<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KemenkopUKM dan BEI Dorong Pelaku UMKM Cari Modal di Pasar Saham</title><description>KemenkopUKM dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pelaku UMKM dan  koperasi mencari modal tambahan dengan mencatatkan sahamnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/278/2826556/kemenkopukm-dan-bei-dorong-pelaku-umkm-cari-modal-di-pasar-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/278/2826556/kemenkopukm-dan-bei-dorong-pelaku-umkm-cari-modal-di-pasar-saham"/><item><title>KemenkopUKM dan BEI Dorong Pelaku UMKM Cari Modal di Pasar Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/278/2826556/kemenkopukm-dan-bei-dorong-pelaku-umkm-cari-modal-di-pasar-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/278/2826556/kemenkopukm-dan-bei-dorong-pelaku-umkm-cari-modal-di-pasar-saham</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2023 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/278/2826556/kemenkopukm-dan-bei-dorong-pelaku-umkm-cari-modal-di-pasar-saham-fHXkzVtkzf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KemenkopUKM dan BEI dorong UMKM IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/278/2826556/kemenkopukm-dan-bei-dorong-pelaku-umkm-cari-modal-di-pasar-saham-fHXkzVtkzf.jpg</image><title>KemenkopUKM dan BEI dorong UMKM IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - KemenkopUKM dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pelaku UMKM dan koperasi mencari modal tambahan dengan mencatatkan sahamnya. Sejumlah skema pencatatan tengah dibicarakan, termasuk pembentukan holding/super-holding koperasi dan/atau UMKM.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Koperasi dan UMKM memerlukan agregasi bisnis untuk terhubung satu-sama lain. Melalui upaya ini, maka dapat memperkuat valuasi bisnis, sebelum akhirnya melepas sahamnya ke publik.

BACA JUGA:
Gudangnya Anak Muda Kreatif, Erick Thohir: UMKM Solo Sudah Sepantasnya Naik Kelas


&quot;Kalau di agregasi itu kan bisa terhubung, misalnya kayak warung-warung itu ada 3,5 juta (jumlahnya). Karena itu gede banget, nah ini yang akan kita lakukan (agregasi), apakah itu mungkin koperasi bentuknya, atau PT (perseroan terbatas),&quot; kata Teten saat ditemui di Gedung BEI, Rabu (7/5/2023).
Teten menuturkan bahwa selama ini UMKM secara organik-mandiri telah melakukan penawaran umum perdana di bursa. Salah satunya adalah induk dari bisnis Kebab Baba Rafi, yakni PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI).

BACA JUGA:
Cara KKP Naikkan Omzet UMKM Perikanan hingga Rp200 Juta/Bulan


Pihaknya mengapresiasi adanya Papan Akselerasi dan IDX Incubator yang memberikan pendampingan bisnis agar UMKM dapat naik kelas. Namun, ia mengharapkan adanya agregasi skala bisnis, selain agar mempermudah UKM masuk pasar modal, juga menambah jumlah emiten di papan akselerasi.
&quot;Kalau di inkubasi di bursa ini, mungkin nanti bisa banyak,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan kerja sama ini juga  merupakan bagian untuk mempromosikan agar UMKM dapat melantai di bursa.  Adapun BEI terbuka untuk menerima daftar UMKM yang telah disiapkan  KemenkopUKM untuk menuju IPO.
&quot;Kalau misalkan mereka sudah siap ya bisa langsung, tapi kalau belum  siap IDX punya inkubator, jadi kita siapkan mereka, sehingga bisa siap,  bisa masuk, jadi listnya dari kementerian, mana yang kira2 ready,&quot;  terang Iman.
Super-Holding Koperasi UMKM
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menambahkan  bahwa BEI terbuka apabila KemenkopUKM ingin memfasilitasi pembentukan  induk koperasi atau induk UMKM untuk kemudian masuk ke pasar modal.
&quot;Kalau misalnya ada koperasi yang didanai, terus nanti (ada)  holdingnya atau super-holding, maka itu (bisa) salah satunya,&quot; kata  Nyoman.
Namun, Nyoman mengharapkan bahwa yang paling utama sebelum memutuskan IPO adalah fundamental bisnis.
&quot;Yang penting itu fundamentalnya, bangun yang menarik, bisa  memberikan kontribusi bagi pemegang saham. Jadi kalau bisnisnya kecil,  jangan berkecil hati,&quot; tandas Nyoman.</description><content:encoded>JAKARTA - KemenkopUKM dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pelaku UMKM dan koperasi mencari modal tambahan dengan mencatatkan sahamnya. Sejumlah skema pencatatan tengah dibicarakan, termasuk pembentukan holding/super-holding koperasi dan/atau UMKM.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Koperasi dan UMKM memerlukan agregasi bisnis untuk terhubung satu-sama lain. Melalui upaya ini, maka dapat memperkuat valuasi bisnis, sebelum akhirnya melepas sahamnya ke publik.

BACA JUGA:
Gudangnya Anak Muda Kreatif, Erick Thohir: UMKM Solo Sudah Sepantasnya Naik Kelas


&quot;Kalau di agregasi itu kan bisa terhubung, misalnya kayak warung-warung itu ada 3,5 juta (jumlahnya). Karena itu gede banget, nah ini yang akan kita lakukan (agregasi), apakah itu mungkin koperasi bentuknya, atau PT (perseroan terbatas),&quot; kata Teten saat ditemui di Gedung BEI, Rabu (7/5/2023).
Teten menuturkan bahwa selama ini UMKM secara organik-mandiri telah melakukan penawaran umum perdana di bursa. Salah satunya adalah induk dari bisnis Kebab Baba Rafi, yakni PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI).

BACA JUGA:
Cara KKP Naikkan Omzet UMKM Perikanan hingga Rp200 Juta/Bulan


Pihaknya mengapresiasi adanya Papan Akselerasi dan IDX Incubator yang memberikan pendampingan bisnis agar UMKM dapat naik kelas. Namun, ia mengharapkan adanya agregasi skala bisnis, selain agar mempermudah UKM masuk pasar modal, juga menambah jumlah emiten di papan akselerasi.
&quot;Kalau di inkubasi di bursa ini, mungkin nanti bisa banyak,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan kerja sama ini juga  merupakan bagian untuk mempromosikan agar UMKM dapat melantai di bursa.  Adapun BEI terbuka untuk menerima daftar UMKM yang telah disiapkan  KemenkopUKM untuk menuju IPO.
&quot;Kalau misalkan mereka sudah siap ya bisa langsung, tapi kalau belum  siap IDX punya inkubator, jadi kita siapkan mereka, sehingga bisa siap,  bisa masuk, jadi listnya dari kementerian, mana yang kira2 ready,&quot;  terang Iman.
Super-Holding Koperasi UMKM
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menambahkan  bahwa BEI terbuka apabila KemenkopUKM ingin memfasilitasi pembentukan  induk koperasi atau induk UMKM untuk kemudian masuk ke pasar modal.
&quot;Kalau misalnya ada koperasi yang didanai, terus nanti (ada)  holdingnya atau super-holding, maka itu (bisa) salah satunya,&quot; kata  Nyoman.
Namun, Nyoman mengharapkan bahwa yang paling utama sebelum memutuskan IPO adalah fundamental bisnis.
&quot;Yang penting itu fundamentalnya, bangun yang menarik, bisa  memberikan kontribusi bagi pemegang saham. Jadi kalau bisnisnya kecil,  jangan berkecil hati,&quot; tandas Nyoman.</content:encoded></item></channel></rss>
