<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uji Coba Bayar Tol Tanpa Berhenti di Bali-Mandara 1 Juni 2023 Ditunda</title><description>Uji coba bayar tol tanpa berhenti (MLFF) di Bali-Mandara 1 Juni 2023 ditunda.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/30/320/2822465/uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-di-bali-mandara-1-juni-2023-ditunda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/30/320/2822465/uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-di-bali-mandara-1-juni-2023-ditunda"/><item><title>Uji Coba Bayar Tol Tanpa Berhenti di Bali-Mandara 1 Juni 2023 Ditunda</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/30/320/2822465/uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-di-bali-mandara-1-juni-2023-ditunda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/30/320/2822465/uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-di-bali-mandara-1-juni-2023-ditunda</guid><pubDate>Selasa 30 Mei 2023 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/30/320/2822465/uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-di-bali-mandara-1-juni-2023-ditunda-IPxMjZQ8ZX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bayar tol tanpa henti ditunda (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/30/320/2822465/uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-di-bali-mandara-1-juni-2023-ditunda-IPxMjZQ8ZX.jpg</image><title>Bayar tol tanpa henti ditunda (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Uji coba bayar tol tanpa berhenti (MLFF) di Bali-Mandara 1 Juni 2023 ditunda. PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai badan usaha pelaksana (BUP) mengatakan uji coba MLFF di Jalan Tol Bali - Mandara pada 1 Juni 2023 ditunda.
&quot;Semestinya uji coba MLFF pada 1 Juni di Bali, tapi kami dari BUP meminta maaf kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia bahwa uji coba belum bisa kita laksanakan,&quot; ujar President Director Roatex Indonesia Toll System Musfihin Dahlan dilansir dari Antara, Selasa (30/5/2023).

BACA JUGA:
Daftar 13 Jalan Tol Baru yang Siap Beroperasi


Dia mengatakan, alasan belum bisa dilaksanakannya uji coba tersebut karena teknologi sistem MLFF yang dipersiapkan untuk uji coba belum bisa memenuhi standar key performance indicator (KPI) yang disepakati.
&quot;Garis besarnya adalah sistem ini menjamin 100% pendapatan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dari tarif tol. hingga beberapa hari menjelang tanggal 1 Juni, kita tidak bisa mendapatkan KPI 100% dari kontraktor utama (main contractor) yakni perusahaan Hongaria Multi Contact Zrt.,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Tinjau Lokasi Jalan Tol Khusus Tambang, Ridwan Kamil: Ingin Sampaikan Berita yang Ditunggu-tunggu


Teknologi itu mungkin yang akan diserahkan kepada Indonesia, lanjutnya, belum teruji dan belum disesuaikan dengan kondisi kebutuhan yang ada di Indonesia. Kemungkinan di tempat lain di Hongaria, teknologi tersebut sesuai dengan lingkungan dan kondisi di Hongaria, sedangkan di Indonesia agak berbeda.
&quot;Perbedaan yang paling mendasar di kita adalah di Hongaria operator jalan tolnya di bawah kontrol dan dibayar oleh pemerintah, sedangkan BUJT di Indonesia adalah pihak swasta yang mereka investasi dan mendapatkan pinjaman dari bank serta hal itu bersifat perdata atau bisnis murni. karena itu tidak bisa serta-merta MLFF ini diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi BUJT di Indonesia. itu yang saya kira perbedaan mendasar yang terjadi antara Hongaria dan Indonesia,&quot; kata Musfihin Dahlan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8zMC8xLzE2NjY1Ni81L3g4bGNyYzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menambahkan pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepada  pemerintah Indonesia terkait hal ini, dan pemerintah Indonesia sudah  mengetahuinya.
&quot;Saya kira secara keseluruhan kita meminta pemerintah untuk melakukan  review terhadap program MLFF ini, supaya ke depannya bisa terlaksana  dengan baik sesuai dengan harapan pemerintah dan harapan operator jalan  tol di Indonesia serta tentunya harapan masyarakat Indonesia,&quot; katanya.
Perbedaan mendasar lainnya yang menjadi alasan tertundanya uji coba MLFF berkaitan dengan transfer teknologi.
Musfihin mengatakan, pihaknya menginginkan untuk menyerahkan proyek  MLFF ini kepada pemerintah secara utuh, sebagai teknologi yang dimiliki  oleh pemerintah Indonesia. Oleh karena itu seluruh prosesnya (termasuk  transfer teknologi) harus diserahkan.
&quot;Sampai hari ini kami belum bisa mendapatkan repository dan source  code dari pengembang (Hongaria). Kedua hal tersebut penting karena  bagaimana pemerintah Indonesia nantinya bisa mengontrol dan tim kami  dari Indonesia mengontrol dalam development dari sistem ini,&quot; katanya.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berencana melakukan uji coba  transisi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free  Flow (MLFF) pada 1 Juni 2023 di Bali.
Dengan MLFF, maka sistem transaksi tol akan lebih cepat karena  pengguna tidak perlu lagi berhenti untuk menempelkan kartu elektronik,  sehingga dapat mengurangi antrean di gerbang tol. Selain itu, MLFF  membuat biaya operasional pengumpulan tol semakin efisien.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Uji coba bayar tol tanpa berhenti (MLFF) di Bali-Mandara 1 Juni 2023 ditunda. PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai badan usaha pelaksana (BUP) mengatakan uji coba MLFF di Jalan Tol Bali - Mandara pada 1 Juni 2023 ditunda.
&quot;Semestinya uji coba MLFF pada 1 Juni di Bali, tapi kami dari BUP meminta maaf kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia bahwa uji coba belum bisa kita laksanakan,&quot; ujar President Director Roatex Indonesia Toll System Musfihin Dahlan dilansir dari Antara, Selasa (30/5/2023).

