<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seluruh Tol Waskita Karya Dijual, Wamen BUMN: Butuh Waktu Bisa Laku</title><description>Sejumlah ruas tol milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk belum memiliki  nilai keekonomian yang tinggi bila harus dijual ke investor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826718/seluruh-tol-waskita-karya-dijual-wamen-bumn-butuh-waktu-bisa-laku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826718/seluruh-tol-waskita-karya-dijual-wamen-bumn-butuh-waktu-bisa-laku"/><item><title>Seluruh Tol Waskita Karya Dijual, Wamen BUMN: Butuh Waktu Bisa Laku</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826718/seluruh-tol-waskita-karya-dijual-wamen-bumn-butuh-waktu-bisa-laku</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826718/seluruh-tol-waskita-karya-dijual-wamen-bumn-butuh-waktu-bisa-laku</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2023 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/320/2826718/seluruh-tol-waskita-karya-dijual-wamen-bumn-butuh-waktu-bisa-laku-1thKVIO6gH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan tol waskita karya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/320/2826718/seluruh-tol-waskita-karya-dijual-wamen-bumn-butuh-waktu-bisa-laku-1thKVIO6gH.jpg</image><title>Jalan tol waskita karya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah ruas tol milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk belum memiliki nilai keekonomian yang tinggi bila harus dijual ke investor. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut internal rate of return (IRR) atau tingkat efisiensi dari beberapa ruas jalan tol milik emiten bersandi saham WSKT itu masih sangat rendah.
Untuk itu, perusahaan membutuhkan waktu lama untuk menaikan internal rate of return-nya agar bisa dilirik investor.

BACA JUGA:
3 Segmen Pembangunan Jalan Tol di Kawasan IKN, Ini Daftarnya


&quot;Itu akan lama, karena jujur aja IRR rendah, kalau diselesaikan butuh waktu lama untuk capai keekonomian,&quot; ungkap Tiko saat ditemui wartawan, Rabu (7/6/2023).
Total tol yang rencananya dilepaskan ke pasar mencapai 20 ruas. Tiko mengatakan dari jumlah itu, sembilan ruas diantaranya sudah didivestasi. Sedangkan, dalam waktu dekat Waskita bakal melego tiga ruas lagi, termasuk Tol Pemalang &amp;ndash; Batang.

BACA JUGA:
Daftar Jalan Tol yang Beroperasi di Indonesia Bagian Timur


&quot;Kan pada puncaknya itu 20 tol, kita sudah divestasi sembilan, kita ada tiga lagi, termasuk Pemalang Batang dan lainnya, saya lupa rinciannya,&quot; ucapnya.
Dia sebelumnya membocorkan tiga ruas tol yang dijual WSKT diantaranya Tol Kayu Agung - Palembang - Betung (Kapal Betung), Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Tol Becakayu), dan Tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar (KLBM).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC80LzE2NTkyNC81L3g4a3I4NnA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Perkaranya, ruas-ruas tol tersebut memberatkan neraca keuangan emiten  BUMN Karya itu. Padahal, pemerintah sudah menyuntik APBN dengan nominal  triliunan Rupiah agar WSKT bisa merampungkan pengerjaan proyek  strategis nasional (PSN) di sektor jalan tersebut.
Misalnya, anggaran yang dicairkan negara untuk mengerjakan Tol Kapal  Betung mencapai Rp 17 triliun. Lalu, Tol Becakayu dan Tol  Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dengan total investasi yang bersumber dari  APBN sebesar Rp 3 triliun.
&quot;Memang ada tiga yang berat, tol Kapal Betung, itu paling berat  karena itu gambut, kita sudah taruh uang Rp 17 triliun di situ, belum  selesai juga. Kemudian, Tol Becakayu dan Bocimi Rp 3 triliun, itu  prioritas diselesaikan,&quot; katanya.
Ketidakmampuan Waskita Karya menuntaskan pekerjaan jalan tol membuat  pemerintah akan mengalihkan proyek itu ke PT Hutama Karya (Persero).  Saat ini pemegang saham masih menunggu diterbitkannya payung hukum  berupa Peraturan Presiden (Perpres) terkait penugasan baru ke Hutama  Karya.
&quot;Nanti akan kita kasih Hutama Karya, nanti keluarkan lagi Perpres baru untuk penugasan baru ke Hutama Karya,&quot; tutur Tiko.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah ruas tol milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk belum memiliki nilai keekonomian yang tinggi bila harus dijual ke investor. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut internal rate of return (IRR) atau tingkat efisiensi dari beberapa ruas jalan tol milik emiten bersandi saham WSKT itu masih sangat rendah.
Untuk itu, perusahaan membutuhkan waktu lama untuk menaikan internal rate of return-nya agar bisa dilirik investor.

BACA JUGA:
3 Segmen Pembangunan Jalan Tol di Kawasan IKN, Ini Daftarnya


&quot;Itu akan lama, karena jujur aja IRR rendah, kalau diselesaikan butuh waktu lama untuk capai keekonomian,&quot; ungkap Tiko saat ditemui wartawan, Rabu (7/6/2023).
Total tol yang rencananya dilepaskan ke pasar mencapai 20 ruas. Tiko mengatakan dari jumlah itu, sembilan ruas diantaranya sudah didivestasi. Sedangkan, dalam waktu dekat Waskita bakal melego tiga ruas lagi, termasuk Tol Pemalang &amp;ndash; Batang.

BACA JUGA:
Daftar Jalan Tol yang Beroperasi di Indonesia Bagian Timur


&quot;Kan pada puncaknya itu 20 tol, kita sudah divestasi sembilan, kita ada tiga lagi, termasuk Pemalang Batang dan lainnya, saya lupa rinciannya,&quot; ucapnya.
Dia sebelumnya membocorkan tiga ruas tol yang dijual WSKT diantaranya Tol Kayu Agung - Palembang - Betung (Kapal Betung), Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Tol Becakayu), dan Tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar (KLBM).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC80LzE2NTkyNC81L3g4a3I4NnA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Perkaranya, ruas-ruas tol tersebut memberatkan neraca keuangan emiten  BUMN Karya itu. Padahal, pemerintah sudah menyuntik APBN dengan nominal  triliunan Rupiah agar WSKT bisa merampungkan pengerjaan proyek  strategis nasional (PSN) di sektor jalan tersebut.
Misalnya, anggaran yang dicairkan negara untuk mengerjakan Tol Kapal  Betung mencapai Rp 17 triliun. Lalu, Tol Becakayu dan Tol  Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dengan total investasi yang bersumber dari  APBN sebesar Rp 3 triliun.
&quot;Memang ada tiga yang berat, tol Kapal Betung, itu paling berat  karena itu gambut, kita sudah taruh uang Rp 17 triliun di situ, belum  selesai juga. Kemudian, Tol Becakayu dan Bocimi Rp 3 triliun, itu  prioritas diselesaikan,&quot; katanya.
Ketidakmampuan Waskita Karya menuntaskan pekerjaan jalan tol membuat  pemerintah akan mengalihkan proyek itu ke PT Hutama Karya (Persero).  Saat ini pemegang saham masih menunggu diterbitkannya payung hukum  berupa Peraturan Presiden (Perpres) terkait penugasan baru ke Hutama  Karya.
&quot;Nanti akan kita kasih Hutama Karya, nanti keluarkan lagi Perpres baru untuk penugasan baru ke Hutama Karya,&quot; tutur Tiko.</content:encoded></item></channel></rss>
