<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gandeng 2 Perusahaan Besar, PLN Kembangkan Listrik Energi Terbarukan di Kawasan Industri Morowali</title><description>PLN Indonesia Power melakukan kesepakatan bisnis untuk pengembangan bisnis ketenagalistrikan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/320/2821974/gandeng-2-perusahaan-besar-pln-kembangkan-listrik-energi-terbarukan-di-kawasan-industri-morowali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/320/2821974/gandeng-2-perusahaan-besar-pln-kembangkan-listrik-energi-terbarukan-di-kawasan-industri-morowali"/><item><title>Gandeng 2 Perusahaan Besar, PLN Kembangkan Listrik Energi Terbarukan di Kawasan Industri Morowali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/320/2821974/gandeng-2-perusahaan-besar-pln-kembangkan-listrik-energi-terbarukan-di-kawasan-industri-morowali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/320/2821974/gandeng-2-perusahaan-besar-pln-kembangkan-listrik-energi-terbarukan-di-kawasan-industri-morowali</guid><pubDate>Senin 29 Mei 2023 18:23 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/29/320/2821974/gandeng-2-perusahaan-besar-pln-kembangkan-listrik-energi-terbarukan-di-kawasan-industri-morowali-4CQ75lrE0v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PLN Kembangkan Listrik Energi Terbarukan di Kawasan Industri Morowali. (Foto: Okezone.com/PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/29/320/2821974/gandeng-2-perusahaan-besar-pln-kembangkan-listrik-energi-terbarukan-di-kawasan-industri-morowali-4CQ75lrE0v.jpg</image><title>PLN Kembangkan Listrik Energi Terbarukan di Kawasan Industri Morowali. (Foto: Okezone.com/PLN)</title></images><description>JAKARTA - PLN Indonesia Power melakukan kesepakatan bisnis untuk pengembangan bisnis ketenagalistrikan termasuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.
Anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ini menjalin kerjasama dengan China Energy Engineering Corporation (CEEC) dan Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) mengembangkan Captive Power hingga 5.000 megawatt (MW) di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyaksikan langsung penandatanganan MoU antara PLN IP dengan CEEC dan BTIIG. Menurutnya kerjasama ini mendukung dan menyampaikan bahwasanya PLN Group terus berkomitmen untuk penuhi kebutuhan listrik nusantara yang dalam hal ini untuk Kawasan industri Baoshuo dengan mengembangkan pembangkit ramah lingkungan.
Hal ini juga merupakan upaya yang dilakukan PLN Group Bersama calon mitra strategis  dalam rangka peningkatan pembangunan yang berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA:
Wujudkan Net Zero Emission, PLN Ganti Pembangkit Berbahan Bakar Fosil dengan PLTS&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Pertemuan ini membuka kerjasama yang jelas untuk memenuhi kebutuhan listrik kawasan industri Baoshuo, kami berkomitmen menyediakan pasokan listrik sesuai kebutuhan Baoshuo dengan pengembangan PLTA dan PLTS tahap 1 dengan estimasi kapasitas 5.000 MW dan tahap pengembangan selanjutnya di Sulawesi,&amp;rdquo; ujar Darmawan, Senin (29/5/2023).
&amp;ldquo;Kami berharap melalui kerjasama ini, baik bisnis CEEC maupun PLN di bidang ketenagalistrikan kedepan saling menguatkan,&amp;rdquo; tambah Darmawan.

