<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asean-Jepang Percepat Aksi Target Perubahan Iklim</title><description>Asean-Jepang mempercepat aksi target perubahan iklim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2825869/asean-jepang-percepat-aksi-target-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2825869/asean-jepang-percepat-aksi-target-perubahan-iklim"/><item><title>Asean-Jepang Percepat Aksi Target Perubahan Iklim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2825869/asean-jepang-percepat-aksi-target-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2825869/asean-jepang-percepat-aksi-target-perubahan-iklim</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2023 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/06/320/2825869/asean-jepang-percepat-aksi-target-perubahan-iklim-uutBXfmAKT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asean-Jepang percepat aksi target perubahan iklim (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/06/320/2825869/asean-jepang-percepat-aksi-target-perubahan-iklim-uutBXfmAKT.jpg</image><title>Asean-Jepang percepat aksi target perubahan iklim (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Asean-Jepang mempercepat aksi target perubahan iklim. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC) bersama Japan External Trade Organization (JETRO).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua ASEAN BAC yang juga adalah Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dengan Chairman JETRO Ishiguro Norihiko dalam rangkaian Pembukaan ASEAN Japan Business Week 2023 (AJBW 2023) di Tokyo, Jepang.

BACA JUGA:
Gus Yahya Minta Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Gunakan Berbagai Perspektif


&amp;ldquo;MoU dimaksud untuk mempercepat proses transisi perusahaan-perusahaan di ASEAN untuk membantu perusahaan Jepang dalam mencapai target-target aksi perubahan Iklimnya,&amp;rdquo; kata Penanggung Jawab ASEAN Net Zero Hub Muhammad Yusrizki dilansir dari Antara, Selasa (6/6/2023).
Melalui MoU itu, kolaborasi kedua institusi ini tidak hanya menyangkut kerja sama dalam membuat pusat pengetahuan untuk perusahaan-perusahaan ASEAN tetapi juga melakukan langkah-langkah konkret dalam proses dekarbonisasi industri, khususnya dengan memberikan asistensi pada perusahaan-perusahaan untuk membuat rencana transisi yang kredibel dan pengenalan pada teknologi rendah karbon seperti efisiensi energi dan energi baru terbarukan (EBT).

BACA JUGA:
Antisipasi Perubahan Iklim, Gedung-Gedung di New York Pasang Penangkap Karbon


Selain itu, kedua institusi juga bersepakat untuk mengembangkan riset dan pengembangan jaringan serta &amp;ldquo;business matching&amp;rdquo; antara perusahaan Jepang dan perusahaan setiap negara ASEAN.
Masih dengan semangat tema &amp;ldquo;ASEAN Matter: Epicentrum of Growth&amp;rdquo;, kehadiran MoU ini diharapkan bisa diikuti oleh negara-negara mitra ASEAN lainnya, seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, Inggris, China, dan lain-lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMS8xLzE2NjM2OC81L3g4bDNzY20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan demikian, ASEAN akan tetap menjadi pusat pertumbuhan dunia di  tengah-tengah dinamika perubahan Iklim yang juga direspons oleh dunia  bisnis.
Yusrizki menyebut tanpa ada kawasan ASEAN yang &amp;lsquo;climate resilience&amp;rsquo;,  cita-cita ASEAN untuk menjadi Epicentrum of Growth akan sulit terwujud.
Banyak negara dan kawasan ekonomi di dunia sudah lebih dahulu  bergerak ke arah itu, misalnya Uni Eropa dengan kebijakan perdagangannya  yang disebut &amp;ldquo;Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM)&amp;rdquo; cepat akan  lambat memberikan dampak signifikan pada ekspor kawasan ASEAN ke Uni  Eropa.
&amp;ldquo;Kalau kita masih mau lihat ASEAN tetap melakukan perdagangan dengan  kawasan atau negara-negara partner-nya di masa depan,  pelaku usaha di  ASEAN harus bergerak ke arah yang sama, yaitu Net Zero Emission,&amp;rdquo; tegas  Yusrizki.
Ketua Kadin Net Zero Hub itu menerangkan, perubahan iklim yang sudah  menjadi tantangan global tidak luput dari perhatian Jepang dan ASEAN  dalam membangun kolaborasi guna menuju kawasan ASEAN yang rendah karbon.
&amp;ldquo;Keberlanjutan (sustainability) dan Net Zero adalah satu-satunya  jalan (pathway) bagi ASEAN untuk tetap tumbuh dan menjadi kekuatan  ekonomi ke depan di tengah-tengah disrupsi ekonomi akibat dari perubahan  iklim,&quot; katanya.
Yusrizki pun menyebut semua negara di ASEAN harus berkolaborasi untuk  membangun Ekosistem Net Zero Emission (NZE) di kawasan ini untuk dapat  membuat semua perusahaan di ASEAN memulai perjalanannya menjadi  perusahaan net zero sebagaimana arti penting pembentukan ASEAN Net Zero  Hub (NZH).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Asean-Jepang mempercepat aksi target perubahan iklim. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC) bersama Japan External Trade Organization (JETRO).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua ASEAN BAC yang juga adalah Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dengan Chairman JETRO Ishiguro Norihiko dalam rangkaian Pembukaan ASEAN Japan Business Week 2023 (AJBW 2023) di Tokyo, Jepang.

