<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PUPR Bakal Selesaikan Pembangunan 25 Bendungan hingga 2025</title><description>Kementerian PUPR bakal menyelesaikan pembangunan 61 bendungan pada 2015-2025 di berbagai wilayah Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/470/2818987/pupr-bakal-selesaikan-pembangunan-25-bendungan-hingga-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/470/2818987/pupr-bakal-selesaikan-pembangunan-25-bendungan-hingga-2025"/><item><title>PUPR Bakal Selesaikan Pembangunan 25 Bendungan hingga 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/470/2818987/pupr-bakal-selesaikan-pembangunan-25-bendungan-hingga-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/24/470/2818987/pupr-bakal-selesaikan-pembangunan-25-bendungan-hingga-2025</guid><pubDate>Rabu 24 Mei 2023 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/24/470/2818987/pupr-bakal-selesaikan-pembangunan-25-bendungan-hingga-2025-ecM7rhPk9E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan Bendungan (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/24/470/2818987/pupr-bakal-selesaikan-pembangunan-25-bendungan-hingga-2025-ecM7rhPk9E.jpg</image><title>Pembangunan Bendungan (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian PUPR bakal menyelesaikan pembangunan 61 bendungan pada 2015-2025 di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan bendungan dilakukan untuk mendukung target ketahanan pangan dan ketahanan air nasional.

BACA JUGA:
Pembangunan Bendungan Temef Paket IV Dilanjutkan, Anggarannya Rp468 Miliar

Bendungan multifungsi yang dibangun bertujuan sebagai sumber air irigasi, air baku, potensial sebagai pembangkit listrik, pengendalian banjir, konservasi air, dan pariwisata. Direktur Bendungan dan Danau, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, Adenan Rasyid mengatakan, sebagai bagian dari target penyelesaian 61 bendungan, pada tahun 2022 telah diselesaikan dan diresmikan 7 bendungan, yakni Bendungan Semantok (Jatim), Ciawi (Jabar), Sukamahi (Jabar), Sadarwarna (Jabar), Beringin Sila (NTB), Kuwil Kawangkoan (Sulut) dan Tamblang (Bali).

BACA JUGA:
Menteri Basuki Targetkan Optimistis Pembangunan Bendungan Jlantah Selesai Desember

&quot;Sehingga total pembangunan bendungan dari tahun 2015 sampai 2022 telah diselesaikan 36 bendungan. Selanjutnya pada periode tahun 2023 &amp;ndash; 2025 akan diselesaikan 25 bendungan,&quot; kata Adenan dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (24/5/2023).
Dengan penyelesaian 36 bendungan tersebut, Adenan mengatakan, dapat mengairi sawah seluas 245.103 ha atau 4 kali luas wilayah Jakarta yang berpotensi meningkatkan produksi padi menjadi 2 juta ton per tahun dan menyediakan tambahan air baku sebesar 17,19 m3 per detik yang dapat memenuhi kebutuhan bagi 10 juta jiwa penduduk.


Dengan penyelesaian 61 bendungan sampai dengan tahun 2024, akan  meningkatkan indeks pertanaman dari 143% menjadi 200%. Layanan air  irigasi akan meningkat dari 231 bendungan eksisting sebesar 10,6% (761  ribu ha) pada tahun 2015 menjadi 19,3% (1,4 juta ha sawah irigasi) pada  tahun 2024&quot; kata Adenan.
Selain untuk ketahanan air dan pangan, Adenan menambahkan, dari 187  bendungan yang terbangun hingga tahun 2015, 23 bendungan di antaranya  dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan total  kapasitas 507.264 MW (Mega Watt). Bendungan-bendungan tersebut antara  lain Bendungan Batutegi (28 MW); Jatiluhur (150 MW); dan Bili-Bili (20,1  MW).
&quot;Sedangkan untuk 61 bendungan yang dibangun dari 2015 sampai 2024,  terdapat 43 bendungan memiliki potensi tenaga listrik dengan total  kapasitas 258,16 MW, antara lain Bendungan Way Sekampung (5,40 MW);  Jatigede (110 MW) dan Leuwikeris (20 MW)&quot; tutup Adenan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian PUPR bakal menyelesaikan pembangunan 61 bendungan pada 2015-2025 di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan bendungan dilakukan untuk mendukung target ketahanan pangan dan ketahanan air nasional.

BACA JUGA:
Pembangunan Bendungan Temef Paket IV Dilanjutkan, Anggarannya Rp468 Miliar

Bendungan multifungsi yang dibangun bertujuan sebagai sumber air irigasi, air baku, potensial sebagai pembangkit listrik, pengendalian banjir, konservasi air, dan pariwisata. Direktur Bendungan dan Danau, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, Adenan Rasyid mengatakan, sebagai bagian dari target penyelesaian 61 bendungan, pada tahun 2022 telah diselesaikan dan diresmikan 7 bendungan, yakni Bendungan Semantok (Jatim), Ciawi (Jabar), Sukamahi (Jabar), Sadarwarna (Jabar), Beringin Sila (NTB), Kuwil Kawangkoan (Sulut) dan Tamblang (Bali).

BACA JUGA:
Menteri Basuki Targetkan Optimistis Pembangunan Bendungan Jlantah Selesai Desember

&quot;Sehingga total pembangunan bendungan dari tahun 2015 sampai 2022 telah diselesaikan 36 bendungan. Selanjutnya pada periode tahun 2023 &amp;ndash; 2025 akan diselesaikan 25 bendungan,&quot; kata Adenan dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (24/5/2023).
Dengan penyelesaian 36 bendungan tersebut, Adenan mengatakan, dapat mengairi sawah seluas 245.103 ha atau 4 kali luas wilayah Jakarta yang berpotensi meningkatkan produksi padi menjadi 2 juta ton per tahun dan menyediakan tambahan air baku sebesar 17,19 m3 per detik yang dapat memenuhi kebutuhan bagi 10 juta jiwa penduduk.


Dengan penyelesaian 61 bendungan sampai dengan tahun 2024, akan  meningkatkan indeks pertanaman dari 143% menjadi 200%. Layanan air  irigasi akan meningkat dari 231 bendungan eksisting sebesar 10,6% (761  ribu ha) pada tahun 2015 menjadi 19,3% (1,4 juta ha sawah irigasi) pada  tahun 2024&quot; kata Adenan.
Selain untuk ketahanan air dan pangan, Adenan menambahkan, dari 187  bendungan yang terbangun hingga tahun 2015, 23 bendungan di antaranya  dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan total  kapasitas 507.264 MW (Mega Watt). Bendungan-bendungan tersebut antara  lain Bendungan Batutegi (28 MW); Jatiluhur (150 MW); dan Bili-Bili (20,1  MW).
&quot;Sedangkan untuk 61 bendungan yang dibangun dari 2015 sampai 2024,  terdapat 43 bendungan memiliki potensi tenaga listrik dengan total  kapasitas 258,16 MW, antara lain Bendungan Way Sekampung (5,40 MW);  Jatigede (110 MW) dan Leuwikeris (20 MW)&quot; tutup Adenan.</content:encoded></item></channel></rss>
