<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Korsel Jajaki Kerjasama Pengembangan Teknologi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan</title><description>KKP akan  bekerja sama untuk mengembangkan teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/320/2825262/ri-korsel-jajaki-kerjasama-pengembangan-teknologi-pengelolaan-sampah-ramah-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/320/2825262/ri-korsel-jajaki-kerjasama-pengembangan-teknologi-pengelolaan-sampah-ramah-lingkungan"/><item><title>RI-Korsel Jajaki Kerjasama Pengembangan Teknologi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/320/2825262/ri-korsel-jajaki-kerjasama-pengembangan-teknologi-pengelolaan-sampah-ramah-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/320/2825262/ri-korsel-jajaki-kerjasama-pengembangan-teknologi-pengelolaan-sampah-ramah-lingkungan</guid><pubDate>Senin 05 Juni 2023 12:26 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/05/320/2825262/ri-korsel-jajaki-kerjasama-pengembangan-teknologi-pengelolaan-sampah-ramah-lingkungan-mstH3frOwj.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">RI-Korsel jalin kerjasama (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/05/320/2825262/ri-korsel-jajaki-kerjasama-pengembangan-teknologi-pengelolaan-sampah-ramah-lingkungan-mstH3frOwj.jpeg</image><title>RI-Korsel jalin kerjasama (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan  bekerja sama untuk mengembangkan teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan. Hal itu menjadi salah satu fokus dalam dalam kerja sama yang akan dilakukan dengan Pusan National University (PNU), Korea Selatan melalui pendirian pusat kerjasama teknologi kelautan ramah lingkungan.
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf Manoppo bersama Presiden PNU Cha Jeong In akan bekerja sama mengembangkan teknologi di galangan kapal dan sektor kelautan kedua negara. Ini dilakukan karena kondisi sampah laut dan plastik akan mengancam kesehatan keanekaragaman hayati laut, industri dan masyarakat.

BACA JUGA:
Ekspor Pasir Laut Ada di Tim Kajian, Menteri KKP Ajak Walhi-Greenpeace


&amp;ldquo;Pengurangan sampah laut dan plastik relevan dengan salah satu kebijakan ekonomi biru KKP yaitu membersihkan lautan melalui partisipasi para nelayan, kami menyebutnya program Bulan Cinta Laut,&amp;rdquo; ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf Manoppo dalam keterangan resmi, ditulis Senin (5/6/2023).
Kerja sama ini pun disebut sebagai langkah awal untuk mengeksplorasi lebih jauh bagaimana menciptakan lautan yang lebih sehat melalui pemanfaatan teknologi yang dapat mengurangi sampah laut dan plastik sehingga akan berkontribusi pada konservasi lingkungan laut, pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan serta pencapaian target nasional untuk mengatasi volume sampah plastik.

BACA JUGA:
Menteri KKP soal Ekspor Pasir Laut ke Singapura, Harganya Mahal?