BACA JUGA:
Gus Yahya Minta Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Gunakan Berbagai Perspektif


&amp;ldquo;MoU dimaksud untuk mempercepat proses transisi perusahaan-perusahaan di ASEAN untuk membantu perusahaan Jepang dalam mencapai target-target aksi perubahan Iklimnya,&amp;rdquo; kata Penanggung Jawab ASEAN Net Zero Hub Muhammad Yusrizki dilansir dari Antara, Selasa (6/6/2023).
Melalui MoU itu, kolaborasi kedua institusi ini tidak hanya menyangkut kerja sama dalam membuat pusat pengetahuan untuk perusahaan-perusahaan ASEAN tetapi juga melakukan langkah-langkah konkret dalam proses dekarbonisasi industri, khususnya dengan memberikan asistensi pada perusahaan-perusahaan untuk membuat rencana transisi yang kredibel dan pengenalan pada teknologi rendah karbon seperti efisiensi energi dan energi baru terbarukan (EBT).

BACA JUGA:
Antisipasi Perubahan Iklim, Gedung-Gedung di New York Pasang Penangkap Karbon


Selain itu, kedua institusi juga bersepakat untuk mengembangkan riset dan pengembangan jaringan serta &amp;ldquo;business matching&amp;rdquo; antara perusahaan Jepang dan perusahaan setiap negara ASEAN.
Masih dengan semangat tema &amp;ldquo;ASEAN Matter: Epicentrum of Growth&amp;rdquo;, kehadiran MoU ini diharapkan bisa diikuti oleh negara-negara mitra ASEAN lainnya, seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, Inggris, China, dan lain-lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMS8xLzE2NjM2OC81L3g4bDNzY20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan demikian, ASEAN akan tetap menjadi pusat pertumbuhan dunia di  tengah-tengah dinamika perubahan Iklim yang juga direspons oleh dunia  bisnis.
Yusrizki menyebut tanpa ada kawasan ASEAN yang &amp;lsquo;climate resilience&amp;rsquo;,  cita-cita ASEAN untuk menjadi Epicentrum of Growth akan sulit terwujud.
Banyak negara dan kawasan ekonomi di dunia sudah lebih dahulu  bergerak ke arah itu, misalnya Uni Eropa dengan kebijakan perdagangannya  yang disebut &amp;ldquo;Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM)&amp;rdquo; cepat akan  lambat memberikan dampak signifikan pada ekspor kawasan ASEAN ke Uni  Eropa.
&amp;ldquo;Kalau kita masih mau lihat ASEAN tetap melakukan perdagangan dengan  kawasan atau negara-negara partner-nya di masa depan,  pelaku usaha di  ASEAN harus bergerak ke arah yang sama, yaitu Net Zero Emission,&amp;rdquo; tegas  Yusrizki.
Ketua Kadin Net Zero Hub itu menerangkan, perubahan iklim yang sudah  menjadi tantangan global tidak luput dari perhatian Jepang dan ASEAN  dalam membangun kolaborasi guna menuju kawasan ASEAN yang rendah karbon.
&amp;ldquo;Keberlanjutan (sustainability) dan Net Zero adalah satu-satunya  jalan (pathway) bagi ASEAN untuk tetap tumbuh dan menjadi kekuatan  ekonomi ke depan di tengah-tengah disrupsi ekonomi akibat dari perubahan  iklim,&quot; katanya.
Yusrizki pun menyebut semua negara di ASEAN harus berkolaborasi untuk  membangun Ekosistem Net Zero Emission (NZE) di kawasan ini untuk dapat  membuat semua perusahaan di ASEAN memulai perjalanannya menjadi  perusahaan net zero sebagaimana arti penting pembentukan ASEAN Net Zero  Hub (NZH).</content:encoded></item></channel></rss>
