<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Dunia Ramal Prospek Ekonomi Global yang Suram di 2023</title><description>Ekonomi dunia kemungkinan akan melambat secara tajam tahun ini, ditunggangi oleh suku bunga tinggi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826570/bank-dunia-ramal-prospek-ekonomi-global-yang-suram-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826570/bank-dunia-ramal-prospek-ekonomi-global-yang-suram-di-2023"/><item><title>Bank Dunia Ramal Prospek Ekonomi Global yang Suram di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826570/bank-dunia-ramal-prospek-ekonomi-global-yang-suram-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826570/bank-dunia-ramal-prospek-ekonomi-global-yang-suram-di-2023</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2023 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/320/2826570/bank-dunia-ramal-prospek-ekonomi-global-yang-suram-di-2023-GrumjRqEXx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Dunia (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/320/2826570/bank-dunia-ramal-prospek-ekonomi-global-yang-suram-di-2023-GrumjRqEXx.jpg</image><title>Ekonomi Dunia (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi dunia kemungkinan akan melambat secara tajam tahun ini, ditunggangi oleh suku bunga tinggi, dampak dari invasi Rusia ke Ukraina, dan dampak yang tersisa dari pandemi virus corona.
Prospek terbaru dari Bank Dunia, menaksir ekonomi internasional akan tumbuh hanya 2,1 persen setelah tumbuh 3,1 persen pada 2022.

BACA JUGA:
Menko Luhut Ungkap 4 Agenda Besar Indonesia Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Berbicara kepada para reporter Selasa, Indermit Gill, ekonom utama Bank Dunia, menyebut temuan terbaru ini sebuah laporan suram lainnya. Bank Dunia, katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Meramalkan perlambatan tahun lalu yang tajam akan berlangsung terus tahun ini. Pada akhir tahun depan, sepertiga dari dunia berkembang tidak akan mencapai pendapatan per kapita pada tingkat 2019,&amp;rdquo; katanya dikutip VOA Indonesia, Rabu (7/6/2023).

BACA JUGA:
Menhub Minta Rp4,1 Triliun ke Sri Mulyani

Meskipun demikian, laporan Global Prospek Ekonomi terbaru ini menandai peningkatan dari ramalan Bank Dunia sebelumnya pada Januari.Taksiran itu membayangkan pertumbuhan dunia hanya mencapai 1,7% tahun ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi dunia kemungkinan akan melambat secara tajam tahun ini, ditunggangi oleh suku bunga tinggi, dampak dari invasi Rusia ke Ukraina, dan dampak yang tersisa dari pandemi virus corona.
Prospek terbaru dari Bank Dunia, menaksir ekonomi internasional akan tumbuh hanya 2,1 persen setelah tumbuh 3,1 persen pada 2022.

BACA JUGA:
Menko Luhut Ungkap 4 Agenda Besar Indonesia Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Berbicara kepada para reporter Selasa, Indermit Gill, ekonom utama Bank Dunia, menyebut temuan terbaru ini sebuah laporan suram lainnya. Bank Dunia, katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Meramalkan perlambatan tahun lalu yang tajam akan berlangsung terus tahun ini. Pada akhir tahun depan, sepertiga dari dunia berkembang tidak akan mencapai pendapatan per kapita pada tingkat 2019,&amp;rdquo; katanya dikutip VOA Indonesia, Rabu (7/6/2023).

BACA JUGA:
Menhub Minta Rp4,1 Triliun ke Sri Mulyani

Meskipun demikian, laporan Global Prospek Ekonomi terbaru ini menandai peningkatan dari ramalan Bank Dunia sebelumnya pada Januari.Taksiran itu membayangkan pertumbuhan dunia hanya mencapai 1,7% tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
