<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Digital Banking Tembus Rp4.265 Triliun di April 2023</title><description>BI mencatat nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 9,00% (yoy) sehingga mencapai Rp37,4 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819960/transaksi-digital-banking-tembus-rp4-265-triliun-di-april-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819960/transaksi-digital-banking-tembus-rp4-265-triliun-di-april-2023"/><item><title>Transaksi Digital Banking Tembus Rp4.265 Triliun di April 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819960/transaksi-digital-banking-tembus-rp4-265-triliun-di-april-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/25/320/2819960/transaksi-digital-banking-tembus-rp4-265-triliun-di-april-2023</guid><pubDate>Kamis 25 Mei 2023 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/25/320/2819960/transaksi-digital-banking-tembus-rp4-265-triliun-di-april-2023-2i5fr5Lbue.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/25/320/2819960/transaksi-digital-banking-tembus-rp4-265-triliun-di-april-2023-2i5fr5Lbue.jpg</image><title>Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi uang elektronik (UE) meningkat 9,00% (yoy) sehingga mencapai Rp37,4 triliun pada April 2023.
&quot;Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit dan kartu kredit mencapai Rp738,3 triliun dan nilai transaksi digital banking tercatat Rp4.265 triliun,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/5/2023).

BACA JUGA:
BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%

Dia mengatakan transaksi ekonomi dan keuangan digital diprediksi meningkat sejalan kenaikan aktivitas masyarakat serta dampak perluasan dan optimalisasi ekosistem pengguna.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xOC8xLzE2NjI3MS81L3g4bDE0d2c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) pada April 2023 menurun 0,99% (yoy) sehingga menjadi Rp1.031 triliun sejalan dengan kembali masuknya uang kartal ke Bank Indonesia sesuai dengan pola musiman pasca Idul Fitri.

BACA JUGA:
BI Naikkan Suku Bunga Acuan? Begini Proyeksi Ekonom

&quot;Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga. Permodalan perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio /CAR) sebesar 24,69% pada Maret 2023,&quot; tambah Perry.Tak hanya itu, risiko kredit juga terkendali, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,49% (bruto) dan 0,72% (neto) pada Maret 2023. Sementara itu, likuiditas perbankan pada April 2023 terjaga, dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK sebesar 6,82% (yoy). Hasil stress test BI juga menunjukan ketahanan perbankan yang kuat.
&quot;Untuk ke depannya, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi domestik dan global, yang dapat mengganggu ketahanan sistem keuangan,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi uang elektronik (UE) meningkat 9,00% (yoy) sehingga mencapai Rp37,4 triliun pada April 2023.
&quot;Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit dan kartu kredit mencapai Rp738,3 triliun dan nilai transaksi digital banking tercatat Rp4.265 triliun,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/5/2023).

BACA JUGA:
BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%

Dia mengatakan transaksi ekonomi dan keuangan digital diprediksi meningkat sejalan kenaikan aktivitas masyarakat serta dampak perluasan dan optimalisasi ekosistem pengguna.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xOC8xLzE2NjI3MS81L3g4bDE0d2c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) pada April 2023 menurun 0,99% (yoy) sehingga menjadi Rp1.031 triliun sejalan dengan kembali masuknya uang kartal ke Bank Indonesia sesuai dengan pola musiman pasca Idul Fitri.

BACA JUGA:
BI Naikkan Suku Bunga Acuan? Begini Proyeksi Ekonom

&quot;Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga. Permodalan perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio /CAR) sebesar 24,69% pada Maret 2023,&quot; tambah Perry.Tak hanya itu, risiko kredit juga terkendali, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,49% (bruto) dan 0,72% (neto) pada Maret 2023. Sementara itu, likuiditas perbankan pada April 2023 terjaga, dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK sebesar 6,82% (yoy). Hasil stress test BI juga menunjukan ketahanan perbankan yang kuat.
&quot;Untuk ke depannya, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi domestik dan global, yang dapat mengganggu ketahanan sistem keuangan,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
