<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Ungkap 4 Faktor Inflasi Bisa Turun Lebih Cepat</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan ada empat faktor alasan inflasi akan menurun lebih cepat dari yang diperkirakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819867/gubernur-bi-ungkap-4-faktor-inflasi-bisa-turun-lebih-cepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819867/gubernur-bi-ungkap-4-faktor-inflasi-bisa-turun-lebih-cepat"/><item><title>Gubernur BI Ungkap 4 Faktor Inflasi Bisa Turun Lebih Cepat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819867/gubernur-bi-ungkap-4-faktor-inflasi-bisa-turun-lebih-cepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819867/gubernur-bi-ungkap-4-faktor-inflasi-bisa-turun-lebih-cepat</guid><pubDate>Kamis 25 Mei 2023 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/25/320/2819867/gubernur-bi-ungkap-4-faktor-inflasi-bisa-turun-lebih-cepat-OmveX2fTPu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/25/320/2819867/gubernur-bi-ungkap-4-faktor-inflasi-bisa-turun-lebih-cepat-OmveX2fTPu.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan ada empat faktor alasan inflasi akan menurun lebih cepat dari yang diperkirakan.

Pertama, konsistensi kebijakan suku bunga BI yang secara preemptive dan forward-looking mengarahkan ekspektasi inflasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%

&quot;Kalau kita lihat, ekspektasi inflasi secara consensus forecast dari para ekonom sampai akhir tahun ini juga rendah, di kisaran 3,3%,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI di Jakarta, Kamis (25/5/2023).

Faktor kedua, lanjut dia, adalah stabilisasi nilai tukar Rupiah. Rupiah menguat dan itu menurunkan tekanan inflasi dari imported inflation.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Jadwal Operasional Bank Indonesia Selama Libur Lebaran 2023

&quot;Yang ketiga, adalah tentu saja sinergi yang sangat kuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPI),&quot; ungkap Perry.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, dia mengatakan bahwa inflasi volatile foods pada sekitar Agustus-September 2022 sebesar 11,3%, sementara sekarang inflasi tersebut sudah berada di bawah 5%, yakni di 3,74% (yoy).



Menurut dia, angka tersebut sudah rendah sekali.



&quot;Itu faktor keempat. Itu yang menyebabkan kenapa inflasi lebih rendah dan lebih cepat turunnya, itu satu pertimbangan dalam kita nanti merumuskan bauran kebijakan, khususnya suku bunga,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan ada empat faktor alasan inflasi akan menurun lebih cepat dari yang diperkirakan.

Pertama, konsistensi kebijakan suku bunga BI yang secara preemptive dan forward-looking mengarahkan ekspektasi inflasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%

&quot;Kalau kita lihat, ekspektasi inflasi secara consensus forecast dari para ekonom sampai akhir tahun ini juga rendah, di kisaran 3,3%,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI di Jakarta, Kamis (25/5/2023).

Faktor kedua, lanjut dia, adalah stabilisasi nilai tukar Rupiah. Rupiah menguat dan itu menurunkan tekanan inflasi dari imported inflation.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Jadwal Operasional Bank Indonesia Selama Libur Lebaran 2023

&quot;Yang ketiga, adalah tentu saja sinergi yang sangat kuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPI),&quot; ungkap Perry.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, dia mengatakan bahwa inflasi volatile foods pada sekitar Agustus-September 2022 sebesar 11,3%, sementara sekarang inflasi tersebut sudah berada di bawah 5%, yakni di 3,74% (yoy).



Menurut dia, angka tersebut sudah rendah sekali.



&quot;Itu faktor keempat. Itu yang menyebabkan kenapa inflasi lebih rendah dan lebih cepat turunnya, itu satu pertimbangan dalam kita nanti merumuskan bauran kebijakan, khususnya suku bunga,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
