<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganggu Ketahanan Energi RI, Menteri ESDM ke Shell soal Blok Masela: Jangan Sandera Kita!</title><description>Arifin Tasrif mengaku kecewa terhadap lambatnya proses akusisi hak partisiasi atau participating interest (pi) 35% Blok Masela</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823302/ganggu-ketahanan-energi-ri-menteri-esdm-ke-shell-soal-blok-masela-jangan-sandera-kita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823302/ganggu-ketahanan-energi-ri-menteri-esdm-ke-shell-soal-blok-masela-jangan-sandera-kita"/><item><title>Ganggu Ketahanan Energi RI, Menteri ESDM ke Shell soal Blok Masela: Jangan Sandera Kita!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823302/ganggu-ketahanan-energi-ri-menteri-esdm-ke-shell-soal-blok-masela-jangan-sandera-kita</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823302/ganggu-ketahanan-energi-ri-menteri-esdm-ke-shell-soal-blok-masela-jangan-sandera-kita</guid><pubDate>Rabu 31 Mei 2023 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/31/320/2823302/ganggu-ketahanan-energi-ri-menteri-esdm-ke-shell-soal-blok-masela-jangan-sandera-kita-pnEtsXg3Q8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM kecewa dengan lambatnya proses akuisisi blok masela (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/31/320/2823302/ganggu-ketahanan-energi-ri-menteri-esdm-ke-shell-soal-blok-masela-jangan-sandera-kita-pnEtsXg3Q8.jpg</image><title>Menteri ESDM kecewa dengan lambatnya proses akuisisi blok masela (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku kecewa terhadap lambatnya proses akusisi hak partisiasi atau participating interest (pi) 35% Blok Masela oleh Shell kepada PT Pertamina.

BACA JUGA:
Shell Cabut dari Blok Masela, DPR: Jangan Mau Dipermainkan Perusahaan Energi Belanda


Dia pun meminta perusahaan asal Belanda itu bersungguh-sungguh dalam melepas Blok Masela. Dikatakannya, lambatnya proses ini akan mengganggu transisi hingga ketahanan energi.
&quot;Kita minta shell sungguh-sungguh untuk ini, kita serius. Karena ini mengganggu transisi energi kita, mengganggu ketahanan energi kita, ini yang krusial,&quot; ujarnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (31/5/2023).

BACA JUGA:
Sikap Menteri ESDM soal Ambil Alih Blok Masela


Arifin menambahkan, apalagi proyek ini sudah mundur cukup lama, sehingga akan menggangu proyek migas pemerintah yang sejatinya ditargetkan beroperasi pada 2027.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMC80LzE2MDQ2MS81L3g4ajZuZGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Karena sudah delay berapa tahun, delay harusnya 2027 sudah COD tapi dengan adanya ini kan mundur,&quot; tegasnya.
Dia juga mengaku kecewa lantaran pemerintah selama ini sudah  memberikan kesempatan namun Shell menunda-nunda proses akuisisi ini  sehingga terkesan menyandera Indonesia.
&quot;Padahal kita sudah kasih kesempatan Shell untuk OK you divest segera  dicari. Tapi jangan dijadikan ini jangan di sandera kita. Ini sangat  mengganggu ketahanan energi nasional,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku kecewa terhadap lambatnya proses akusisi hak partisiasi atau participating interest (pi) 35% Blok Masela oleh Shell kepada PT Pertamina.

BACA JUGA:
Shell Cabut dari Blok Masela, DPR: Jangan Mau Dipermainkan Perusahaan Energi Belanda


Dia pun meminta perusahaan asal Belanda itu bersungguh-sungguh dalam melepas Blok Masela. Dikatakannya, lambatnya proses ini akan mengganggu transisi hingga ketahanan energi.
&quot;Kita minta shell sungguh-sungguh untuk ini, kita serius. Karena ini mengganggu transisi energi kita, mengganggu ketahanan energi kita, ini yang krusial,&quot; ujarnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (31/5/2023).

BACA JUGA:
Sikap Menteri ESDM soal Ambil Alih Blok Masela


Arifin menambahkan, apalagi proyek ini sudah mundur cukup lama, sehingga akan menggangu proyek migas pemerintah yang sejatinya ditargetkan beroperasi pada 2027.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMC80LzE2MDQ2MS81L3g4ajZuZGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Karena sudah delay berapa tahun, delay harusnya 2027 sudah COD tapi dengan adanya ini kan mundur,&quot; tegasnya.
Dia juga mengaku kecewa lantaran pemerintah selama ini sudah  memberikan kesempatan namun Shell menunda-nunda proses akuisisi ini  sehingga terkesan menyandera Indonesia.
&quot;Padahal kita sudah kasih kesempatan Shell untuk OK you divest segera  dicari. Tapi jangan dijadikan ini jangan di sandera kita. Ini sangat  mengganggu ketahanan energi nasional,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
