<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Bahlil Ungkap Penyebab Industri Nikel RI Dikuasai Investor Asing</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkap penyebab industri nikel Indonesia dikuasai investor asing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819550/menteri-bahlil-ungkap-penyebab-industri-nikel-ri-dikuasai-investor-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819550/menteri-bahlil-ungkap-penyebab-industri-nikel-ri-dikuasai-investor-asing"/><item><title>Menteri Bahlil Ungkap Penyebab Industri Nikel RI Dikuasai Investor Asing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819550/menteri-bahlil-ungkap-penyebab-industri-nikel-ri-dikuasai-investor-asing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819550/menteri-bahlil-ungkap-penyebab-industri-nikel-ri-dikuasai-investor-asing</guid><pubDate>Kamis 25 Mei 2023 07:14 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/25/320/2819550/menteri-bahlil-ungkap-penyebab-industri-nikel-ri-dikuasai-investor-asing-5KHK08CIox.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri nikel dikuasai investor asing (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/25/320/2819550/menteri-bahlil-ungkap-penyebab-industri-nikel-ri-dikuasai-investor-asing-5KHK08CIox.jpg</image><title>Industri nikel dikuasai investor asing (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkap penyebab industri nikel Indonesia dikuasai investor asing. Dia pun sekaligus menjawab kritik yang mengatakan bahwa pertambangan di Tanah Air dikuasai oleh investor asing.
Menurutnya, pertambangan di Indonesia tidak dikuasai oleh asing, termasuk tambang nikel. Buktinya, tambah Bahlil, 80% izin usaha pertambangan (IUP) dikuasai oleh pengusaha dalam negeri. Yang banyak dikelola oleh investor asing adalah industrinya.

BACA JUGA:
Freeport Cs Perhatian! Ini Sanksi Berat jika Pembangunan Smelter Terlambat

&quot;Kita nggak bisa menyalahkan investor, siapa suruh perbankan nasional kita belum mau membiayai industri smelter secara masif, masalahnya di situ,&quot; kata Bahlil dalam acara Indonesia-China Smart City Technology and Investment EXPO 2023 di Jakarta, Rabu (24/5/2023) Malam.
Bahlil menjelaskan, negara belum bisa hadir untuk mengalokasikan dana untuk pembangunan smelter, sehingga disiapkan peraturan yang membuka peluang pembiayaan dari investor asing.

BACA JUGA:
Luhut Pastikan 90% Pekerja di Proyek Smelter Halmahera Warga Lokal

&quot;Jadi jangan kita saling menyalahkan. Kenapa China masuk, kenapa Korea masuk, kenapa Amerika masuk, kenapa Eropa masuk, ini menjadi tantangan untuk kita semua,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMC80LzE2MzA0MS81L3g4ajVmMzc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bahlil berharap ke depan potensi keuntungan di sektor pertambangan ini bisa dilirik oleh perbankan nasional untuk meningkatkan nilai investasi dalam negeri. Sebab menurutnya, saat ini yang paling banyak mendapatkan hasil dari industri pertambangan adalah mereka yang telah berinvestasi membangun industri tersebut salah satunya adalah China.
&quot;Terus kita mau marah sama mereka? Gak bisa bos, Undang-Undang kita memang gak larang itu, ini persoalannya,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkap penyebab industri nikel Indonesia dikuasai investor asing. Dia pun sekaligus menjawab kritik yang mengatakan bahwa pertambangan di Tanah Air dikuasai oleh investor asing.
Menurutnya, pertambangan di Indonesia tidak dikuasai oleh asing, termasuk tambang nikel. Buktinya, tambah Bahlil, 80% izin usaha pertambangan (IUP) dikuasai oleh pengusaha dalam negeri. Yang banyak dikelola oleh investor asing adalah industrinya.

BACA JUGA:
Freeport Cs Perhatian! Ini Sanksi Berat jika Pembangunan Smelter Terlambat

&quot;Kita nggak bisa menyalahkan investor, siapa suruh perbankan nasional kita belum mau membiayai industri smelter secara masif, masalahnya di situ,&quot; kata Bahlil dalam acara Indonesia-China Smart City Technology and Investment EXPO 2023 di Jakarta, Rabu (24/5/2023) Malam.
Bahlil menjelaskan, negara belum bisa hadir untuk mengalokasikan dana untuk pembangunan smelter, sehingga disiapkan peraturan yang membuka peluang pembiayaan dari investor asing.

BACA JUGA:
Luhut Pastikan 90% Pekerja di Proyek Smelter Halmahera Warga Lokal

&quot;Jadi jangan kita saling menyalahkan. Kenapa China masuk, kenapa Korea masuk, kenapa Amerika masuk, kenapa Eropa masuk, ini menjadi tantangan untuk kita semua,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMC80LzE2MzA0MS81L3g4ajVmMzc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bahlil berharap ke depan potensi keuntungan di sektor pertambangan ini bisa dilirik oleh perbankan nasional untuk meningkatkan nilai investasi dalam negeri. Sebab menurutnya, saat ini yang paling banyak mendapatkan hasil dari industri pertambangan adalah mereka yang telah berinvestasi membangun industri tersebut salah satunya adalah China.
&quot;Terus kita mau marah sama mereka? Gak bisa bos, Undang-Undang kita memang gak larang itu, ini persoalannya,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
