<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNI (BBNI) Dorong Diaspora dan Pekerja Migran Berdayakan UMKM</title><description>Kementerian BUMN mengarahkan salah satu peran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) untuk menjadi bank internasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/278/2819767/bni-bbni-dorong-diaspora-dan-pekerja-migran-berdayakan-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/278/2819767/bni-bbni-dorong-diaspora-dan-pekerja-migran-berdayakan-umkm"/><item><title>BNI (BBNI) Dorong Diaspora dan Pekerja Migran Berdayakan UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/278/2819767/bni-bbni-dorong-diaspora-dan-pekerja-migran-berdayakan-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/278/2819767/bni-bbni-dorong-diaspora-dan-pekerja-migran-berdayakan-umkm</guid><pubDate>Kamis 25 Mei 2023 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/25/278/2819767/bni-bbni-dorong-diaspora-dan-pekerja-migran-berdayakan-umkm-oU3HcPwhyG.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Utama BNI Royke Tumilaar. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/25/278/2819767/bni-bbni-dorong-diaspora-dan-pekerja-migran-berdayakan-umkm-oU3HcPwhyG.JPG</image><title>Direktur Utama BNI Royke Tumilaar. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengarahkan salah satu peran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) untuk menjadi bank internasional.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, hal tersebut berhubungan dengan bank yang dituntut harus membangun kapabilitas dengan layanan yang lebih luas lagi, apalagi untuk diaspora dan pekerja migran di luar negeri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BNI Tawarkan Sukuk Tabungan Seri ST010, Bisa Dipesan Lewat BNI Mobile Banking

&quot;Jadi BNI pada saat ini merancang suatu program yang mendukung bukan hanya pengusaha Indonesia yang ke luar negeri atau pengusaha luar masuk ke Indonesia,&quot; ungkap Royke dalam wawancara khusus bersama MNC Media, ditulis Rabu (24/5/2023).

Menurut Royke, BNI melihat potensi besar dari diaspora dan pekerja migran yang akan membawa ekonomi Indonesia lebih maju lagi.

Hal itu karena mereka, lanjut Royke, diaspora tahu seperti apa market di luar negeru, pekerja migran juga dianggap punya network.

BACA JUGA:
BNI Catat Pertumbuhan Transaksi LCS Sebesar 44,2%

Di mana network itu dari yang sudah mereka bangun di luar dengan kemampuan.

&quot;Nah ini kita coba buat program bikin produk-produk supaya mereka bisa melakukan transaksi, melakukan bisnis dari mereka di tempat diaspora berada,&quot; sebut Royke.

Langkah tersebut jelas semata-mata dengan tujuan BNI ingin memajukan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bisa dibeli diaspora dan pekerja migran itu, kemudian mereka bisa jual lagi disana.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yMS8xLzE0NTIzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Dan kita bantu mereka dengan modalnya, transaksi perbankannya, demikian juga untuk pekerja migran, kita juga memberikan bantuan dengan program-program tertentu, sehingga ketika pulang ke Indonesia bukan bekerja lagi mungkin jadi wiraswasta di Indonesia,&quot; janji Royke.



Program tersebut jelas sedang diarahkan oleh BNI kedepannya, bukan berarti bank ini tidak mendukung pengusaha, tetapi jika dilihat dari nilai strategis diaspora yang mencapai 8 juta di luar negeri jelas Indonesia punya peluang mengembangkan UMKM.



&quot;Indonesia yang punya nilai yang sudah dikurasi bagus, dan bisa kita dorong dan mereka bisa bantu menjual di negara mereka,&quot; kata Royke.



Sementara itu, dalam beberapa kesempatan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, BNI memiliki tugas untuk membawa pelaku usaha indonesia masuk ke level kompetisi yang lebih tinggi di kancah global.



Hal itu disampaikan Erick dalam kunjungannya ke BNI Representative Office Amsterdam (BNI Amsterdam) di Amsterdam, Belanda.



Tak sekadar pembiayaan, lanjut Erick, BNI juga bertugas melakukan pendampingan berkelanjutan guna memastikan potensi ekspansi internasional digarap secara optimal.

&quot;Kantor representatif BNI Amsterdam merupakan wujud nyata dari BUMN bersama BNI untuk membuat pelaku usaha Indonesia tidak hanya jago kandang,&quot; ujar Erick.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengarahkan salah satu peran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) untuk menjadi bank internasional.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, hal tersebut berhubungan dengan bank yang dituntut harus membangun kapabilitas dengan layanan yang lebih luas lagi, apalagi untuk diaspora dan pekerja migran di luar negeri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BNI Tawarkan Sukuk Tabungan Seri ST010, Bisa Dipesan Lewat BNI Mobile Banking

&quot;Jadi BNI pada saat ini merancang suatu program yang mendukung bukan hanya pengusaha Indonesia yang ke luar negeri atau pengusaha luar masuk ke Indonesia,&quot; ungkap Royke dalam wawancara khusus bersama MNC Media, ditulis Rabu (24/5/2023).

Menurut Royke, BNI melihat potensi besar dari diaspora dan pekerja migran yang akan membawa ekonomi Indonesia lebih maju lagi.

Hal itu karena mereka, lanjut Royke, diaspora tahu seperti apa market di luar negeru, pekerja migran juga dianggap punya network.

BACA JUGA:
BNI Catat Pertumbuhan Transaksi LCS Sebesar 44,2%

Di mana network itu dari yang sudah mereka bangun di luar dengan kemampuan.

&quot;Nah ini kita coba buat program bikin produk-produk supaya mereka bisa melakukan transaksi, melakukan bisnis dari mereka di tempat diaspora berada,&quot; sebut Royke.

Langkah tersebut jelas semata-mata dengan tujuan BNI ingin memajukan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bisa dibeli diaspora dan pekerja migran itu, kemudian mereka bisa jual lagi disana.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yMS8xLzE0NTIzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Dan kita bantu mereka dengan modalnya, transaksi perbankannya, demikian juga untuk pekerja migran, kita juga memberikan bantuan dengan program-program tertentu, sehingga ketika pulang ke Indonesia bukan bekerja lagi mungkin jadi wiraswasta di Indonesia,&quot; janji Royke.



Program tersebut jelas sedang diarahkan oleh BNI kedepannya, bukan berarti bank ini tidak mendukung pengusaha, tetapi jika dilihat dari nilai strategis diaspora yang mencapai 8 juta di luar negeri jelas Indonesia punya peluang mengembangkan UMKM.



&quot;Indonesia yang punya nilai yang sudah dikurasi bagus, dan bisa kita dorong dan mereka bisa bantu menjual di negara mereka,&quot; kata Royke.



Sementara itu, dalam beberapa kesempatan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, BNI memiliki tugas untuk membawa pelaku usaha indonesia masuk ke level kompetisi yang lebih tinggi di kancah global.



Hal itu disampaikan Erick dalam kunjungannya ke BNI Representative Office Amsterdam (BNI Amsterdam) di Amsterdam, Belanda.



Tak sekadar pembiayaan, lanjut Erick, BNI juga bertugas melakukan pendampingan berkelanjutan guna memastikan potensi ekspansi internasional digarap secara optimal.

&quot;Kantor representatif BNI Amsterdam merupakan wujud nyata dari BUMN bersama BNI untuk membuat pelaku usaha Indonesia tidak hanya jago kandang,&quot; ujar Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
