<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%</title><description>Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan di level 5,75%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819841/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-5-75</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819841/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-5-75"/><item><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819841/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-5-75</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819841/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-5-75</guid><pubDate>Kamis 25 Mei 2023 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/25/320/2819841/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-5-75-k8XKhOX57P.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BI tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/25/320/2819841/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-5-75-k8XKhOX57P.jpeg</image><title>BI tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan di level 5,75%. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 24 dan 25 Mei 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.

BACA JUGA:
BI Naikkan Suku Bunga Acuan? Begini Proyeksi Ekonom

Demikian pula suku bunga Deposit Facility tetap sebesar level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,5%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga sebesar 5,75% ini konsisten dengan stand kebijakan moneter yang preemptive dan forward looking.

BACA JUGA:
Perry Warjiyo Resmi Jadi Gubernur BI 2 Periode

Keputusan ini diambil dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&quot;Suku bunga 5,75% ini untuk memastikan inflasi inti tetap terkendali dalam kisaran 3&amp;plusmn;1% di sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat segera kembali ke dalam kisaran sasaran 3&amp;plusmn;1% pada kuartal III-2023,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis (25/5/2023).


BI juga akan berfokus pada penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.
&quot;Kebijakan makroprudensial dan likuiditas longgar tetap dilanjutkan untuk mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan, serta tetap terjaganya stabilitas sistem keuangan,&quot; tandas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan di level 5,75%. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 24 dan 25 Mei 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.

BACA JUGA:
BI Naikkan Suku Bunga Acuan? Begini Proyeksi Ekonom

Demikian pula suku bunga Deposit Facility tetap sebesar level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,5%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga sebesar 5,75% ini konsisten dengan stand kebijakan moneter yang preemptive dan forward looking.

BACA JUGA:
Perry Warjiyo Resmi Jadi Gubernur BI 2 Periode

Keputusan ini diambil dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&quot;Suku bunga 5,75% ini untuk memastikan inflasi inti tetap terkendali dalam kisaran 3&amp;plusmn;1% di sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat segera kembali ke dalam kisaran sasaran 3&amp;plusmn;1% pada kuartal III-2023,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis (25/5/2023).


BI juga akan berfokus pada penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.
&quot;Kebijakan makroprudensial dan likuiditas longgar tetap dilanjutkan untuk mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan, serta tetap terjaganya stabilitas sistem keuangan,&quot; tandas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
