaan untuk menyesuaikan struktur pendapatan dan  fokus pada pertumbuhan berkualitas tinggi.
&quot;Dan juga hasil dari perubahan eksternal dalam lingkungan pasar dan komposisi pelanggan,&quot; ucapnya.
Sementara itu, Pemilik TikTok, ByteDance, mulai memindahkan operasi  internasionalnya dari cloud Alibaba yang terus membebani bisnis cloud  perusahaan. Akan tetapi, Alibaba telah membuat beberapa kemajuan dengan  bisnis cloud-nya selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Synergy Research Group, perusahaan ini merupakan pemain nomor  satu berdasarkan pangsa pasar di Tiongkok dan nomor dua di Asia  Pasifik, tepat di belakang Amazon. Namun, di tingkat global, perusahaan  ini masih berada di bawah raksasa Amazon, Microsoft, dan Google.</description><content:encoded>JAKARTA - Alibaba PHK 7% karyawannya di divisi komputasi awan (cloud). Di mana hal tersebut dilakukan karena unit tersebut sedang bersiap untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).
Mengutip CNBC, Rabu (24/5/2023), melalui sumber anonim yang mengetahui hal tersebut mengungkapkan bahwa raksasa e-commerce China itu menawarkan paket pesangon kepada karyawan yang terdampak.

BACA JUGA:
Gelombang PHK Belum Usai, Disney Pangkas 2.500 Pekerja


Kemudian Alibaba pun telah mulai menginformasikan kepada para karyawan mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini dan juga berusaha membantu mereka untuk pindah ke posisi yang berbeda secara internal jika karyawan menginginkannya.
Hal ini terjadi setelah Alibaba mengumumkan rencana pada Maret lalu, saat memecah perusahaan menjadi enam unit bisnis yang masing-masing memiliki kepala eksekutif dan dewan direksi.

BACA JUGA:
Segini Pesangon dan Hak yang Diterima Pekerja Korban PHK


Adapun pada Minggu lalu, perusahaan juga telah mengumumkan rencana spin-off penuh dari unit cloud-nya. Hal ini dimaksudkan agar divisi tersebut bisa menjadi perusahaan publik yang independen. Alibaba menargetkan untuk menyelesaikan spin-off ini dalam 12 bulan ke depan.
CEO Alibaba, Daniel Zhang, telah lama menilai bahwa divisi komputasi awan menjadi bagian penting dari masa depan raksasa e-commerce ini, namun saat ini divisi tersebut hanya menyumbang 9% dari total pendapatan grup.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS80LzE1OTA1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pendapatan perusahaan telah melambat secara signifikan selama  beberapa kuartal terakhir. Hal tersebut terlihat dari turunnya  pendapatan kuartal I tahun ini sebesar 2% secara tahunan (yoy).
Lebih lanjut, Zhang mengatakan menurunnya pendapatan sebagian karena  langkah proaktif perusahaan untuk menyesuaikan struktur pendapatan dan  fokus pada pertumbuhan berkualitas tinggi.
&quot;Dan juga hasil dari perubahan eksternal dalam lingkungan pasar dan komposisi pelanggan,&quot; ucapnya.
Sementara itu, Pemilik TikTok, ByteDance, mulai memindahkan operasi  internasionalnya dari cloud Alibaba yang terus membebani bisnis cloud  perusahaan. Akan tetapi, Alibaba telah membuat beberapa kemajuan dengan  bisnis cloud-nya selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Synergy Research Group, perusahaan ini merupakan pemain nomor  satu berdasarkan pangsa pasar di Tiongkok dan nomor dua di Asia  Pasifik, tepat di belakang Amazon. Namun, di tingkat global, perusahaan  ini masih berada di bawah raksasa Amazon, Microsoft, dan Google.</content:encoded></item></channel></rss>
