<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aset BLBI Tak Laku Dilelang, Sri Mulyani: Kita Maksimalkan Manfaatnya</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui ada aset BLBI yang tidak laku dilelang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2826112/aset-blbi-tak-laku-dilelang-sri-mulyani-kita-maksimalkan-manfaatnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2826112/aset-blbi-tak-laku-dilelang-sri-mulyani-kita-maksimalkan-manfaatnya"/><item><title>Aset BLBI Tak Laku Dilelang, Sri Mulyani: Kita Maksimalkan Manfaatnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2826112/aset-blbi-tak-laku-dilelang-sri-mulyani-kita-maksimalkan-manfaatnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2826112/aset-blbi-tak-laku-dilelang-sri-mulyani-kita-maksimalkan-manfaatnya</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2023 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/06/320/2826112/aset-blbi-tak-laku-dilelang-sri-mulyani-kita-maksimalkan-manfaatnya-0ZLmZyUv3n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aset BLBI tak laku dijual (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/06/320/2826112/aset-blbi-tak-laku-dilelang-sri-mulyani-kita-maksimalkan-manfaatnya-0ZLmZyUv3n.jpg</image><title>Aset BLBI tak laku dijual (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui ada aset BLBI yang tidak laku dilelang. Dia pun memberikan tanggapannya soal aset BLBI yang tak laku-laku juga dilelang.
&quot;Pertama untuk aset-aset yang tidak laku dilelang, kalau kita ya maksimalkan manfaatnya ya,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers Serah Terima Aset Eks BLBI di Jakarta, Selasa (6/6/2023).

BACA JUGA:
Satgas BLBI Kantongi Aset Senilai Rp30,65 Triliun

Kemudian, kalau memang tidak terlihat bahwa seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) membutuhkan atau terlihat nyata pada saat ini, untuk memulihkan hak tagih dan kerugian negara yang lalu, memang idealnya aset itu dijual dan pihaknya menerima tunainya.

BACA JUGA:
Baru Dapat Rp30 Triliun, Sri Mulyani Minta Mahfud MD Ngegas Tagih Utang BLBI

Namun, dia mengatakan kalau jumlah, lokasi, maupun ukurannya tidak memungkinkan, tentunya ada mekanisme untuk bisa mengoptimalkan aset itu.
&quot;Hak-hak sipil tadi, kita berharap nanti akan memberikan suatu kepastian dalam engagement, jangan sampai nanti dalam persepsinya 'oh kalau pak Mahfud sama bu Menkeu tadi berharap targetnya 50%, berarti mereka nunggu 50% dari Rp110 triliun atau Rp50 triliunnya enggak akan ditagih juga'. Nggak begitu, jadi jangan sampai mereka salah terima,&quot; tegas Sri.


Untuk penindakannya, dia meminta kepada Kepolisian, Kejaksaan, dan  dari tempat Menkopolhukam Mahfud MD, kalau bisa diberikan pengumuman  siapa yang akan dicekal. Kemudian, paspornya bisa diambil oleh Ditjen  Administrasi Hukum Umum (AHU), dari Kemenkumham.
&quot;Ini akan memberikan suatu kepastian bagaimana kita melaksanakan, kita lihat dalam beberapa minggu ke depan,&quot; tambah Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui ada aset BLBI yang tidak laku dilelang. Dia pun memberikan tanggapannya soal aset BLBI yang tak laku-laku juga dilelang.
&quot;Pertama untuk aset-aset yang tidak laku dilelang, kalau kita ya maksimalkan manfaatnya ya,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers Serah Terima Aset Eks BLBI di Jakarta, Selasa (6/6/2023).

BACA JUGA:
Satgas BLBI Kantongi Aset Senilai Rp30,65 Triliun

Kemudian, kalau memang tidak terlihat bahwa seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) membutuhkan atau terlihat nyata pada saat ini, untuk memulihkan hak tagih dan kerugian negara yang lalu, memang idealnya aset itu dijual dan pihaknya menerima tunainya.

BACA JUGA:
Baru Dapat Rp30 Triliun, Sri Mulyani Minta Mahfud MD Ngegas Tagih Utang BLBI

Namun, dia mengatakan kalau jumlah, lokasi, maupun ukurannya tidak memungkinkan, tentunya ada mekanisme untuk bisa mengoptimalkan aset itu.
&quot;Hak-hak sipil tadi, kita berharap nanti akan memberikan suatu kepastian dalam engagement, jangan sampai nanti dalam persepsinya 'oh kalau pak Mahfud sama bu Menkeu tadi berharap targetnya 50%, berarti mereka nunggu 50% dari Rp110 triliun atau Rp50 triliunnya enggak akan ditagih juga'. Nggak begitu, jadi jangan sampai mereka salah terima,&quot; tegas Sri.


Untuk penindakannya, dia meminta kepada Kepolisian, Kejaksaan, dan  dari tempat Menkopolhukam Mahfud MD, kalau bisa diberikan pengumuman  siapa yang akan dicekal. Kemudian, paspornya bisa diambil oleh Ditjen  Administrasi Hukum Umum (AHU), dari Kemenkumham.
&quot;Ini akan memberikan suatu kepastian bagaimana kita melaksanakan, kita lihat dalam beberapa minggu ke depan,&quot; tambah Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
