<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Premi Asuransi Turun 1,67% Jadi Rp101,34 Triliun pada April 2023</title><description>Akumulasi pendapatan premi sektor asuransi selama periode April 2023 tercatat mencapai Rp101,34 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/278/2826224/premi-asuransi-turun-1-67-jadi-rp101-34-triliun-pada-april-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/278/2826224/premi-asuransi-turun-1-67-jadi-rp101-34-triliun-pada-april-2023"/><item><title>Premi Asuransi Turun 1,67% Jadi Rp101,34 Triliun pada April 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/278/2826224/premi-asuransi-turun-1-67-jadi-rp101-34-triliun-pada-april-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/278/2826224/premi-asuransi-turun-1-67-jadi-rp101-34-triliun-pada-april-2023</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2023 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/06/278/2826224/premi-asuransi-turun-1-67-jadi-rp101-34-triliun-pada-april-2023-qfuLjT4i2z.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi asuransi. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/06/278/2826224/premi-asuransi-turun-1-67-jadi-rp101-34-triliun-pada-april-2023-qfuLjT4i2z.JPG</image><title>Ilustrasi asuransi. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Akumulasi pendapatan premi sektor asuransi selama periode April 2023 tercatat mencapai Rp101,34 triliun.

Angka ini mengalami kontraksi sebesar 1,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kinerja Industri Asuransi di 2022 Menantang, Manulife Catat Pendapatan Premi Rp10 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Adapun, turunnya premi industri asuransi pada bulan ini didorong oleh turunnya premi di lini usaha unit link atau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI).

Sementara itu, akumulasi premi asuransi jiwa turun 10,25% secara tahunan dengan nilai sebesar Rp57,67 triliun per April 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kinerja Industri Asuransi di 2022 Menantang, Manulife Catat Pendapatan Premi Rp10 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun demikian, akumulasi premi asuransi umum masih tumbuh positif 12,55% secara tahunan menjadi Rp43,67 triliun.

&amp;ldquo;OJK terus mencermati normalisasi kinerja asuransi jiwa, serta peningkatan rasio klaim yang mengindikasikan adanya konsolidasi pada pemasaran produk asuransi jiwa khususnya PAYDI,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono dalam &amp;lsquo;Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK&amp;rsquo;, Selasa (6/6/2023).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy80LzE2MjIwNy81L3g4ajZnbzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ogi menuturkan bahwa pihaknya juga akan memastikan proses konsolidasi dapat dikelola dengan baik, dan dampaknya terhadap kesehatan keuangan perusahaan dapat dimitigasi.



Di sisi lain, nilai outstanding piutang pembiayaan masih tumbuh tinggi sebesar 15,13% secara tahunan pada April 2023, menjadi sebesar Rp438,85 triliun.



Hal itu didukung pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 33,4% dan 17,9% secara tahunan.



Profil risiko perusahaan pembiayaan masih terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) tercatat naik menjadi sebesar 2,47%.



Sedangkan, sektor dana pensiun tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 5,03% secara tahunan dengan nilai aset sebesar Rp352,85 triliun.



Di samping itu, kinerja fintech peer to peer (P2P) lending pada April 2023 masih mencatatkan pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 30,63% secara tahunan, menjadi sebesar Rp50,53 triliun.



Sementara itu, tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) naik menjadi 2,82%.



Sedangkan, permodalan di sektor IKNB terjaga dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan Risk Based Capital (RBC) yang di atas threshold masing-masing sebesar 457,79% dan 311,16%.



Meskipun RBC dalam tren yang menurun, namun secara agregat RBC industri asuransi masih berada di atas threshold sebesar 120%.



&amp;ldquo;Begitu pula pada gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,17 kali, meskipun mengalami kenaikan namun jauh di bawah batas maksimum 10 kali,&amp;rdquo; pungkas Ogi.</description><content:encoded>JAKARTA - Akumulasi pendapatan premi sektor asuransi selama periode April 2023 tercatat mencapai Rp101,34 triliun.

Angka ini mengalami kontraksi sebesar 1,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kinerja Industri Asuransi di 2022 Menantang, Manulife Catat Pendapatan Premi Rp10 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Adapun, turunnya premi industri asuransi pada bulan ini didorong oleh turunnya premi di lini usaha unit link atau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI).

Sementara itu, akumulasi premi asuransi jiwa turun 10,25% secara tahunan dengan nilai sebesar Rp57,67 triliun per April 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kinerja Industri Asuransi di 2022 Menantang, Manulife Catat Pendapatan Premi Rp10 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun demikian, akumulasi premi asuransi umum masih tumbuh positif 12,55% secara tahunan menjadi Rp43,67 triliun.

&amp;ldquo;OJK terus mencermati normalisasi kinerja asuransi jiwa, serta peningkatan rasio klaim yang mengindikasikan adanya konsolidasi pada pemasaran produk asuransi jiwa khususnya PAYDI,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono dalam &amp;lsquo;Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK&amp;rsquo;, Selasa (6/6/2023).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy80LzE2MjIwNy81L3g4ajZnbzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ogi menuturkan bahwa pihaknya juga akan memastikan proses konsolidasi dapat dikelola dengan baik, dan dampaknya terhadap kesehatan keuangan perusahaan dapat dimitigasi.



Di sisi lain, nilai outstanding piutang pembiayaan masih tumbuh tinggi sebesar 15,13% secara tahunan pada April 2023, menjadi sebesar Rp438,85 triliun.



Hal itu didukung pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 33,4% dan 17,9% secara tahunan.



Profil risiko perusahaan pembiayaan masih terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) tercatat naik menjadi sebesar 2,47%.



Sedangkan, sektor dana pensiun tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 5,03% secara tahunan dengan nilai aset sebesar Rp352,85 triliun.



Di samping itu, kinerja fintech peer to peer (P2P) lending pada April 2023 masih mencatatkan pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 30,63% secara tahunan, menjadi sebesar Rp50,53 triliun.



Sementara itu, tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) naik menjadi 2,82%.



Sedangkan, permodalan di sektor IKNB terjaga dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan Risk Based Capital (RBC) yang di atas threshold masing-masing sebesar 457,79% dan 311,16%.



Meskipun RBC dalam tren yang menurun, namun secara agregat RBC industri asuransi masih berada di atas threshold sebesar 120%.



&amp;ldquo;Begitu pula pada gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,17 kali, meskipun mengalami kenaikan namun jauh di bawah batas maksimum 10 kali,&amp;rdquo; pungkas Ogi.</content:encoded></item></channel></rss>
