<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diterpa Era Ketidakpastian, Pelaku UMKM Pemula Wajib Bijak dalam Mengelola Keuangan</title><description>Situasi perekonomian dunia masih diselimuti isu-isu resesi yang mengakibatkan disebut era penuh ketidakpastian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/622/2821613/diterpa-era-ketidakpastian-pelaku-umkm-pemula-wajib-bijak-dalam-mengelola-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/622/2821613/diterpa-era-ketidakpastian-pelaku-umkm-pemula-wajib-bijak-dalam-mengelola-keuangan"/><item><title>Diterpa Era Ketidakpastian, Pelaku UMKM Pemula Wajib Bijak dalam Mengelola Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/622/2821613/diterpa-era-ketidakpastian-pelaku-umkm-pemula-wajib-bijak-dalam-mengelola-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/29/622/2821613/diterpa-era-ketidakpastian-pelaku-umkm-pemula-wajib-bijak-dalam-mengelola-keuangan</guid><pubDate>Senin 29 Mei 2023 10:13 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/29/622/2821613/diterpa-era-ketidakpastian-pelaku-umkm-pemula-wajib-bijak-dalam-mengelola-keuangan-8chYjxjLJO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku UMKM Bijak (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/29/622/2821613/diterpa-era-ketidakpastian-pelaku-umkm-pemula-wajib-bijak-dalam-mengelola-keuangan-8chYjxjLJO.jpg</image><title>Pelaku UMKM Bijak (Foto: Freepik)</title></images><description>BOGOR - Situasi perekonomian dunia masih diselimuti isu-isu resesi yang mengakibatkan disebut era penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dituntut bijak mengelola keuangan jika ingin bertahan.
Mempertahankan usaha di tengah era saat ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal itu pun dialami pelaku UMKM  kue kering binaan BRI, Nandang Sutendi.

BACA JUGA:
Intip Peluang Bisnis UMKM di Tengah Menjamurnya Kendaraan Listrik&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Usahanya itu sudah berjalan sejak 2004 dan kini masih mampu bertahan. Hal itu berkat strategi keuangan yang jitu.
Nandang mengatakan para pelaku UMKM pemula harus teliti dalam mengelola keuangan dengan kondisi saat ini. Caranya bisa dilakukan dengan menekan segi pengeluaran.



&quot;Lebih hati-hati dalam penggunaan uang. Wajib lebih disiplin. Kalau ceroboh, bisa hancur (usahanya),&quot; kata Nandang kepada Okezone.com, Senin (29/5/2023).

BACA JUGA:
Era Transformasi Digital, Ini 9 Hal Penting bagi Pelaku UMKM Agar Terhindar dari Penipuan

Dia memberikan contoh sederhana mengelola keuangan yang bisa dipahami. Saat pelaku UMKM mendapatkan keuntungan dari usahanya segera disisihkan.50% pemasukan untuk tambahan modal kembali, 20% disisihkan untuk ditabung, dan 10% sebagai dana darurat. Semengara itu, 20% keuntungan yang bisa dinikmati.
&quot;Intinya, maksimal pengeluaran untuk tambahan modal 50%,&quot; ucapnya.
Nandang mengatakan menjadi pelaku UMKM saat ini memang sangat sulit dengan persaingan yang ketat. Hal itu membuat para pelaku UMKM harus bisa meyakinkan konsumen agar menjadi langganan tetap.
&quot;Persaingan cukup ketat karena masyarakat yang terkena PHK imbas covid-19 banyak yang memilih terjun menjadi UMKM,&quot; ucapnya.
Menurutnya, daya beli masyarakat pun terus menurun. Pasalnya, pandemi covid-19 sudah usai yang sempat mengganggu perekonomian banyak orang.
&quot;Daya beli masyarakat sangat kurang. Sebab, mereka masih merasakan kesulitan ekonomi. Itu berpengaruh,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>BOGOR - Situasi perekonomian dunia masih diselimuti isu-isu resesi yang mengakibatkan disebut era penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dituntut bijak mengelola keuangan jika ingin bertahan.
Mempertahankan usaha di tengah era saat ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal itu pun dialami pelaku UMKM  kue kering binaan BRI, Nandang Sutendi.

BACA JUGA:
Intip Peluang Bisnis UMKM di Tengah Menjamurnya Kendaraan Listrik&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Usahanya itu sudah berjalan sejak 2004 dan kini masih mampu bertahan. Hal itu berkat strategi keuangan yang jitu.
Nandang mengatakan para pelaku UMKM pemula harus teliti dalam mengelola keuangan dengan kondisi saat ini. Caranya bisa dilakukan dengan menekan segi pengeluaran.



&quot;Lebih hati-hati dalam penggunaan uang. Wajib lebih disiplin. Kalau ceroboh, bisa hancur (usahanya),&quot; kata Nandang kepada Okezone.com, Senin (29/5/2023).

BACA JUGA:
Era Transformasi Digital, Ini 9 Hal Penting bagi Pelaku UMKM Agar Terhindar dari Penipuan

Dia memberikan contoh sederhana mengelola keuangan yang bisa dipahami. Saat pelaku UMKM mendapatkan keuntungan dari usahanya segera disisihkan.50% pemasukan untuk tambahan modal kembali, 20% disisihkan untuk ditabung, dan 10% sebagai dana darurat. Semengara itu, 20% keuntungan yang bisa dinikmati.
&quot;Intinya, maksimal pengeluaran untuk tambahan modal 50%,&quot; ucapnya.
Nandang mengatakan menjadi pelaku UMKM saat ini memang sangat sulit dengan persaingan yang ketat. Hal itu membuat para pelaku UMKM harus bisa meyakinkan konsumen agar menjadi langganan tetap.
&quot;Persaingan cukup ketat karena masyarakat yang terkena PHK imbas covid-19 banyak yang memilih terjun menjadi UMKM,&quot; ucapnya.
Menurutnya, daya beli masyarakat pun terus menurun. Pasalnya, pandemi covid-19 sudah usai yang sempat mengganggu perekonomian banyak orang.
&quot;Daya beli masyarakat sangat kurang. Sebab, mereka masih merasakan kesulitan ekonomi. Itu berpengaruh,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
