<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Likuiditas Aman, OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 8,08% Jadi Rp6.464 Triliun</title><description>Kredit perbankan tumbuh 8,08% menjadi Rp6.464 triliun pada April 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2826216/likuiditas-aman-ojk-kredit-perbankan-tumbuh-8-08-jadi-rp6-464-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2826216/likuiditas-aman-ojk-kredit-perbankan-tumbuh-8-08-jadi-rp6-464-triliun"/><item><title>Likuiditas Aman, OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 8,08% Jadi Rp6.464 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2826216/likuiditas-aman-ojk-kredit-perbankan-tumbuh-8-08-jadi-rp6-464-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/320/2826216/likuiditas-aman-ojk-kredit-perbankan-tumbuh-8-08-jadi-rp6-464-triliun</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2023 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/06/320/2826216/likuiditas-aman-ojk-kredit-perbankan-tumbuh-8-08-jadi-rp6-464-triliun-1TO2wOw7rV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit perbankan tumbuh (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/06/320/2826216/likuiditas-aman-ojk-kredit-perbankan-tumbuh-8-08-jadi-rp6-464-triliun-1TO2wOw7rV.jpg</image><title>Kredit perbankan tumbuh (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kredit perbankan tumbuh 8,08% menjadi Rp6.464 triliun pada April 2023. Adapun, pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit modal kerja yang termoderasi menjadi 6,55% secara tahunan.
Secara month to month, kredit modal kerja dan konsumsi tumbuh masing-masing sebesar 0,555 dan 0,325, dengan kredit investasi terkontraksi 0,16%. Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada April 2023 tercatat menurun menjadi 6,82% secara tahunan menjadi Rp7.996 triliun, utamanya didorong penurunan pada tabungan.

BACA JUGA:
Beli Motor Listrik Bisa Kredit tapi Ada Syaratnya


&amp;ldquo;Likuiditas industri perbankan pada April 2023 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang terjaga,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae dalam &amp;lsquo;Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK&amp;rsquo;, Selasa (6/6/2023).
Dian merinci, rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing tercatat sebesar 118,25% dan 26,58%. Meskipun menurun, kata Dian, namun masih jauh di atas ambang batas ketentuan yang masing-masing sebesar 50% dan 10%.

BACA JUGA:
Kian Melambat, Kredit Perbankan Cuma Tumbuh 8,08% di April 2023


Di samping itu, risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,78% dan NPL gross sebesar 2,53%. Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 kembali mencatatkan penurunan sebesar Rp19,42 triliun menjadi Rp386 triliun dengan jumlah nasabah juga menurun menjadi 1,74 juta nasabah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lebih lanjut, risiko pasar juga menurun, ditinjau dari Posisi Devisa  Neto (PDN) yang tercatat sebesar 1,60%, jauh di bawah threshold 20%.  Sementara itu, permodalan perbankan masih berada di level yang solid  dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan sebesar 24,57%.
&amp;ldquo;OJK akan terus mendukung perbankan melalui langkah kebijakan yang  diperlukan, sehingga perbankan terus bertumbuh berkelanjutan namun tetap  prudent dalam aspek manajemen risiko,&amp;rdquo; pungkas Dian.</description><content:encoded>JAKARTA - Kredit perbankan tumbuh 8,08% menjadi Rp6.464 triliun pada April 2023. Adapun, pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit modal kerja yang termoderasi menjadi 6,55% secara tahunan.
Secara month to month, kredit modal kerja dan konsumsi tumbuh masing-masing sebesar 0,555 dan 0,325, dengan kredit investasi terkontraksi 0,16%. Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada April 2023 tercatat menurun menjadi 6,82% secara tahunan menjadi Rp7.996 triliun, utamanya didorong penurunan pada tabungan.

BACA JUGA:
Beli Motor Listrik Bisa Kredit tapi Ada Syaratnya


&amp;ldquo;Likuiditas industri perbankan pada April 2023 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang terjaga,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae dalam &amp;lsquo;Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK&amp;rsquo;, Selasa (6/6/2023).
Dian merinci, rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing tercatat sebesar 118,25% dan 26,58%. Meskipun menurun, kata Dian, namun masih jauh di atas ambang batas ketentuan yang masing-masing sebesar 50% dan 10%.

BACA JUGA:
Kian Melambat, Kredit Perbankan Cuma Tumbuh 8,08% di April 2023


Di samping itu, risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,78% dan NPL gross sebesar 2,53%. Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 kembali mencatatkan penurunan sebesar Rp19,42 triliun menjadi Rp386 triliun dengan jumlah nasabah juga menurun menjadi 1,74 juta nasabah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lebih lanjut, risiko pasar juga menurun, ditinjau dari Posisi Devisa  Neto (PDN) yang tercatat sebesar 1,60%, jauh di bawah threshold 20%.  Sementara itu, permodalan perbankan masih berada di level yang solid  dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan sebesar 24,57%.
&amp;ldquo;OJK akan terus mendukung perbankan melalui langkah kebijakan yang  diperlukan, sehingga perbankan terus bertumbuh berkelanjutan namun tetap  prudent dalam aspek manajemen risiko,&amp;rdquo; pungkas Dian.</content:encoded></item></channel></rss>
