<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laju IHSG Bulan Ini Diproyeksikan Bergerak Sideways</title><description>&amp;nbsp;Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bulan ini diproyeksi bergerak sideways.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/01/278/2823724/laju-ihsg-bulan-ini-diproyeksikan-bergerak-sideways</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/01/278/2823724/laju-ihsg-bulan-ini-diproyeksikan-bergerak-sideways"/><item><title>Laju IHSG Bulan Ini Diproyeksikan Bergerak Sideways</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/01/278/2823724/laju-ihsg-bulan-ini-diproyeksikan-bergerak-sideways</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/01/278/2823724/laju-ihsg-bulan-ini-diproyeksikan-bergerak-sideways</guid><pubDate>Kamis 01 Juni 2023 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/01/278/2823724/laju-ihsg-bulan-ini-diproyeksikan-bergerak-sideways-GGi4aKz0N0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Juni 2023 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/01/278/2823724/laju-ihsg-bulan-ini-diproyeksikan-bergerak-sideways-GGi4aKz0N0.jpg</image><title>IHSG Juni 2023 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bulan ini diproyeksi bergerak sideways. Pergerakan IHSG Juni 2023 masih dipengaruhi beberapa sentimen global.

BACA JUGA:
IHSG Juni 2023 Sulit Tembus Level 6.900, Begini Analisanya

Senior Investment Information Mirae Asset, Nafan Aji Gusta,  memproyeksikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan akan bergerak sideways di bulan Juni mendatang di level 6.558-6.953.
Menurutnya, meskipun kondisi domestik dapat menjadi sentimen positif, namun kondisi global masih menghujani laju IHSG dengan sentimen negatif.

BACA JUGA:
IHSG Akhir Mei 2023 Ditutup Bervariasi, Transaksi Harian Bursa Naik Jadi Rp17,17 Triliun

&quot;Meskipun terdapat berbagai aksi koorporasi seperti pembagian dividen dari berbagai emiten, neraca perdagangan masih surplus, serta data makro ekonomi yang masih impressive, namun sentimen negatif tetap berdatangan dari global,&quot; jelasnya kepada MPI, Kamis, (1/6/2023).


Menurutnya, laju perdagangan terganggu akibat dampak dari risiko gagal bayar utang AS, kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi yang melambat, serta juga diiringi oleh probabilitas ancaman resesi yang semakin besar.
&quot;Selain itu kinerja komoditas Indonesia masih mengalami penurunan,&quot; tandasnya.
Saat ini, lanjutnya, pergerakan Indeks memang mendapat pengaruh yang besar dari faktor eksternal.</description><content:encoded>JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bulan ini diproyeksi bergerak sideways. Pergerakan IHSG Juni 2023 masih dipengaruhi beberapa sentimen global.

BACA JUGA:
IHSG Juni 2023 Sulit Tembus Level 6.900, Begini Analisanya

Senior Investment Information Mirae Asset, Nafan Aji Gusta,  memproyeksikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan akan bergerak sideways di bulan Juni mendatang di level 6.558-6.953.
Menurutnya, meskipun kondisi domestik dapat menjadi sentimen positif, namun kondisi global masih menghujani laju IHSG dengan sentimen negatif.

BACA JUGA:
IHSG Akhir Mei 2023 Ditutup Bervariasi, Transaksi Harian Bursa Naik Jadi Rp17,17 Triliun

&quot;Meskipun terdapat berbagai aksi koorporasi seperti pembagian dividen dari berbagai emiten, neraca perdagangan masih surplus, serta data makro ekonomi yang masih impressive, namun sentimen negatif tetap berdatangan dari global,&quot; jelasnya kepada MPI, Kamis, (1/6/2023).


Menurutnya, laju perdagangan terganggu akibat dampak dari risiko gagal bayar utang AS, kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi yang melambat, serta juga diiringi oleh probabilitas ancaman resesi yang semakin besar.
&quot;Selain itu kinerja komoditas Indonesia masih mengalami penurunan,&quot; tandasnya.
Saat ini, lanjutnya, pergerakan Indeks memang mendapat pengaruh yang besar dari faktor eksternal.</content:encoded></item></channel></rss>
