<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Momen Sri Mulyani-Chatib Basri Duduk Bareng Bahas Tingginya Risiko Global</title><description>Sri Mulyani Indrawati duduk bersama mantan Menkeu Chatib Basri dalam dialog Kebijakan Level Tinggi dengan Australia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/320/2821803/momen-sri-mulyani-chatib-basri-duduk-bareng-bahas-tingginya-risiko-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/320/2821803/momen-sri-mulyani-chatib-basri-duduk-bareng-bahas-tingginya-risiko-global"/><item><title>Momen Sri Mulyani-Chatib Basri Duduk Bareng Bahas Tingginya Risiko Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/320/2821803/momen-sri-mulyani-chatib-basri-duduk-bareng-bahas-tingginya-risiko-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/320/2821803/momen-sri-mulyani-chatib-basri-duduk-bareng-bahas-tingginya-risiko-global</guid><pubDate>Senin 29 Mei 2023 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/29/320/2821803/momen-sri-mulyani-chatib-basri-duduk-bareng-bahas-tingginya-risiko-global-vRmm5U5Ns4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani dan Chatib Basri di dialog level tinggi (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/29/320/2821803/momen-sri-mulyani-chatib-basri-duduk-bareng-bahas-tingginya-risiko-global-vRmm5U5Ns4.jpg</image><title>Sri Mulyani dan Chatib Basri di dialog level tinggi (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati duduk bersama mantan Menkeu Chatib Basri dalam dialog Kebijakan Level Tinggi dengan Australia. Dalam kesempatan tersebut Sri Mulyani mengungkap sejarah hubungan kedua negara ini pun sangat panjang, bahkan telah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia.
&quot;Pemerintah Indonesia dan Australia senantiasa bertukar pandangan dan pengalaman dalam pembuatan kebijakan. Salah satu dialog yang selalu ditunggu-tunggu adalah High-Level Policy Dialogue (HLPD), yang telah dilangsungkan sejak tahun 2006,&quot; ucap Sri melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Senin (29/5/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Targetkan Dana Hibah LDKPI Rp10 Triliun


HLPD adalah dialog yang mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi dari kedua negara untuk membahas isu-isu ekonomi pembangunan yang penting bagi kedua negara dengan pendekatan teori dan praktik. Dialog ini akan menghasilkan masukan pandangan bagi formulasi kebijakan, khususnya kebijakan fiskal.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Ekonomi Syariah Tak Bisa Maju Tanpa Pendalaman Keuangan 


&quot;Pada dialog kali ini, saya hadir bersama Pak @chatibbasri (Co-chair Pandemic Fund) dan jajaran Kementerian Keuangan @kemenkeuri , sementara dari pihak Australia hadir H.E. Penny Williams (Duta Besar Australia untuk Indonesia) dan jajaran @ausgov, serta akademisi dari dari Australia National University @ouranu,&quot; kata Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Forum ini juga menghadirkan para akademisi, peneliti, dan ekonom dari  dalam negeri seperti UI, UGM, UNAND, ULM, UNAIR, ERIA, dan CSIS.
Dia menyampaikan, HLPD tahun ini akan membahas isu-isu kritikal  pembangunan ekonomi Indonesia di jangka pendek dan panjang, di tengah  tingginya risiko global dan pergeseran tren yang terjadi khususnya  terkait empat aspek, antara lain geopolitik, climate change,  digitalisasi, dan pandemi.
&quot;Saya harap High-Level Policy Dialogue ini dapat memberikan jawaban  yang efektif dan produktif dalam mengatasi permasalahan kini dan  nanti..!&quot; tutup Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati duduk bersama mantan Menkeu Chatib Basri dalam dialog Kebijakan Level Tinggi dengan Australia. Dalam kesempatan tersebut Sri Mulyani mengungkap sejarah hubungan kedua negara ini pun sangat panjang, bahkan telah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia.
&quot;Pemerintah Indonesia dan Australia senantiasa bertukar pandangan dan pengalaman dalam pembuatan kebijakan. Salah satu dialog yang selalu ditunggu-tunggu adalah High-Level Policy Dialogue (HLPD), yang telah dilangsungkan sejak tahun 2006,&quot; ucap Sri melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Senin (29/5/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Targetkan Dana Hibah LDKPI Rp10 Triliun


HLPD adalah dialog yang mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi dari kedua negara untuk membahas isu-isu ekonomi pembangunan yang penting bagi kedua negara dengan pendekatan teori dan praktik. Dialog ini akan menghasilkan masukan pandangan bagi formulasi kebijakan, khususnya kebijakan fiskal.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Ekonomi Syariah Tak Bisa Maju Tanpa Pendalaman Keuangan 


&quot;Pada dialog kali ini, saya hadir bersama Pak @chatibbasri (Co-chair Pandemic Fund) dan jajaran Kementerian Keuangan @kemenkeuri , sementara dari pihak Australia hadir H.E. Penny Williams (Duta Besar Australia untuk Indonesia) dan jajaran @ausgov, serta akademisi dari dari Australia National University @ouranu,&quot; kata Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Forum ini juga menghadirkan para akademisi, peneliti, dan ekonom dari  dalam negeri seperti UI, UGM, UNAND, ULM, UNAIR, ERIA, dan CSIS.
Dia menyampaikan, HLPD tahun ini akan membahas isu-isu kritikal  pembangunan ekonomi Indonesia di jangka pendek dan panjang, di tengah  tingginya risiko global dan pergeseran tren yang terjadi khususnya  terkait empat aspek, antara lain geopolitik, climate change,  digitalisasi, dan pandemi.
&quot;Saya harap High-Level Policy Dialogue ini dapat memberikan jawaban  yang efektif dan produktif dalam mengatasi permasalahan kini dan  nanti..!&quot; tutup Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
