<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Pantau Ketat Saham ETWA, Beri Notasi Khusus</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/278/2825233/bei-pantau-ketat-saham-etwa-beri-notasi-khusus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/278/2825233/bei-pantau-ketat-saham-etwa-beri-notasi-khusus"/><item><title>BEI Pantau Ketat Saham ETWA, Beri Notasi Khusus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/278/2825233/bei-pantau-ketat-saham-etwa-beri-notasi-khusus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/278/2825233/bei-pantau-ketat-saham-etwa-beri-notasi-khusus</guid><pubDate>Senin 05 Juni 2023 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/05/278/2825233/bei-pantau-ketat-saham-etwa-beri-notasi-khusus-rHEMMJ5V6U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI pantau ketat saham ETWA (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/05/278/2825233/bei-pantau-ketat-saham-etwa-beri-notasi-khusus-rHEMMJ5V6U.jpg</image><title>BEI pantau ketat saham ETWA (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA). Pasalnya perusahaan melaporkan tidak membukukan pendapatan pada kuartal I 2023.
BEI pun memberi stempel notasi khusus 'S' diterapkan terhadap produsen bahan kimia ini.

BACA JUGA:
Rekomendasi Saham saat BEI Terapkan Auto Rejection Bawah 15% Hari Ini


&quot;Dengan ini Bursa menetapkan Daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus berlaku efektif pada tanggal 5 Juni 2023,&quot; kata BEI dalam pengumumannya, dikutip Senin (5/6/2023).
ETWA merupakan perusahaan industri bahan kimia yang menjual fatty acid metyl ester (FAME), tandan buah segar (TBS), dan aneka jenis bahan kimia lainnya.

BACA JUGA:
BEI Ubah Batasan ARB Jadi 15% Mulai 5 Juni 2023


Berdasarkan laporan keuangan tiga bulan pertama 2023, perseroan tidak membukukan pendapatan sama sekali. Ini berbanding terbalik dari penjualan pada periode sama tahun 2022 sebesar Rp20,63 miliar.
Posisi keuangan ini mendorong ETWA membukukan rugi bersih senilai Rp7,61 miliar, dengan jumlah defisit rugi mencapai Rp1,08 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tak hanya perkara rugi, ETWA juga mengalami defisiensi modal  (ekuitas) mencapai Rp405,65 miliar. Dengan kondisi ini, BEI turut  memberikan stempel 'E' untuk ekuitas negatif, dan 'X' yang berarti masuk  dalam daftar efek dalam pemantauan khusus.
Hingga penutupan sesi pertama Senin (5/6), saham ETWA jatuh 9,94% di  Rp163. Transaksi bersih mencapai Rp28,35 juta dari total 173,1 ribu  saham yang diperdagangkan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA). Pasalnya perusahaan melaporkan tidak membukukan pendapatan pada kuartal I 2023.
BEI pun memberi stempel notasi khusus 'S' diterapkan terhadap produsen bahan kimia ini.

BACA JUGA:
Rekomendasi Saham saat BEI Terapkan Auto Rejection Bawah 15% Hari Ini


&quot;Dengan ini Bursa menetapkan Daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus berlaku efektif pada tanggal 5 Juni 2023,&quot; kata BEI dalam pengumumannya, dikutip Senin (5/6/2023).
ETWA merupakan perusahaan industri bahan kimia yang menjual fatty acid metyl ester (FAME), tandan buah segar (TBS), dan aneka jenis bahan kimia lainnya.

BACA JUGA:
BEI Ubah Batasan ARB Jadi 15% Mulai 5 Juni 2023


Berdasarkan laporan keuangan tiga bulan pertama 2023, perseroan tidak membukukan pendapatan sama sekali. Ini berbanding terbalik dari penjualan pada periode sama tahun 2022 sebesar Rp20,63 miliar.
Posisi keuangan ini mendorong ETWA membukukan rugi bersih senilai Rp7,61 miliar, dengan jumlah defisit rugi mencapai Rp1,08 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tak hanya perkara rugi, ETWA juga mengalami defisiensi modal  (ekuitas) mencapai Rp405,65 miliar. Dengan kondisi ini, BEI turut  memberikan stempel 'E' untuk ekuitas negatif, dan 'X' yang berarti masuk  dalam daftar efek dalam pemantauan khusus.
Hingga penutupan sesi pertama Senin (5/6), saham ETWA jatuh 9,94% di  Rp163. Transaksi bersih mencapai Rp28,35 juta dari total 173,1 ribu  saham yang diperdagangkan.</content:encoded></item></channel></rss>
