<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Sarjana UI Kalah Saing dengan Lulusan STM, Ini Kata Pengusaha</title><description>Viral sarjana lulusan Universitas Indonesia kalah saing dengan lulusan STM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823097/viral-sarjana-ui-kalah-saing-dengan-lulusan-stm-ini-kata-pengusaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823097/viral-sarjana-ui-kalah-saing-dengan-lulusan-stm-ini-kata-pengusaha"/><item><title>Viral Sarjana UI Kalah Saing dengan Lulusan STM, Ini Kata Pengusaha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823097/viral-sarjana-ui-kalah-saing-dengan-lulusan-stm-ini-kata-pengusaha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823097/viral-sarjana-ui-kalah-saing-dengan-lulusan-stm-ini-kata-pengusaha</guid><pubDate>Rabu 31 Mei 2023 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/31/320/2823097/viral-sarjana-ui-kalah-saing-dengan-lulusan-stm-ini-kata-pengusaha-Y4YPWWQ8Ps.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lulusan UI kalah dengan Lulusan STM saat melamar kerja (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/31/320/2823097/viral-sarjana-ui-kalah-saing-dengan-lulusan-stm-ini-kata-pengusaha-Y4YPWWQ8Ps.jpg</image><title>Lulusan UI kalah dengan Lulusan STM saat melamar kerja (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Viral sarjana lulusan Universitas Indonesia (UI) kalah saing dengan lulusan STM. Jagat maya dihebohkan dengan curhatan lulusan sarjana UI yang kecewa karena kalah bersaing dengan lulusan STM untuk masuk di perusahaan produsen alat sistem pertahanan matra laut, PT PAL Indonesia (Persero).
Tak hanya itu, pemegang Ijazah STM tersebut pun bahkan berhasil menggeser 15 pelamar lain yang juga merupakan pemegang ijazah sarjana (S1).

BACA JUGA:
Viral Curhatan Sarjana Teknik Mesin UI Kalah Saing dengan Lulusan STM di Dunia Kerja


Menanggapi hal tersebut, Pengusaha sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi menjelaskan, hal itu lantaran lulusan perguruan tinggi meminta standar gaji tinggi (di atas Upah Minimum Provinsi/UMP) sedangkan lulusan STM siap terima gaji sesuai UMP.

BACA JUGA:
 Prabowo Soroti Berkembangnya Tiongkok, karena Lahirkan Ribuan Lulusan STEM 


Selain itu, keunggulan dari lulusan STM, mau di latih atau training sesuai kebutuhan perusahaan sementara lulusan perguruan tinggi berpegang pada ilmu kemampuan yang miliki.
&quot;Teman teman STM sekarang ini itu kalau kita bilang dia bisa siap bekerja tetapi gajinya tidak terlalu tinggi akhirnya mereka dilatih itu mau, ditraining di perusahaan-perusahaan. Sementara lulusan perguruan tinggi itu banyak yang menyebut inflasi. Jadi mereka sudah punya standar karena sebagai lulusan perguruan tinggi, minta gajinya pasti kan beda,&quot; ujar Diana saat ditemui MNC Portal di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (31/5/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNy8xMy81NS85OTYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Diana pun membenarkan bahwa kini banyak perusahaan yang merekrut  karyawan lulusan STM dibandingkan lulusan perguruan tinggi. Menurut  Diana, hal itu tidak masalah, sebab kemampuan lulusan STM tidak kalah  saing dengan para lulusan perguruan tinggi setelah diasah kemampuannya.
&quot;Tapi pada saat implementasi bekerja ternyata teman-teman STM itu  nggak kalah dengan teman-teman dari perguruan tinggi. Itu benar benar  terjadi loh,&quot; ungkapnya.
Diana menambahkan, para job seeker lulusan STM mau menerima pekerjaan  dengan gaji yang ditawarkan perusahaan lantaran kesempatan mereka untuk  masuk ke sektor Kementerian, ataupun perusahaan BUMN-BUMN besar lainnya  kecil, karena sudah direbut oleh para job seeker lulusan perguruan  tinggi.
&quot;Standarnya karyawan baru itu sekarang kita pakainya UMP. Nah dari  situ perguruan tinggi biasanya nggak mau, mereka lebih mau milih yang  pembukaan lowongan kerja dari BUMN, kementerian. Nah mereka lari ke sana  semua sedangkan yang STM mereka tidak bisa ke situ. Sementara dia (STM)  punya kemampuan, skill dia bagus, dia bisa diterima walaupun dengan  UMP,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Viral sarjana lulusan Universitas Indonesia (UI) kalah saing dengan lulusan STM. Jagat maya dihebohkan dengan curhatan lulusan sarjana UI yang kecewa karena kalah bersaing dengan lulusan STM untuk masuk di perusahaan produsen alat sistem pertahanan matra laut, PT PAL Indonesia (Persero).
Tak hanya itu, pemegang Ijazah STM tersebut pun bahkan berhasil menggeser 15 pelamar lain yang juga merupakan pemegang ijazah sarjana (S1).

BACA JUGA:
Viral Curhatan Sarjana Teknik Mesin UI Kalah Saing dengan Lulusan STM di Dunia Kerja


Menanggapi hal tersebut, Pengusaha sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi menjelaskan, hal itu lantaran lulusan perguruan tinggi meminta standar gaji tinggi (di atas Upah Minimum Provinsi/UMP) sedangkan lulusan STM siap terima gaji sesuai UMP.

BACA JUGA:
 Prabowo Soroti Berkembangnya Tiongkok, karena Lahirkan Ribuan Lulusan STEM 


Selain itu, keunggulan dari lulusan STM, mau di latih atau training sesuai kebutuhan perusahaan sementara lulusan perguruan tinggi berpegang pada ilmu kemampuan yang miliki.
&quot;Teman teman STM sekarang ini itu kalau kita bilang dia bisa siap bekerja tetapi gajinya tidak terlalu tinggi akhirnya mereka dilatih itu mau, ditraining di perusahaan-perusahaan. Sementara lulusan perguruan tinggi itu banyak yang menyebut inflasi. Jadi mereka sudah punya standar karena sebagai lulusan perguruan tinggi, minta gajinya pasti kan beda,&quot; ujar Diana saat ditemui MNC Portal di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (31/5/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNy8xMy81NS85OTYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Diana pun membenarkan bahwa kini banyak perusahaan yang merekrut  karyawan lulusan STM dibandingkan lulusan perguruan tinggi. Menurut  Diana, hal itu tidak masalah, sebab kemampuan lulusan STM tidak kalah  saing dengan para lulusan perguruan tinggi setelah diasah kemampuannya.
&quot;Tapi pada saat implementasi bekerja ternyata teman-teman STM itu  nggak kalah dengan teman-teman dari perguruan tinggi. Itu benar benar  terjadi loh,&quot; ungkapnya.
Diana menambahkan, para job seeker lulusan STM mau menerima pekerjaan  dengan gaji yang ditawarkan perusahaan lantaran kesempatan mereka untuk  masuk ke sektor Kementerian, ataupun perusahaan BUMN-BUMN besar lainnya  kecil, karena sudah direbut oleh para job seeker lulusan perguruan  tinggi.
&quot;Standarnya karyawan baru itu sekarang kita pakainya UMP. Nah dari  situ perguruan tinggi biasanya nggak mau, mereka lebih mau milih yang  pembukaan lowongan kerja dari BUMN, kementerian. Nah mereka lari ke sana  semua sedangkan yang STM mereka tidak bisa ke situ. Sementara dia (STM)  punya kemampuan, skill dia bagus, dia bisa diterima walaupun dengan  UMP,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
