<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kacau! Dana Pensiun BUMN Diduga Dikorupsi Rp12 Triliun</title><description>Kementerian BUMN mengungkapkan bahwa dana pensiun (dapen) BUMN berkurang antara Rp11 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2819462/kacau-dana-pensiun-bumn-diduga-dikorupsi-rp12-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2819462/kacau-dana-pensiun-bumn-diduga-dikorupsi-rp12-triliun"/><item><title>Kacau! Dana Pensiun BUMN Diduga Dikorupsi Rp12 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2819462/kacau-dana-pensiun-bumn-diduga-dikorupsi-rp12-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/320/2819462/kacau-dana-pensiun-bumn-diduga-dikorupsi-rp12-triliun</guid><pubDate>Rabu 24 Mei 2023 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/24/320/2819462/kacau-dana-pensiun-bumn-diduga-dikorupsi-rp12-triliun-4bTJeJgFCN.png" expression="full" type="image/jpeg">Dana Pensiun BUMN Diduga Korupsi Rp12 Triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/24/320/2819462/kacau-dana-pensiun-bumn-diduga-dikorupsi-rp12-triliun-4bTJeJgFCN.png</image><title>Dana Pensiun BUMN Diduga Korupsi Rp12 Triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian BUMN mengungkapkan bahwa dana pensiun (dapen) BUMN berkurang antara Rp11 triliun hingga Rp12 triliun. Hal ini merupakan perkara tindak pidana korupsi.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, anggaran dapen yang berkurang di BUMN berbeda-beda nilainya. Perseroan diminta melakukan penyelidikan untuk melihat akar utama persoalan terutama terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi.

BACA JUGA:
Wamen BUMN Buka Opsi Kontraktor Lain Garap Proyek Jalan Tol Waskita Karya

&quot;Memang kita sudah hitung secara total ada disekitar Rp11 triliun-Rp12 triliun kekurangan pendanaan. Tapi kan beda-beda, kita akan minta masing-masing BUMN untuk melakukan penyelidikan, apakah ada unsur-unsur pidananya kayak kemarin di Pelindo kan,&quot; ujar Tiko saat ditemui wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2023).
Menurutnya, bila kekurangan anggaran dapen bukan disebabkan oleh korupsi, maka BUMN yang mencatatkan dapen bermasalah harus memenuhi rasio kecukupan dana (RKD).

BACA JUGA:
Waskita Karya Bakal Jual 3 Jalan Tol, Wamen BUMN: Kondisi Keuangan Berat

&quot;Kalau enggak ada korupsi pun kemudian rencana kerjanya apa untuk dapen-dapen yang masih mengalami RKD di bawah 100, karena ada yang di bawah 80 dan sebagainya,&quot; ungkap dia.
Kementerian BUMN mencatat ada 65% dapen BUMN bermasalah. Hal ini dikarenakan dikelola oleh para pensiunan yang tidak memahami mekanisme investasi.Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury, menyatakan banyak para pensiunan BUMN yang bukan ahlinya justru dipercaya untuk mengelola dana pensiun perusahaan.
&quot;Banyak (para pensiun), masalahnya bukan pensiunan, tapi apakah dikelola oleh orang-orang yang punya keahlian untuk itu,&quot; kata Pahala saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR RI beberapa waktu lalu.
Pembenahan dapen BUMN menjadi salah satu fokus Kementerian BUMN saat ini. Pahala mencatat, transformasi dana investasi para karyawan perusahaan pelat merah itu perlu dilakukan agar tidak terjadi penyelewengan atau kecurangan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian BUMN mengungkapkan bahwa dana pensiun (dapen) BUMN berkurang antara Rp11 triliun hingga Rp12 triliun. Hal ini merupakan perkara tindak pidana korupsi.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, anggaran dapen yang berkurang di BUMN berbeda-beda nilainya. Perseroan diminta melakukan penyelidikan untuk melihat akar utama persoalan terutama terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi.

BACA JUGA:
Wamen BUMN Buka Opsi Kontraktor Lain Garap Proyek Jalan Tol Waskita Karya

&quot;Memang kita sudah hitung secara total ada disekitar Rp11 triliun-Rp12 triliun kekurangan pendanaan. Tapi kan beda-beda, kita akan minta masing-masing BUMN untuk melakukan penyelidikan, apakah ada unsur-unsur pidananya kayak kemarin di Pelindo kan,&quot; ujar Tiko saat ditemui wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2023).
Menurutnya, bila kekurangan anggaran dapen bukan disebabkan oleh korupsi, maka BUMN yang mencatatkan dapen bermasalah harus memenuhi rasio kecukupan dana (RKD).

BACA JUGA:
Waskita Karya Bakal Jual 3 Jalan Tol, Wamen BUMN: Kondisi Keuangan Berat

&quot;Kalau enggak ada korupsi pun kemudian rencana kerjanya apa untuk dapen-dapen yang masih mengalami RKD di bawah 100, karena ada yang di bawah 80 dan sebagainya,&quot; ungkap dia.
Kementerian BUMN mencatat ada 65% dapen BUMN bermasalah. Hal ini dikarenakan dikelola oleh para pensiunan yang tidak memahami mekanisme investasi.Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury, menyatakan banyak para pensiunan BUMN yang bukan ahlinya justru dipercaya untuk mengelola dana pensiun perusahaan.
&quot;Banyak (para pensiun), masalahnya bukan pensiunan, tapi apakah dikelola oleh orang-orang yang punya keahlian untuk itu,&quot; kata Pahala saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR RI beberapa waktu lalu.
Pembenahan dapen BUMN menjadi salah satu fokus Kementerian BUMN saat ini. Pahala mencatat, transformasi dana investasi para karyawan perusahaan pelat merah itu perlu dilakukan agar tidak terjadi penyelewengan atau kecurangan.</content:encoded></item></channel></rss>
