<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Ekonomi RI Ekspansif tapi Harus Hati-Hati</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ekonomi Indonesia masih ekspansif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/320/2825427/sri-mulyani-ekonomi-ri-ekspansif-tapi-harus-hati-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/320/2825427/sri-mulyani-ekonomi-ri-ekspansif-tapi-harus-hati-hati"/><item><title>Sri Mulyani: Ekonomi RI Ekspansif tapi Harus Hati-Hati</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/320/2825427/sri-mulyani-ekonomi-ri-ekspansif-tapi-harus-hati-hati</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/05/320/2825427/sri-mulyani-ekonomi-ri-ekspansif-tapi-harus-hati-hati</guid><pubDate>Senin 05 Juni 2023 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/05/320/2825427/sri-mulyani-ekonomi-ri-ekspansif-tapi-harus-hati-hati-4C6iOyx0AJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut ekonomi RI ekspansif (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/05/320/2825427/sri-mulyani-ekonomi-ri-ekspansif-tapi-harus-hati-hati-4C6iOyx0AJ.jpg</image><title>Sri Mulyani sebut ekonomi RI ekspansif (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ekonomi Indonesia masih ekspansif. Namun dia mengingatkan agar tetap perlu berhati-hati dengan risiko dari dinamika perekonomian global.
&amp;ldquo;Perekonomian kita masih ekspansif. Di satu sisi, tetap optimis. Tapi, di sisi lain tetap harus hati-hati, karena memang risikonya cukup nyata,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dilansir dari Antara, Senin (5/6/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Usul Anggaran Infrastruktur Rp477 Triliun di Akhir Jabatan Jokowi, Daerah Ini Paling Untung


Dalam paparannya, Menkeu menjelaskan pertumbuhan ekonomi mitra dagang masih tertekan, khususnya Amerika Serikat dan Eropa.
Meski perekonomian AS masih tangguh dan tidak masuk ke dalam jurang resesi, namun pertumbuhannya hanya sedikit berada di atas 1%. Sementara rata-rata pertumbuhan ekonomi di Eropa hanya berkisar 0% hingga 1%.

BACA JUGA:
Turunkan Kemiskinan Pakai Bansos dan BLT, Sri Mulyani Kucurkan Rp546,9 Triliun


Di sisi lain, China mengalami pertumbuhan yang moderat, yakni di kisaran 3% pada kuartal I-2023. Pertumbuhan tersebut jauh lebih rendah dari prakiraan sebelumnya ketika mereka membuka kembali perekonomian dan mobilitas masyarakatnya.
&amp;ldquo;Ini menggambarkan bahwa higher for longer bisa menghasilkan perekonomian weaker for longer juga, baik untuk Eropa, Amerika, dan eksternal kita, termasuk RRT (Republik Rakyat Tiongkok),&amp;rdquo; ujar Menkeu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bendahara Negara menambahkan, China berencana memformulasikan  kebijakan baru untuk mendongkrak kembali perekonomiannya, terutama yang  berkenaan dengan sektor properti.
Dia berharap kebijakan baru tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan  ekonomi China, dunia, serta Indonesia. Sebab, perekonomian China yang  tertahan membuat permintaan komoditas ke Indonesia turut melemah,  sehingga kinerja ekspor dan impor mulai menunjukkan kecenderungan yang  terkoreksi.
Sementara itu, di Indonesia beberapa indikator aktivitas perekonomian  masih ekspansif. Hal itu tercermin pada optimisme masyarakat yang  menguat serta peningkatan Mandiri Spending Index.
Namun, Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) manufaktur menunjukkan  kinerja yang perlu diwaspadai. Data terbaru menunjukkan PMI berada di  level 50,3 pada Mei 2023, lebih rendah dari indeks April 2023 yang  tercatat sebesar 52,7.
&amp;ldquo;Ini melemah dibanding bulan lalu. Namun, kita masih ekspansif. Kalau  kita lihat negara-negara lain masih kontraktif, bahkan Vietnam yang  selama ini dalam posisi kuat juga sedang dalam posisi kontraktif untuk  PMI-nya,&amp;rdquo; jelas Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ekonomi Indonesia masih ekspansif. Namun dia mengingatkan agar tetap perlu berhati-hati dengan risiko dari dinamika perekonomian global.
&amp;ldquo;Perekonomian kita masih ekspansif. Di satu sisi, tetap optimis. Tapi, di sisi lain tetap harus hati-hati, karena memang risikonya cukup nyata,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dilansir dari Antara, Senin (5/6/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Usul Anggaran Infrastruktur Rp477 Triliun di Akhir Jabatan Jokowi, Daerah Ini Paling Untung


Dalam paparannya, Menkeu menjelaskan pertumbuhan ekonomi mitra dagang masih tertekan, khususnya Amerika Serikat dan Eropa.
Meski perekonomian AS masih tangguh dan tidak masuk ke dalam jurang resesi, namun pertumbuhannya hanya sedikit berada di atas 1%. Sementara rata-rata pertumbuhan ekonomi di Eropa hanya berkisar 0% hingga 1%.

BACA JUGA:
Turunkan Kemiskinan Pakai Bansos dan BLT, Sri Mulyani Kucurkan Rp546,9 Triliun


Di sisi lain, China mengalami pertumbuhan yang moderat, yakni di kisaran 3% pada kuartal I-2023. Pertumbuhan tersebut jauh lebih rendah dari prakiraan sebelumnya ketika mereka membuka kembali perekonomian dan mobilitas masyarakatnya.
&amp;ldquo;Ini menggambarkan bahwa higher for longer bisa menghasilkan perekonomian weaker for longer juga, baik untuk Eropa, Amerika, dan eksternal kita, termasuk RRT (Republik Rakyat Tiongkok),&amp;rdquo; ujar Menkeu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bendahara Negara menambahkan, China berencana memformulasikan  kebijakan baru untuk mendongkrak kembali perekonomiannya, terutama yang  berkenaan dengan sektor properti.
Dia berharap kebijakan baru tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan  ekonomi China, dunia, serta Indonesia. Sebab, perekonomian China yang  tertahan membuat permintaan komoditas ke Indonesia turut melemah,  sehingga kinerja ekspor dan impor mulai menunjukkan kecenderungan yang  terkoreksi.
Sementara itu, di Indonesia beberapa indikator aktivitas perekonomian  masih ekspansif. Hal itu tercermin pada optimisme masyarakat yang  menguat serta peningkatan Mandiri Spending Index.
Namun, Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) manufaktur menunjukkan  kinerja yang perlu diwaspadai. Data terbaru menunjukkan PMI berada di  level 50,3 pada Mei 2023, lebih rendah dari indeks April 2023 yang  tercatat sebesar 52,7.
&amp;ldquo;Ini melemah dibanding bulan lalu. Namun, kita masih ekspansif. Kalau  kita lihat negara-negara lain masih kontraktif, bahkan Vietnam yang  selama ini dalam posisi kuat juga sedang dalam posisi kontraktif untuk  PMI-nya,&amp;rdquo; jelas Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
