<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sindir Pengusaha Tekstil dan Garmen, Ketum Apindo: Tutup Pabrik Tidak Laporan</title><description>&amp;nbsp;Industri tekstil dan garmen mengalami tekanan semenjak pandemi covid-19.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/01/320/2823802/sindir-pengusaha-tekstil-dan-garmen-ketum-apindo-tutup-pabrik-tidak-laporan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/01/320/2823802/sindir-pengusaha-tekstil-dan-garmen-ketum-apindo-tutup-pabrik-tidak-laporan"/><item><title>Sindir Pengusaha Tekstil dan Garmen, Ketum Apindo: Tutup Pabrik Tidak Laporan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/01/320/2823802/sindir-pengusaha-tekstil-dan-garmen-ketum-apindo-tutup-pabrik-tidak-laporan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/01/320/2823802/sindir-pengusaha-tekstil-dan-garmen-ketum-apindo-tutup-pabrik-tidak-laporan</guid><pubDate>Kamis 01 Juni 2023 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/01/320/2823802/sindir-pengusaha-tekstil-dan-garmen-ketum-apindo-tutup-pabrik-tidak-laporan-R8HrB6VcFB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gelombang PHK industri tekstil (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/01/320/2823802/sindir-pengusaha-tekstil-dan-garmen-ketum-apindo-tutup-pabrik-tidak-laporan-R8HrB6VcFB.jpg</image><title>Gelombang PHK industri tekstil (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Industri tekstil dan garmen mengalami tekanan semenjak pandemi covid-19. Bahkan industri tersebut mengalami gelombang PHK&amp;nbsp;dan penutupan pabrik.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Haryadi Sukamdani mengatakan saat ini beberapa pabrik yang bergerak di industri tekstil, garmen, dan alas kaki tengah mengalami penurunan order. Bahkan hal itu sampai berdampak pada beberapa pabrik yang melakukan penutupan.

BACA JUGA:
PHK Merajalela, Pengusaha Tekstil Minta Penjualan Produk Impor Dibatasi

Namun menurutnya masih banyak industri atau pabrik yang tidak melaporkan langkah penutupan pabrik tersebut. Baik kepada Asosiasi Pengusaha maupun Kementerian Ketenagakerjan atau Dinas Tenaga Kerja setempat.
&quot;Sempat ada laporan, 1 pabrik tekstil dan 1 pabrik sepatu yang tutup, tapi kita repotnya itu kadang mereka kalau tutup itu tidak pernah ngomong gitu lho, tiba-tiba tutup, kan susah tidak ada laporannya. Beda kalau buka perusahaan, mereka ramai-ramai kasih pengumuman, tapi kalau tutup mereka diam-diam,&quot; ujar Haryadi di kantornya, Kamis (1/6/2023).

BACA JUGA:
Marak Importir Ilegal, Industri Tekstil RI Terancam

Hariyadi menjelaskan fenomena penutupan pabrik tersebut terjadi di industri yang berorientasi pada pasar ekspor. Sedangkan permintaan barang dari beberapa negara tujuan tengah mengalami penurunan yang disebabkan karena pelemahan ekonomi dan pembatasan jalur perdagangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOS8xLzE2NDQxMS81L3g4ajk3OTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kalau ini masalahnya itu kebanyakan (industri) ekspor di industri padat karya, ada pembatasan juga dari beberapa negara sehingga permintaan turun, sehingga mereka kesulitan berjualan,&quot; sambungnya.
Nemun menurutnya hingga saat ini, beberapa industri selain sektor garmen, tekstil, maupun alas kaki kinerjanya masih cukup baik atau tidak ada tanda-tanda mengalami pelemahan yang terdampak dari kondisi perekonomian global.
&quot;Tiga Minggu sudah muncul dari tekstil dan dari garmen (laffoff), sementara itu, kalau yang lain Alhamdulillah masih oke, yang tutup itu ada pabrik tekstil dan sepatu, ada beberapa memang (yang tutup), tapi yang bermasalah memang disektor itu, yang lain masih bagus,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri tekstil dan garmen mengalami tekanan semenjak pandemi covid-19. Bahkan industri tersebut mengalami gelombang PHK&amp;nbsp;dan penutupan pabrik.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Haryadi Sukamdani mengatakan saat ini beberapa pabrik yang bergerak di industri tekstil, garmen, dan alas kaki tengah mengalami penurunan order. Bahkan hal itu sampai berdampak pada beberapa pabrik yang melakukan penutupan.

BACA JUGA:
PHK Merajalela, Pengusaha Tekstil Minta Penjualan Produk Impor Dibatasi

Namun menurutnya masih banyak industri atau pabrik yang tidak melaporkan langkah penutupan pabrik tersebut. Baik kepada Asosiasi Pengusaha maupun Kementerian Ketenagakerjan atau Dinas Tenaga Kerja setempat.
&quot;Sempat ada laporan, 1 pabrik tekstil dan 1 pabrik sepatu yang tutup, tapi kita repotnya itu kadang mereka kalau tutup itu tidak pernah ngomong gitu lho, tiba-tiba tutup, kan susah tidak ada laporannya. Beda kalau buka perusahaan, mereka ramai-ramai kasih pengumuman, tapi kalau tutup mereka diam-diam,&quot; ujar Haryadi di kantornya, Kamis (1/6/2023).

BACA JUGA:
Marak Importir Ilegal, Industri Tekstil RI Terancam

Hariyadi menjelaskan fenomena penutupan pabrik tersebut terjadi di industri yang berorientasi pada pasar ekspor. Sedangkan permintaan barang dari beberapa negara tujuan tengah mengalami penurunan yang disebabkan karena pelemahan ekonomi dan pembatasan jalur perdagangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOS8xLzE2NDQxMS81L3g4ajk3OTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kalau ini masalahnya itu kebanyakan (industri) ekspor di industri padat karya, ada pembatasan juga dari beberapa negara sehingga permintaan turun, sehingga mereka kesulitan berjualan,&quot; sambungnya.
Nemun menurutnya hingga saat ini, beberapa industri selain sektor garmen, tekstil, maupun alas kaki kinerjanya masih cukup baik atau tidak ada tanda-tanda mengalami pelemahan yang terdampak dari kondisi perekonomian global.
&quot;Tiga Minggu sudah muncul dari tekstil dan dari garmen (laffoff), sementara itu, kalau yang lain Alhamdulillah masih oke, yang tutup itu ada pabrik tekstil dan sepatu, ada beberapa memang (yang tutup), tapi yang bermasalah memang disektor itu, yang lain masih bagus,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
