<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh soal Pembangunan Jalan Era SBY Vs Jokowi, PUPR Ungkap Fakta Sebenarnya</title><description>Hedy Rahadian buka suara terkait pembangunan jalan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih panjang dari periode.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2819246/heboh-soal-pembangunan-jalan-era-sby-vs-jokowi-pupr-ungkap-fakta-sebenarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2819246/heboh-soal-pembangunan-jalan-era-sby-vs-jokowi-pupr-ungkap-fakta-sebenarnya"/><item><title>Heboh soal Pembangunan Jalan Era SBY Vs Jokowi, PUPR Ungkap Fakta Sebenarnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2819246/heboh-soal-pembangunan-jalan-era-sby-vs-jokowi-pupr-ungkap-fakta-sebenarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2819246/heboh-soal-pembangunan-jalan-era-sby-vs-jokowi-pupr-ungkap-fakta-sebenarnya</guid><pubDate>Rabu 24 Mei 2023 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/24/320/2819246/heboh-soal-pembangunan-jalan-era-sby-vs-jokowi-pupr-ungkap-fakta-sebenarnya-6TxlGAob6o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/24/320/2819246/heboh-soal-pembangunan-jalan-era-sby-vs-jokowi-pupr-ungkap-fakta-sebenarnya-6TxlGAob6o.jpg</image><title>Jalan Tol (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian buka suara terkait pembangunan jalan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih panjang dari periode saat ini.
Menurutnya klaim akumulasi panjang jalan selama kepemimpinan SBY merupakan perubahan status dari sebelumnya jalan Provinsi menjadi jalan nasional, alias bukan pembangunan jalan baru.

BACA JUGA:
PUPR Bakal Selesaikan Pembangunan 25 Bendungan hingga 2025

&quot;Itu adalah jalan perubahan status, dari jalan Provinsi menjadi jalan nasional, bukan pembangunan jalan baru, yang disebut bahwa pembangunan jalan di zaman SBY lebih panjang dari Zaman Presiden Jokowi, bukan itu maksud data BPS, jadi salah interpretasi jalan,&quot; ujar Hedy di Gedung DPR, Rabu (24/5/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMS8xLzE2NjM3MC81L3g4bDN1b28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sehingga lanjut dia Hedy jalan yang dibangun saat era SBY juga tidak lebih panjang dari pembangunan jalan baru di era Presiden Jokowi. Di mana sejak tahun 2014 hingga saat tahun 2022 setidaknya telah terbangun jalan baru sepanjang 1.100 km.

BACA JUGA:
PUPR Targetkan Perbaikan Jalan Daerah Dimulai pada Juni 2023

&quot;Misal saya punya jalan provinsi nih, itu jalannya ada, sudah dibangun, nanti ditahun sekian, berubah statusnya dari jalan provinsi menjadi jalan nasional, jadi bukan pembangunan jalan baru itu, itu perubahan status jalan, bukan hasil pembangunan jalan,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Hedy menjelaskan proses perubahan status itu memang merupakan hal yang biasa dilakukan. Tidak menampik pada era Jokowi, yang juga melakukan perubahan status jalan. Namun menurutnya masih lebih panjang yang dibangun.
&quot;Jadi waktu zaman SBY memang banyak jalan nasional, tapi bukan hasil pembangunan itu kebanyakan,&quot; kata Hedy.
&quot;Zaman Jokowi juga sama, ada perubahan sedikit, tetapi itu tidak ada hubungannya dengan hasil pembangunan, itu adalah perubahan status jalan, jadi beda penambahan status jalan nasional, dengan hasil pembangunan jalan, bukan jalan barunya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian buka suara terkait pembangunan jalan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih panjang dari periode saat ini.
Menurutnya klaim akumulasi panjang jalan selama kepemimpinan SBY merupakan perubahan status dari sebelumnya jalan Provinsi menjadi jalan nasional, alias bukan pembangunan jalan baru.

BACA JUGA:
PUPR Bakal Selesaikan Pembangunan 25 Bendungan hingga 2025

&quot;Itu adalah jalan perubahan status, dari jalan Provinsi menjadi jalan nasional, bukan pembangunan jalan baru, yang disebut bahwa pembangunan jalan di zaman SBY lebih panjang dari Zaman Presiden Jokowi, bukan itu maksud data BPS, jadi salah interpretasi jalan,&quot; ujar Hedy di Gedung DPR, Rabu (24/5/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMS8xLzE2NjM3MC81L3g4bDN1b28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sehingga lanjut dia Hedy jalan yang dibangun saat era SBY juga tidak lebih panjang dari pembangunan jalan baru di era Presiden Jokowi. Di mana sejak tahun 2014 hingga saat tahun 2022 setidaknya telah terbangun jalan baru sepanjang 1.100 km.

BACA JUGA:
PUPR Targetkan Perbaikan Jalan Daerah Dimulai pada Juni 2023

&quot;Misal saya punya jalan provinsi nih, itu jalannya ada, sudah dibangun, nanti ditahun sekian, berubah statusnya dari jalan provinsi menjadi jalan nasional, jadi bukan pembangunan jalan baru itu, itu perubahan status jalan, bukan hasil pembangunan jalan,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Hedy menjelaskan proses perubahan status itu memang merupakan hal yang biasa dilakukan. Tidak menampik pada era Jokowi, yang juga melakukan perubahan status jalan. Namun menurutnya masih lebih panjang yang dibangun.
&quot;Jadi waktu zaman SBY memang banyak jalan nasional, tapi bukan hasil pembangunan itu kebanyakan,&quot; kata Hedy.
&quot;Zaman Jokowi juga sama, ada perubahan sedikit, tetapi itu tidak ada hubungannya dengan hasil pembangunan, itu adalah perubahan status jalan, jadi beda penambahan status jalan nasional, dengan hasil pembangunan jalan, bukan jalan barunya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
