<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Pecahan Baru Sulit Ditukarkan di Mesin Otomatis, Ini Penjelasan MRT</title><description>Uang baru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia ternyata tidak  terdektesi oleh mesin tiket otomatis yang ada di stasiun MRT.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823402/uang-pecahan-baru-sulit-ditukarkan-di-mesin-otomatis-ini-penjelasan-mrt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823402/uang-pecahan-baru-sulit-ditukarkan-di-mesin-otomatis-ini-penjelasan-mrt"/><item><title>Uang Pecahan Baru Sulit Ditukarkan di Mesin Otomatis, Ini Penjelasan MRT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823402/uang-pecahan-baru-sulit-ditukarkan-di-mesin-otomatis-ini-penjelasan-mrt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/31/320/2823402/uang-pecahan-baru-sulit-ditukarkan-di-mesin-otomatis-ini-penjelasan-mrt</guid><pubDate>Rabu 31 Mei 2023 20:16 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/31/320/2823402/uang-pecahan-baru-sulit-ditukarkan-di-mesin-otomatis-ini-penjelasan-mrt-HfUYvbNL27.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Progres pembangunan MRT Jakarta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/31/320/2823402/uang-pecahan-baru-sulit-ditukarkan-di-mesin-otomatis-ini-penjelasan-mrt-HfUYvbNL27.jpg</image><title>Progres pembangunan MRT Jakarta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Uang baru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia ternyata tidak terdektesi oleh mesin tiket otomatis yang ada di stasiun MRT. Untuk itu, Direktur Utama MRT Jakarta  Tuhiyat mengungkapkan pihaknya menyediakan loket di setiap stasiun MRT untuk dilakukan penukaran uang baru dengan uang lama.
Hal itu untuk mengatasi permasalahan tidak kompatibelnya uang baru dengan mesin tiket otomatis yang ada di stasiun MRT.

BACA JUGA:
Masuk Tahun Politik, Pembangunan MRT Jakarta Tetap Berlanjut

&quot;Sementara ini uang pengeluaran BI baru yang tidak kompatibel itu, kita sediakan uang yang bisa ditukarkan dengan uang yang lama dan bisa beli,&quot; kata Tuhiyat dalam Forum Jurnalis, di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2023).

BACA JUGA:
MRT Bikin Ranking Jakarta sebagai Kota Termacet di Dunia Turun


Tuhiyat mengakui bahwa proses tersebut akan memakan waktu dan merepotkan semua pihak, baik dari pengguna maupun pekerja di Stasiun MRT. Dia mengatakan, proses tersebut  dilakukan sementara waktu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNy85LzE1ODI5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia mengatakan ke depannya pengguna akan mengalihkan pembayaran  melalui QRIS. Hal itu dilakukan lantaran untuk mempermudah sekaligus  tidak membebankan pihaknya menyesuaikan ketika Bank Indonesia  mengeluarkan uang baru.
&quot;Kenapa sementara dilakukan, karena ketika setiap BI mengeluarkan  uang baru pasti kita akan lakukan modifikasi di mesin kita dan itu cukup  mahal harganya karena perlu di set dulu dari awal. Dan itu tidak  mungkin,&quot; katanya.
&quot;Kita akan ambil kebijakan untuk mengalihkan ke pembayaran melalui QRIS. Supaya lebih mudah,&quot; tambanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Uang baru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia ternyata tidak terdektesi oleh mesin tiket otomatis yang ada di stasiun MRT. Untuk itu, Direktur Utama MRT Jakarta  Tuhiyat mengungkapkan pihaknya menyediakan loket di setiap stasiun MRT untuk dilakukan penukaran uang baru dengan uang lama.
Hal itu untuk mengatasi permasalahan tidak kompatibelnya uang baru dengan mesin tiket otomatis yang ada di stasiun MRT.

BACA JUGA:
Masuk Tahun Politik, Pembangunan MRT Jakarta Tetap Berlanjut

&quot;Sementara ini uang pengeluaran BI baru yang tidak kompatibel itu, kita sediakan uang yang bisa ditukarkan dengan uang yang lama dan bisa beli,&quot; kata Tuhiyat dalam Forum Jurnalis, di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2023).

BACA JUGA:
MRT Bikin Ranking Jakarta sebagai Kota Termacet di Dunia Turun


Tuhiyat mengakui bahwa proses tersebut akan memakan waktu dan merepotkan semua pihak, baik dari pengguna maupun pekerja di Stasiun MRT. Dia mengatakan, proses tersebut  dilakukan sementara waktu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNy85LzE1ODI5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia mengatakan ke depannya pengguna akan mengalihkan pembayaran  melalui QRIS. Hal itu dilakukan lantaran untuk mempermudah sekaligus  tidak membebankan pihaknya menyesuaikan ketika Bank Indonesia  mengeluarkan uang baru.
&quot;Kenapa sementara dilakukan, karena ketika setiap BI mengeluarkan  uang baru pasti kita akan lakukan modifikasi di mesin kita dan itu cukup  mahal harganya karena perlu di set dulu dari awal. Dan itu tidak  mungkin,&quot; katanya.
&quot;Kita akan ambil kebijakan untuk mengalihkan ke pembayaran melalui QRIS. Supaya lebih mudah,&quot; tambanya.</content:encoded></item></channel></rss>
