<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Anjlok, WTI Dibanderol USD71/Barel</title><description>Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/26/320/2820248/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd71-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/26/320/2820248/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd71-barel"/><item><title>Harga Minyak Dunia Anjlok, WTI Dibanderol USD71/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/26/320/2820248/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd71-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/26/320/2820248/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd71-barel</guid><pubDate>Jum'at 26 Mei 2023 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/26/320/2820248/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd71-barel-WuAkIpU3CK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/26/320/2820248/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd71-barel-WuAkIpU3CK.jpg</image><title>Harga minyak dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak mentah turun setelah Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengesampingkan prospek pengurangan produksi OPEC+ lebih lanjut pada pertemuannya minggu depan.
Dilansir dari Antara, Jumat (26/5/2023), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli terperosok USD2,51 atau 3,38% menjadi USD71,83 per barel di New York Mercantile Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik Imbas Penurunan Stok AS


Sementara minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli terpuruk USD2,10 atau 2,68%, menjadi USD76,26 per barel di London ICE Futures Exchange.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengecilkan kemungkinan pemotongan lebih banyak produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya pada pertemuan mereka berikutnya pada awal Juni, menurut sebuah laporan oleh Reuters pada Kamis (25/5).

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik, Arab Diproyeksi Pangkas Produksi


Harga minyak mulai turun setelah Novak mengatakan dia tidak berpikir kemungkinan pemotongan OPEC+ tambahan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Saya kira tidak akan ada langkah baru, karena baru sebulan yang lalu  keputusan tertentu dibuat mengenai pengurangan sukarela produksi minyak  oleh beberapa negara...&quot; kata Novak seperti dikutip oleh surat kabar  Izvestia.
Dalam beberapa hari terakhir, produsen OPEC+ terkemuka telah  memberikan serangkaian pesan yang bertentangan tentang langkah kebijakan  minyak berikutnya, sehingga sulit untuk memprediksi hasil pertemuan  berikutnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak mentah turun setelah Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengesampingkan prospek pengurangan produksi OPEC+ lebih lanjut pada pertemuannya minggu depan.
Dilansir dari Antara, Jumat (26/5/2023), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli terperosok USD2,51 atau 3,38% menjadi USD71,83 per barel di New York Mercantile Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik Imbas Penurunan Stok AS


Sementara minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli terpuruk USD2,10 atau 2,68%, menjadi USD76,26 per barel di London ICE Futures Exchange.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengecilkan kemungkinan pemotongan lebih banyak produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya pada pertemuan mereka berikutnya pada awal Juni, menurut sebuah laporan oleh Reuters pada Kamis (25/5).

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik, Arab Diproyeksi Pangkas Produksi


Harga minyak mulai turun setelah Novak mengatakan dia tidak berpikir kemungkinan pemotongan OPEC+ tambahan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Saya kira tidak akan ada langkah baru, karena baru sebulan yang lalu  keputusan tertentu dibuat mengenai pengurangan sukarela produksi minyak  oleh beberapa negara...&quot; kata Novak seperti dikutip oleh surat kabar  Izvestia.
Dalam beberapa hari terakhir, produsen OPEC+ terkemuka telah  memberikan serangkaian pesan yang bertentangan tentang langkah kebijakan  minyak berikutnya, sehingga sulit untuk memprediksi hasil pertemuan  berikutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
