<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Kaget! Wapres Sebut 7 dari 10 Sumber Air Rumah Tangga Tercemar Limbah</title><description>7 dari 10 sumber air rumah tangga tercemar limbah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/470/2825895/jangan-kaget-wapres-sebut-7-dari-10-sumber-air-rumah-tangga-tercemar-limbah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/470/2825895/jangan-kaget-wapres-sebut-7-dari-10-sumber-air-rumah-tangga-tercemar-limbah"/><item><title>Jangan Kaget! Wapres Sebut 7 dari 10 Sumber Air Rumah Tangga Tercemar Limbah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/470/2825895/jangan-kaget-wapres-sebut-7-dari-10-sumber-air-rumah-tangga-tercemar-limbah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/06/470/2825895/jangan-kaget-wapres-sebut-7-dari-10-sumber-air-rumah-tangga-tercemar-limbah</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2023 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/06/470/2825895/jangan-kaget-wapres-sebut-7-dari-10-sumber-air-rumah-tangga-tercemar-limbah-HHkF7JIHnO.png" expression="full" type="image/jpeg">Wapres soal Sumber Air Rumah Tangga Tercemar Limbah (Foto: Binti/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/06/470/2825895/jangan-kaget-wapres-sebut-7-dari-10-sumber-air-rumah-tangga-tercemar-limbah-HHkF7JIHnO.png</image><title>Wapres soal Sumber Air Rumah Tangga Tercemar Limbah (Foto: Binti/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa sebanyak 7 dari 10 sumber air rumah tangga tercemar limbah. Bahkan, kelangkaan air bersih dan sanitasi juga menyertai daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi.


&amp;ldquo;Data Kemenkes menyebutkan, sekitar 7 dari 10 sumber air rumah tangga tercemar limbah,&amp;rdquo; kata Wapres saat menghadiri Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2023, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (6/6/2023).

BACA JUGA:RI Bangun Instalasi Pengolahan Air Limbah Rp341,7 Miliar di KIT Batang&amp;nbsp;



&amp;ldquo;Kelangkaan air bersih dan sanitasi yang layak juga kerap menyertai daerah yang tingkat kemiskinan dan ketimpangannya tinggi. Jika kondisi ini tidak segera diubah, maka yang dikorbankan adalah generasi masa depan,&amp;rdquo; tambahnya.

Wapres menegaskan bahwa penyediaan air bersih serta sanitasi yang layak tidak dapat ditawar. Apalagi, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020 - 2024, pemerintah menargetkan 100% rumah tangga memiliki akses air minum layak pada 2024, termasuk 15% akses air minum aman, dan 30% akses air minum perpipaan.

BACA JUGA:Viral Penemuan Nisan Kuno di Proyek Pengolahan Air Limbah, Ini Penampakannya&amp;nbsp;





&amp;ldquo;Pada 2022, akses masyarakat ke sumber air minum layak mencapai 91%, akses air minum aman 11,8%, dan akses air minum perpipaan baru menjangkau 20,69%, sehingga masih terdapat celah yang signifikan dalam pencapaiannya,&amp;rdquo; kata Wapres.



Untuk sanitasi, Wapres mengatakan amanat RPJMN adalah terwujudnya 90% akses sanitasi layak, termasuk di dalamnya 15% rumah tangga memiliki akses sanitasi aman, dan penurunan angka defekasi di tempat terbuka hingga 0% pada akhir 2024.







&amp;ldquo;Pencapaian akses air minum dan sanitasi sesuai target RPJMN tersebut akan mendukung percepatan tujuan ke-6 pencapaian SDGs di tahun 2030, yakni air bersih dan sanitasi layak yang berkelanjutan bagi semua,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa sebanyak 7 dari 10 sumber air rumah tangga tercemar limbah. Bahkan, kelangkaan air bersih dan sanitasi juga menyertai daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi.


&amp;ldquo;Data Kemenkes menyebutkan, sekitar 7 dari 10 sumber air rumah tangga tercemar limbah,&amp;rdquo; kata Wapres saat menghadiri Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2023, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (6/6/2023).

BACA JUGA:RI Bangun Instalasi Pengolahan Air Limbah Rp341,7 Miliar di KIT Batang&amp;nbsp;



&amp;ldquo;Kelangkaan air bersih dan sanitasi yang layak juga kerap menyertai daerah yang tingkat kemiskinan dan ketimpangannya tinggi. Jika kondisi ini tidak segera diubah, maka yang dikorbankan adalah generasi masa depan,&amp;rdquo; tambahnya.

Wapres menegaskan bahwa penyediaan air bersih serta sanitasi yang layak tidak dapat ditawar. Apalagi, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020 - 2024, pemerintah menargetkan 100% rumah tangga memiliki akses air minum layak pada 2024, termasuk 15% akses air minum aman, dan 30% akses air minum perpipaan.

BACA JUGA:Viral Penemuan Nisan Kuno di Proyek Pengolahan Air Limbah, Ini Penampakannya&amp;nbsp;





&amp;ldquo;Pada 2022, akses masyarakat ke sumber air minum layak mencapai 91%, akses air minum aman 11,8%, dan akses air minum perpipaan baru menjangkau 20,69%, sehingga masih terdapat celah yang signifikan dalam pencapaiannya,&amp;rdquo; kata Wapres.



Untuk sanitasi, Wapres mengatakan amanat RPJMN adalah terwujudnya 90% akses sanitasi layak, termasuk di dalamnya 15% rumah tangga memiliki akses sanitasi aman, dan penurunan angka defekasi di tempat terbuka hingga 0% pada akhir 2024.







&amp;ldquo;Pencapaian akses air minum dan sanitasi sesuai target RPJMN tersebut akan mendukung percepatan tujuan ke-6 pencapaian SDGs di tahun 2030, yakni air bersih dan sanitasi layak yang berkelanjutan bagi semua,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
