<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Lanjutkan Tren Pelemahan</title><description>Wall Street melanjutkan tren pelemahan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/278/2819541/wall-street-lanjutkan-tren-pelemahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/278/2819541/wall-street-lanjutkan-tren-pelemahan"/><item><title>Wall Street Lanjutkan Tren Pelemahan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/278/2819541/wall-street-lanjutkan-tren-pelemahan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/278/2819541/wall-street-lanjutkan-tren-pelemahan</guid><pubDate>Kamis 25 Mei 2023 06:44 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/25/278/2819541/wall-street-lanjutkan-tren-pelemahan-h2KhmG4jBt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street ditutup anjlok (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/25/278/2819541/wall-street-lanjutkan-tren-pelemahan-h2KhmG4jBt.jpg</image><title>Wall Street ditutup anjlok (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street melanjutkan tren pelemahan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Bursa saham AS melemah karena kebuntuan tentang negosiasi peningkatan pagu utang antara Gedung Putih dan perwakilan Republik berlarut-larut tanpa kesepakatan, meningkatkan kekhawatiran akan bencana gagal bayar AS.
Melansir Antara, Kamis (25/5/2023), indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 255,59 poin atau 0,77%, menjadi menetap di 32.799,92 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 merosot 30,34 poin atau 0,73%, menjadi berakhir di 4.115,24 poin. Indeks Komposit Nasdaq terpangkas 76,08 poin atau 0,61%, menjadi ditutup pada 12.484,16 poin.

BACA JUGA:
Wall Street Turun Tajam, Pembicaraan Plafon Utang AS Masih Buntu

Sepuluh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor real estat dan keuangan memimpin penurunan dengan masing-masing kehilangan 2,21% dan 1,31%. Sementara itu, sektor energi melawan tren dengan naik 0,52%.
Jatuhnya saham-saham AS pada Rabu (24/5/2023) memperpanjang aksi jual pada Selasa (23/5/2023), karena anggota parlemen berjuang untuk mencapai kompromi pada plafon utang negara.

BACA JUGA:
Wall Street Mixed, Investor Menanti Keputusan Utang AS&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kurangnya kemajuan dalam meningkatkan batas utang pemerintah AS sebesar 31,4 triliun dolar AS menjelang tenggat waktu 1 Juni, dengan beberapa putaran pembicaraan yang tidak meyakinkan, telah membuat investor gelisah karena risiko bencana gagal bayar semakin besar.
Ketua DPR Kevin McCarthy mengatakan pada Rabu (24/5/2023) bahwa negosiator tetap berselisih tentang batas pengeluaran, dan menyalahkan rekan-rekan Demokratnya atas kebuntuan saat ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;McCarthy juga mengatakan bahwa dia yakin kedua belah pihak di meja perundingan dapat membuat kemajuan dan mendapatkan kesepakatan untuk mencegah gagal bayar.
Investor khawatir, dan pasar saham turun sementara aset-aset safe-haven lebih tinggi, kata Kenny Fisher, analis pasar senior di OANDA, pemasok layanan perdagangan daring multi-aset.
&quot;Kami telah melihat film ini sebelumnya, dan Kongres selalu mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu,&quot; kata Fisher.
Kegagalan untuk mencapai kesepakatan pagu utang dapat berdampak buruk, kata Nouriel Roubini, ketua Roubini Macro Associates, dalam wawancara dengan Bloomberg pada Rabu (24/5/2023).
&quot;Mereka mungkin sampai satu jam terakhir sebelum ada kesepakatan, atau mungkin mereka tidak mencapai kesepakatan. Jika itu tidak terjadi, maka pasar akan ambruk,&quot; kata Roubini.
Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan Rabu (24/5/2023) bahwa hampir pasti Departemen Keuangan akan kehabisan sumber daya pada awal Juni. Dia juga memperingatkan bahwa mungkin ada kesulitan finansial bahkan dengan perjanjian utang dan &quot;kita baru melihat permulaannya.&quot;</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street melanjutkan tren pelemahan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Bursa saham AS melemah karena kebuntuan tentang negosiasi peningkatan pagu utang antara Gedung Putih dan perwakilan Republik berlarut-larut tanpa kesepakatan, meningkatkan kekhawatiran akan bencana gagal bayar AS.
Melansir Antara, Kamis (25/5/2023), indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 255,59 poin atau 0,77%, menjadi menetap di 32.799,92 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 merosot 30,34 poin atau 0,73%, menjadi berakhir di 4.115,24 poin. Indeks Komposit Nasdaq terpangkas 76,08 poin atau 0,61%, menjadi ditutup pada 12.484,16 poin.

BACA JUGA:
Wall Street Turun Tajam, Pembicaraan Plafon Utang AS Masih Buntu

Sepuluh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor real estat dan keuangan memimpin penurunan dengan masing-masing kehilangan 2,21% dan 1,31%. Sementara itu, sektor energi melawan tren dengan naik 0,52%.
Jatuhnya saham-saham AS pada Rabu (24/5/2023) memperpanjang aksi jual pada Selasa (23/5/2023), karena anggota parlemen berjuang untuk mencapai kompromi pada plafon utang negara.

BACA JUGA:
Wall Street Mixed, Investor Menanti Keputusan Utang AS&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kurangnya kemajuan dalam meningkatkan batas utang pemerintah AS sebesar 31,4 triliun dolar AS menjelang tenggat waktu 1 Juni, dengan beberapa putaran pembicaraan yang tidak meyakinkan, telah membuat investor gelisah karena risiko bencana gagal bayar semakin besar.
Ketua DPR Kevin McCarthy mengatakan pada Rabu (24/5/2023) bahwa negosiator tetap berselisih tentang batas pengeluaran, dan menyalahkan rekan-rekan Demokratnya atas kebuntuan saat ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;McCarthy juga mengatakan bahwa dia yakin kedua belah pihak di meja perundingan dapat membuat kemajuan dan mendapatkan kesepakatan untuk mencegah gagal bayar.
Investor khawatir, dan pasar saham turun sementara aset-aset safe-haven lebih tinggi, kata Kenny Fisher, analis pasar senior di OANDA, pemasok layanan perdagangan daring multi-aset.
&quot;Kami telah melihat film ini sebelumnya, dan Kongres selalu mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu,&quot; kata Fisher.
Kegagalan untuk mencapai kesepakatan pagu utang dapat berdampak buruk, kata Nouriel Roubini, ketua Roubini Macro Associates, dalam wawancara dengan Bloomberg pada Rabu (24/5/2023).
&quot;Mereka mungkin sampai satu jam terakhir sebelum ada kesepakatan, atau mungkin mereka tidak mencapai kesepakatan. Jika itu tidak terjadi, maka pasar akan ambruk,&quot; kata Roubini.
Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan Rabu (24/5/2023) bahwa hampir pasti Departemen Keuangan akan kehabisan sumber daya pada awal Juni. Dia juga memperingatkan bahwa mungkin ada kesulitan finansial bahkan dengan perjanjian utang dan &quot;kita baru melihat permulaannya.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
