<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saldo Negatif, GTS Internasional (GTSI) Tak Bagi Dividen</title><description>PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menetapkan tidak membagi dividen tahun buku 2022</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/278/2826182/saldo-negatif-gts-internasional-gtsi-tak-bagi-dividen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/278/2826182/saldo-negatif-gts-internasional-gtsi-tak-bagi-dividen"/><item><title>Saldo Negatif, GTS Internasional (GTSI) Tak Bagi Dividen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/278/2826182/saldo-negatif-gts-internasional-gtsi-tak-bagi-dividen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/278/2826182/saldo-negatif-gts-internasional-gtsi-tak-bagi-dividen</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2023 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/06/278/2826182/saldo-negatif-gts-internasional-gtsi-tak-bagi-dividen-iIT8ixE7MZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">GTSI tak bagikan dividen (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/06/278/2826182/saldo-negatif-gts-internasional-gtsi-tak-bagi-dividen-iIT8ixE7MZ.jpg</image><title>GTSI tak bagikan dividen (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menetapkan tidak membagi dividen tahun buku 2022 kepada para pemegang saham. Hal ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang digelar hari ini (6/6/2023).
&amp;ldquo;Sampai saat ini, perseroan saldonya masih negatif. Mungkin sekitar dua atau tiga tahun lagi kami baru bisa bagikan dividen,&amp;rdquo; kata Direktur Utama GTSI, Tammy Meidharma dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/6/2023).

BACA JUGA:
Supra Boga Lestari (RANC) Absen Bagi Dividen, Ini Alasannya


Perihal kinerja, sepanjang 2022 lalu perseroan berhasil mencetak kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan tahun 2021. Secara pendapatan, per 31 Desember 2022 GTSI mencatatkan pendapatan sebesar USD41,22 juta, lebih tinggi 34,03% dibandingkan 2021 yang sebesar USD30,75 juta. Hal ini disebabkan oleh peningkatan seluruh komponen pendapatan termasuk jasa sewa kapal dan pengelolaan kapal.

BACA JUGA:
Telkom (TLKM) Tebar Dividen Rp167 per Saham, Berikut Jadwal Pembagiannya


Selain itu, perseroan juga mencetak laba USD5,12 juta, berbalik dari tahun 2021 di mana perseroan mencatatkan rugi sebesar USD11,91 juta. Di sisi lain, beban pokok pendapatan perseroan mengalami penurunan dari sebelumnya USD31,48 juta menjadi USD26,69 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sepanjang tahun 2023 ini, GTSI meyakini bahwa prospek bisnis gas  alam cair di Indonesia masih akan stabil. Hal ini dikarenakan gas bumi  mengambil bagian penting dalam proses transisi energi.
&amp;ldquo;Di Indonesia sendiri masih didominasi dengan rencana proyek  regasifikasi yang telah dicanangkan oleh Pemerintah dalam Keputusan  Menteri ESDM no 249/2022, tentang penunjukan PLN dalam melakukan migrasi  dari bahan bakar minyak ke bahan bakar LNG,&amp;rdquo; kata Direktur GTSI, Dandun  Widodo.
Hal tersebut, lanjut Dandun, mencakup energi transisi dan energi  bersih untuk sejumlah pembangkit listrik di Indonesia. Dalam hal ini,  perseroan menyatakan kesiapan untuk mengambil peran di dalamnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menetapkan tidak membagi dividen tahun buku 2022 kepada para pemegang saham. Hal ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang digelar hari ini (6/6/2023).
&amp;ldquo;Sampai saat ini, perseroan saldonya masih negatif. Mungkin sekitar dua atau tiga tahun lagi kami baru bisa bagikan dividen,&amp;rdquo; kata Direktur Utama GTSI, Tammy Meidharma dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/6/2023).

BACA JUGA:
Supra Boga Lestari (RANC) Absen Bagi Dividen, Ini Alasannya


Perihal kinerja, sepanjang 2022 lalu perseroan berhasil mencetak kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan tahun 2021. Secara pendapatan, per 31 Desember 2022 GTSI mencatatkan pendapatan sebesar USD41,22 juta, lebih tinggi 34,03% dibandingkan 2021 yang sebesar USD30,75 juta. Hal ini disebabkan oleh peningkatan seluruh komponen pendapatan termasuk jasa sewa kapal dan pengelolaan kapal.

BACA JUGA:
Telkom (TLKM) Tebar Dividen Rp167 per Saham, Berikut Jadwal Pembagiannya


Selain itu, perseroan juga mencetak laba USD5,12 juta, berbalik dari tahun 2021 di mana perseroan mencatatkan rugi sebesar USD11,91 juta. Di sisi lain, beban pokok pendapatan perseroan mengalami penurunan dari sebelumnya USD31,48 juta menjadi USD26,69 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sepanjang tahun 2023 ini, GTSI meyakini bahwa prospek bisnis gas  alam cair di Indonesia masih akan stabil. Hal ini dikarenakan gas bumi  mengambil bagian penting dalam proses transisi energi.
&amp;ldquo;Di Indonesia sendiri masih didominasi dengan rencana proyek  regasifikasi yang telah dicanangkan oleh Pemerintah dalam Keputusan  Menteri ESDM no 249/2022, tentang penunjukan PLN dalam melakukan migrasi  dari bahan bakar minyak ke bahan bakar LNG,&amp;rdquo; kata Direktur GTSI, Dandun  Widodo.
Hal tersebut, lanjut Dandun, mencakup energi transisi dan energi  bersih untuk sejumlah pembangkit listrik di Indonesia. Dalam hal ini,  perseroan menyatakan kesiapan untuk mengambil peran di dalamnya.</content:encoded></item></channel></rss>
