<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Rp14.878/USD</title><description>Nilai tukar rupiah melemah 18 point di level Rp14.878 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Rabu (7/6/2023).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826814/dolar-as-perkasa-rupiah-melemah-ke-rp14-878-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826814/dolar-as-perkasa-rupiah-melemah-ke-rp14-878-usd"/><item><title>Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Rp14.878/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826814/dolar-as-perkasa-rupiah-melemah-ke-rp14-878-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826814/dolar-as-perkasa-rupiah-melemah-ke-rp14-878-usd</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2023 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/320/2826814/dolar-as-perkasa-rupiah-melemah-ke-rp14-878-usd-VNR60uRUbN.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/320/2826814/dolar-as-perkasa-rupiah-melemah-ke-rp14-878-usd-VNR60uRUbN.JPG</image><title>Rupiah. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah melemah 18 point di level Rp14.878 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Rabu (7/6/2023).

Menurut Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah ini didorong oleh sikap pelaku usaha yang khawatir adanya dampak perlambatan ekonomi global ke domestik. Meskipun, sektor manufaktur Indonesia secara konsisten mengalami ekspansi dalam 21 bulan berturut-turut pada Mei 2023 yaitu di level 50,3.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp14.600-Rp15.100/USD di 2024

&quot;Ekspansi aktivitas manufaktur terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi serta aktivitas pembelian input. Namun demikian, pelaku usaha tampaknya mulai mengantisipasi transmisi dampak perlambatan ekonomi global ke domestik,&quot; ujar Ibrahim dalam rilis hariannya.

Oleh karena itu, menurutnya, perkembangan pertumbuhan permintaan domestik yang berkelanjutan perlu terus dijaga untuk mendukung aktivitas sektor manufaktur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ternyata Begini Proses Pembuatan Uang Kertas Rupiah

Selain itu, kata Ibrahim, tren inflasi yang terus membaik perlu terus dijaga untuk mendukung daya beli masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Pemerintah juga akan terus mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi global serta menjaga optimisme dunia usaha,&quot; ucapnya.



Di samping itu, dia memprediksi, untuk perdagangan besok, Kamis (8/5/2023) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.850- Rp14.920.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah melemah 18 point di level Rp14.878 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Rabu (7/6/2023).

Menurut Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah ini didorong oleh sikap pelaku usaha yang khawatir adanya dampak perlambatan ekonomi global ke domestik. Meskipun, sektor manufaktur Indonesia secara konsisten mengalami ekspansi dalam 21 bulan berturut-turut pada Mei 2023 yaitu di level 50,3.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp14.600-Rp15.100/USD di 2024

&quot;Ekspansi aktivitas manufaktur terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi serta aktivitas pembelian input. Namun demikian, pelaku usaha tampaknya mulai mengantisipasi transmisi dampak perlambatan ekonomi global ke domestik,&quot; ujar Ibrahim dalam rilis hariannya.

Oleh karena itu, menurutnya, perkembangan pertumbuhan permintaan domestik yang berkelanjutan perlu terus dijaga untuk mendukung aktivitas sektor manufaktur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ternyata Begini Proses Pembuatan Uang Kertas Rupiah

Selain itu, kata Ibrahim, tren inflasi yang terus membaik perlu terus dijaga untuk mendukung daya beli masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Pemerintah juga akan terus mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi global serta menjaga optimisme dunia usaha,&quot; ucapnya.



Di samping itu, dia memprediksi, untuk perdagangan besok, Kamis (8/5/2023) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.850- Rp14.920.</content:encoded></item></channel></rss>