BACA JUGA:
Daftar 13 Jalan Tol Baru yang Siap Beroperasi


Dia mengatakan, alasan belum bisa dilaksanakannya uji coba tersebut karena teknologi sistem MLFF yang dipersiapkan untuk uji coba belum bisa memenuhi standar key performance indicator (KPI) yang disepakati.
&quot;Garis besarnya adalah sistem ini menjamin 100% pendapatan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dari tarif tol. hingga beberapa hari menjelang tanggal 1 Juni, kita tidak bisa mendapatkan KPI 100% dari kontraktor utama (main contractor) yakni perusahaan Hongaria Multi Contact Zrt.,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Tinjau Lokasi Jalan Tol Khusus Tambang, Ridwan Kamil: Ingin Sampaikan Berita yang Ditunggu-tunggu


Teknologi itu mungkin yang akan diserahkan kepada Indonesia, lanjutnya, belum teruji dan belum disesuaikan dengan kondisi kebutuhan yang ada di Indonesia. Kemungkinan di tempat lain di Hongaria, teknologi tersebut sesuai dengan lingkungan dan kondisi di Hongaria, sedangkan di Indonesia agak berbeda.
&quot;Perbedaan yang paling mendasar di kita adalah di Hongaria operator jalan tolnya di bawah kontrol dan dibayar oleh pemerintah, sedangkan BUJT di Indonesia adalah pihak swasta yang mereka investasi dan mendapatkan pinjaman dari bank serta hal itu bersifat perdata atau bisnis murni. karena itu tidak bisa serta-merta MLFF ini diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi BUJT di Indonesia. itu yang saya kira perbedaan mendasar yang terjadi antara Hongaria dan Indonesia,&quot; kata Musfihin Dahlan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8zMC8xLzE2NjY1Ni81L3g4bGNyYzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menambahkan pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepada  pemerintah Indonesia terkait hal ini, dan pemerintah Indonesia sudah  mengetahuinya.
&quot;Saya kira secara keseluruhan kita meminta pemerintah untuk melakukan  review terhadap program MLFF ini, supaya ke depannya bisa terlaksana  dengan baik sesuai dengan harapan pemerintah dan harapan operator jalan  tol di Indonesia serta tentunya harapan masyarakat Indonesia,&quot; katanya.
Perbedaan mendasar lainnya yang menjadi alasan tertundanya uji coba MLFF berkaitan dengan transfer teknologi.
Musfihin mengatakan, pihaknya menginginkan untuk menyerahkan proyek  MLFF ini kepada pemerintah secara utuh, sebagai teknologi yang dimiliki  oleh pemerintah Indonesia. Oleh karena itu seluruh prosesnya (termasuk  transfer teknologi) harus diserahkan.
&quot;Sampai hari ini kami belum bisa mendapatkan repository dan source  code dari pengembang (Hongaria). Kedua hal tersebut penting karena  bagaimana pemerintah Indonesia nantinya bisa mengontrol dan tim kami  dari Indonesia mengontrol dalam development dari sistem ini,&quot; katanya.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berencana melakukan uji coba  transisi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free  Flow (MLFF) pada 1 Juni 2023 di Bali.
Dengan MLFF, maka sistem transaksi tol akan lebih cepat karena  pengguna tidak perlu lagi berhenti untuk menempelkan kartu elektronik,  sehingga dapat mengurangi antrean di gerbang tol. Selain itu, MLFF  membuat biaya operasional pengumpulan tol semakin efisien.</content:encoded></item></channel></rss>