BACA JUGA:
Menteri ESDM Sebut ASEAN Miliki Sumber Energi Terbarukan Sangat Besar

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra dengan Vice President Director CEEC, Ms. Yuan Yingli dan President Director BTIIG, Cai Zhengyang yang disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun serta Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo dan Komisaris Utama PT PLN (Persero), Amien Sunaryadi beserta jajaran Direksi dari PLN, CEEC dan BTIIG.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra mengatakan, bersama dengan CEEC yang merupakan salah satu perusahaan penyedia bisnis solusi energi terbesar di China dan berkompeten dalam pengembangan green energy, diharapkan upaya ini dapat mengakselerasi proyek captive power tersebut.&amp;ldquo;Kami sebagai Generation Company terbesar se-Asia Tenggara terus berupaya untuk kembangkan EBT di Indonesia serta dalam rangka mendukung target pemerintah untuk wujudkan 23% EBT di tahun 2025, maka dari itu kami bersama dengan CEEC yang merupakan salah satu perusahaan penyedia bisnis solusi energi terbesar di China dan berkompeten dalam pengembangan green energy akan berkolaborasi untuk mewujudkannya,&amp;rdquo; ungkap Edwin.
Ke depannya PLN Indonesia Power juga akan menyediakan suplai green energy secara bertahap, dengan memanfaatkan potensi energi baru terbarukan di sekitar lokasi seperti PLTA, PLTS dan PLTB yang cukup tersedia di Sulawesi untuk menyuplai kebutuhan listrik di Kawasan Industri BTIIG. Hal ini merupakan bentuk komitmen dan implementasi PLN melalui Sub Holding PLN Indonesia Power dalam aspek Environmental, Social &amp;amp; Governance (ESG).</description><content:encoded>JAKARTA - PLN Indonesia Power melakukan kesepakatan bisnis untuk pengembangan bisnis ketenagalistrikan termasuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.
Anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ini menjalin kerjasama dengan China Energy Engineering Corporation (CEEC) dan Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) mengembangkan Captive Power hingga 5.000 megawatt (MW) di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyaksikan langsung penandatanganan MoU antara PLN IP dengan CEEC dan BTIIG. Menurutnya kerjasama ini mendukung dan menyampaikan bahwasanya PLN Group terus berkomitmen untuk penuhi kebutuhan listrik nusantara yang dalam hal ini untuk Kawasan industri Baoshuo dengan mengembangkan pembangkit ramah lingkungan.
Hal ini juga merupakan upaya yang dilakukan PLN Group Bersama calon mitra strategis  dalam rangka peningkatan pembangunan yang berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA:
Wujudkan Net Zero Emission, PLN Ganti Pembangkit Berbahan Bakar Fosil dengan PLTS&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Pertemuan ini membuka kerjasama yang jelas untuk memenuhi kebutuhan listrik kawasan industri Baoshuo, kami berkomitmen menyediakan pasokan listrik sesuai kebutuhan Baoshuo dengan pengembangan PLTA dan PLTS tahap 1 dengan estimasi kapasitas 5.000 MW dan tahap pengembangan selanjutnya di Sulawesi,&amp;rdquo; ujar Darmawan, Senin (29/5/2023).
&amp;ldquo;Kami berharap melalui kerjasama ini, baik bisnis CEEC maupun PLN di bidang ketenagalistrikan kedepan saling menguatkan,&amp;rdquo; tambah Darmawan.

BACA JUGA:
Menteri ESDM Sebut ASEAN Miliki Sumber Energi Terbarukan Sangat Besar

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra dengan Vice President Director CEEC, Ms. Yuan Yingli dan President Director BTIIG, Cai Zhengyang yang disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun serta Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo dan Komisaris Utama PT PLN (Persero), Amien Sunaryadi beserta jajaran Direksi dari PLN, CEEC dan BTIIG.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra mengatakan, bersama dengan CEEC yang merupakan salah satu perusahaan penyedia bisnis solusi energi terbesar di China dan berkompeten dalam pengembangan green energy, diharapkan upaya ini dapat mengakselerasi proyek captive power tersebut.&amp;ldquo;Kami sebagai Generation Company terbesar se-Asia Tenggara terus berupaya untuk kembangkan EBT di Indonesia serta dalam rangka mendukung target pemerintah untuk wujudkan 23% EBT di tahun 2025, maka dari itu kami bersama dengan CEEC yang merupakan salah satu perusahaan penyedia bisnis solusi energi terbesar di China dan berkompeten dalam pengembangan green energy akan berkolaborasi untuk mewujudkannya,&amp;rdquo; ungkap Edwin.
Ke depannya PLN Indonesia Power juga akan menyediakan suplai green energy secara bertahap, dengan memanfaatkan potensi energi baru terbarukan di sekitar lokasi seperti PLTA, PLTS dan PLTB yang cukup tersedia di Sulawesi untuk menyuplai kebutuhan listrik di Kawasan Industri BTIIG. Hal ini merupakan bentuk komitmen dan implementasi PLN melalui Sub Holding PLN Indonesia Power dalam aspek Environmental, Social &amp;amp; Governance (ESG).</content:encoded></item></channel></rss>
