<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 2,7% di 2023</title><description>Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia 2023 lebih tinggi dari prakiraan semula.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819905/bi-prediksi-ekonomi-global-tumbuh-2-7-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819905/bi-prediksi-ekonomi-global-tumbuh-2-7-di-2023"/><item><title>BI Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 2,7% di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819905/bi-prediksi-ekonomi-global-tumbuh-2-7-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819905/bi-prediksi-ekonomi-global-tumbuh-2-7-di-2023</guid><pubDate>Kamis 25 Mei 2023 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/25/320/2819905/bi-prediksi-ekonomi-global-tumbuh-2-7-di-2023-Wr7sVSTeUR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi dunia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/25/320/2819905/bi-prediksi-ekonomi-global-tumbuh-2-7-di-2023-Wr7sVSTeUR.jpg</image><title>Pertumbuhan ekonomi dunia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia 2023 lebih tinggi dari prakiraan semula. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan mencapai 2,7% (yoy).
&quot;Ini ditopang oleh pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang lebih kuat,&quot; ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (25/5/2023).

BACA JUGA:
Sektor Migas Masih Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Jatim

Ekonomi China juga tumbuh lebih baik didorong oleh pembukaan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Tak hanya itu, prospek ekonomi India juga meningkat didukung oleh permintaan domestik yang kuat.

BACA JUGA:
Batu Bara Jadi Primadona Indonesia, MNC Guna Usaha Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi

&quot;Sementara itu, pemulihan ekonomi negara maju, terutama Amerika Serikat (AS) tertahan sejalan dengan dampak kebijakan moneter ketat dan peningkatan risiko stabilitas sistem keuangan (SSK),&quot; ungkap Perry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMS8xLzE2NjM3MC81L3g4bDN1b28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di sisi lain, penurunan inflasi global berlanjut terutama dipengaruhi oleh proses disinflasi negara berkembang yang lebih cepat sedangkan penurunan inflasi negara maju lebih lambat akibat pasar tenaga kerja yang ketat. Ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi dipengaruhi oleh dampak risiko SSK di negara maju dan juga ketidakpastian penyelesaian permasalahan government debt ceiling di AS.
&quot;Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global tersebut, aliran masuk modal asing ke negara berkembang berlanjut seiring dengan kondisi dan prospek perekonomiannya yang lebih baik,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia 2023 lebih tinggi dari prakiraan semula. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan mencapai 2,7% (yoy).
&quot;Ini ditopang oleh pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang lebih kuat,&quot; ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (25/5/2023).

BACA JUGA:
Sektor Migas Masih Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Jatim

Ekonomi China juga tumbuh lebih baik didorong oleh pembukaan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Tak hanya itu, prospek ekonomi India juga meningkat didukung oleh permintaan domestik yang kuat.

BACA JUGA:
Batu Bara Jadi Primadona Indonesia, MNC Guna Usaha Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi

&quot;Sementara itu, pemulihan ekonomi negara maju, terutama Amerika Serikat (AS) tertahan sejalan dengan dampak kebijakan moneter ketat dan peningkatan risiko stabilitas sistem keuangan (SSK),&quot; ungkap Perry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMS8xLzE2NjM3MC81L3g4bDN1b28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di sisi lain, penurunan inflasi global berlanjut terutama dipengaruhi oleh proses disinflasi negara berkembang yang lebih cepat sedangkan penurunan inflasi negara maju lebih lambat akibat pasar tenaga kerja yang ketat. Ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi dipengaruhi oleh dampak risiko SSK di negara maju dan juga ketidakpastian penyelesaian permasalahan government debt ceiling di AS.
&quot;Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global tersebut, aliran masuk modal asing ke negara berkembang berlanjut seiring dengan kondisi dan prospek perekonomiannya yang lebih baik,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