Pada kesempatan yang sama, Presiden PNU Jeong In Cha mengatakan, Hydrogen Ship Technology Center menjadi contoh kapal ramah lingkungan untuk mengumpulkan dan mengolah sampah laut yang mengapung di laut.
&quot;Hydrogen Ship Technology Center (HSTC) mengajukan perjanjian ini ke Pusan National University, dan Profesor Jae Myung Lee sebagai kepala Hydrogen Ship Technology Center menerima dukungan administrasi dan keuangan dari pemerintah untuk sumber daya dan pengembangan di bidang kapal hidrogen. Selain itu, Hydrogen Ship Technology Center menarik perhatian besar di dalam dan luar negeri karena mempromosikan proyek pengembangan dan menjadi contoh kapal ramah lingkungan yang mengumpulkan dan mengolah sampah laut yang mengapung,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNC8xLzE2NjgyMy81L3g4bGh6Z2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ke depan, PNU akan melakukan berbagai upaya untuk memperkuat  penelitian bersama di tingkat internasional dalam bidang teknik,  lingkungan dan kelautan. PNU juga akan mengadakan pertukaran mahasiswa  ataupun kerja sama dalam pengembangan kebijakan maritim dan kebijakan  ramah lingkungan.
&quot;Saya berharap Korea dan Indonesia dapat mempertahankan kemitraan  yang akan memberikan kontribusi bagi masyarakat internasional, seperti  penyelesaian masalah sampah laut, melalui kerja sama di masa mendatang,&quot;  pungkasnya.
Sebagai informasi, PNU terus berkembang dan berhasil menjadi  universitas yang terkemuka di bidang hidrogen dan energi ramah  lingkungan. Hydrogen Ship Technology Center yang berada di tengah  menjadi penghubung dan wadah untuk pertukaran dan kerja sama dengan  Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan  bekerja sama untuk mengembangkan teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan. Hal itu menjadi salah satu fokus dalam dalam kerja sama yang akan dilakukan dengan Pusan National University (PNU), Korea Selatan melalui pendirian pusat kerjasama teknologi kelautan ramah lingkungan.
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf Manoppo bersama Presiden PNU Cha Jeong In akan bekerja sama mengembangkan teknologi di galangan kapal dan sektor kelautan kedua negara. Ini dilakukan karena kondisi sampah laut dan plastik akan mengancam kesehatan keanekaragaman hayati laut, industri dan masyarakat.

BACA JUGA:
Ekspor Pasir Laut Ada di Tim Kajian, Menteri KKP Ajak Walhi-Greenpeace


&amp;ldquo;Pengurangan sampah laut dan plastik relevan dengan salah satu kebijakan ekonomi biru KKP yaitu membersihkan lautan melalui partisipasi para nelayan, kami menyebutnya program Bulan Cinta Laut,&amp;rdquo; ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf Manoppo dalam keterangan resmi, ditulis Senin (5/6/2023).
Kerja sama ini pun disebut sebagai langkah awal untuk mengeksplorasi lebih jauh bagaimana menciptakan lautan yang lebih sehat melalui pemanfaatan teknologi yang dapat mengurangi sampah laut dan plastik sehingga akan berkontribusi pada konservasi lingkungan laut, pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan serta pencapaian target nasional untuk mengatasi volume sampah plastik.

BACA JUGA:
Menteri KKP soal Ekspor Pasir Laut ke Singapura, Harganya Mahal?


Pada kesempatan yang sama, Presiden PNU Jeong In Cha mengatakan, Hydrogen Ship Technology Center menjadi contoh kapal ramah lingkungan untuk mengumpulkan dan mengolah sampah laut yang mengapung di laut.
&quot;Hydrogen Ship Technology Center (HSTC) mengajukan perjanjian ini ke Pusan National University, dan Profesor Jae Myung Lee sebagai kepala Hydrogen Ship Technology Center menerima dukungan administrasi dan keuangan dari pemerintah untuk sumber daya dan pengembangan di bidang kapal hidrogen. Selain itu, Hydrogen Ship Technology Center menarik perhatian besar di dalam dan luar negeri karena mempromosikan proyek pengembangan dan menjadi contoh kapal ramah lingkungan yang mengumpulkan dan mengolah sampah laut yang mengapung,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNC8xLzE2NjgyMy81L3g4bGh6Z2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ke depan, PNU akan melakukan berbagai upaya untuk memperkuat  penelitian bersama di tingkat internasional dalam bidang teknik,  lingkungan dan kelautan. PNU juga akan mengadakan pertukaran mahasiswa  ataupun kerja sama dalam pengembangan kebijakan maritim dan kebijakan  ramah lingkungan.
&quot;Saya berharap Korea dan Indonesia dapat mempertahankan kemitraan  yang akan memberikan kontribusi bagi masyarakat internasional, seperti  penyelesaian masalah sampah laut, melalui kerja sama di masa mendatang,&quot;  pungkasnya.
Sebagai informasi, PNU terus berkembang dan berhasil menjadi  universitas yang terkemuka di bidang hidrogen dan energi ramah  lingkungan. Hydrogen Ship Technology Center yang berada di tengah  menjadi penghubung dan wadah untuk pertukaran dan kerja sama dengan  Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
