<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti Isu Perubahan Iklim, Menko Airlangga Dorong Kebijakan Energi Hijau Terbarukan</title><description>Ekonomi global masih menghadapi sejumlah tantangan salah satunya isu perubahan iklim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826878/soroti-isu-perubahan-iklim-menko-airlangga-dorong-kebijakan-energi-hijau-terbarukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826878/soroti-isu-perubahan-iklim-menko-airlangga-dorong-kebijakan-energi-hijau-terbarukan"/><item><title>Soroti Isu Perubahan Iklim, Menko Airlangga Dorong Kebijakan Energi Hijau Terbarukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826878/soroti-isu-perubahan-iklim-menko-airlangga-dorong-kebijakan-energi-hijau-terbarukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/320/2826878/soroti-isu-perubahan-iklim-menko-airlangga-dorong-kebijakan-energi-hijau-terbarukan</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2023 17:54 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/320/2826878/soroti-isu-perubahan-iklim-menko-airlangga-dorong-kebijakan-energi-hijau-terbarukan-MeKvvJsi2T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga soroti isu perubahan iklim (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/320/2826878/soroti-isu-perubahan-iklim-menko-airlangga-dorong-kebijakan-energi-hijau-terbarukan-MeKvvJsi2T.jpg</image><title>Menko Airlangga soroti isu perubahan iklim (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi global masih menghadapi sejumlah tantangan salah satunya isu perubahan iklim. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah perlu mengambil kebijakan yang sejalan dengan energi hijau terbarukan.
&amp;ldquo;Dalam upaya memajukan sektor industri manufaktur, kita tetap harus memperhatikan risiko global untuk jangka menengah panjang yaitu salah satunya isu perubahan iklim. Telah dilakukan berbagai cara untuk mengingatkan publik dan pengambil kebijakan terkait dibutuhkannya pembiayaan untuk energi hijau terbarukan ini,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Rabu (8/6/2023).

BACA JUGA:
Asean-Jepang Percepat Aksi Target Perubahan Iklim


Realisasi investasi pada sektor industri di triwulan pertama 2023 berhasil mencatatkan nilai sebesar Rp139,9 triliun atau meningkat sebesar 42,5% (yoy). Hal ini harus dipacu lebih tinggi lagi, karena merupakan salah satu cara untuk membantu Indonesia bisa keluar dari middle income trap. &amp;ldquo;Peran sektor industri harus terus ditingkatkan dari 18%-19% saat ini menjadi di atas 25% dalam 5-10 tahun ke depan,&amp;rdquo; jelas Menko Airlangga.
Di tengah konflik geopolitik yang relatif menyebabkan peningkatan penggunaan energi fosil, Indonesia tetap menunjukkan komitmen untuk meningkatkan target Nationally Determined Contribution (NDC) per 23 September 2022. Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 31,89% (dari sebelumnya 29%) dengan kemampuan sendiri atau 43,20% (dari sebelumnya 41%) dengan bantuan internasional pada 2030.

BACA JUGA:
Gus Yahya Minta Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Gunakan Berbagai Perspektif


&amp;ldquo;Untuk mencapai target Enhanced NDC pada 2030, Indonesia secara kontinyu memperkuat kolaborasi sektor swasta dan mendorong pembiayaan yang kreatif dan inovatif. Indonesia membentuk Indonesia Investment Authority dan sekarang telah mendapatkan investasi mencapai US$25 miliar, kemudian ada Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Indonesia, serta SDG Indonesia One untuk mencari dan membuka proyek investasi, terutama di sektor energi, pertanian, transportasi, dan lingkungan, yang akan menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi masa depan yang lebih hijau,&amp;rdquo; papar Menko Airlangga.
Selain itu, UU Cipta Kerja juga mereformasi beberapa peraturan untuk menarik lebih banyak investasi sektor swasta di sektor energi hijau dan biru, dengan tetap memperhatikan dimensi lingkungan dan sosial.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy80LzE2MDczMy81L3g4ajZtbXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Indonesia akan segera meluncurkan Comprehensive Investment Plan  senilai US$20 miliar yang dikomitmenkan oleh G7 plus Norwegia, Denmark,  dan Uni Eropa untuk memungkinkan transisi sektor ketenagalistrikan di  Indonesia. Sementara itu, APBN juga memprioritaskan proyek-proyek untuk  mengatasi perubahan iklim dan mendorong kegiatan ramah iklim. Untuk  memastikannya Pemerintah menerapkan mekanisme Climate Budget Tagging di  tingkat nasional dan daerah yang mampu melacak alokasi anggaran  perubahan iklim, serta menyajikan data kegiatan dan hasilnya,&amp;rdquo; ucap  Menko Airlangga.
Pemerintah juga terus mengakselerasi ekonomi berbasis industri hijau  melalui efisiensi sumber daya alam dan penerapan ekonomi sirkular,  pemanfaatan energi alternatif seperti biofuel, dan refuse derived fuel  (RDF) atau bahan bakar yang dihasilkan dari berbagai jenis limbah.  Selain itu, pembangunan ekosistem kendaraan listrik juga terus  diakselerasi dengan memberikan insentif dari sisi permintaan untuk  mempercepat sektor industri ramah lingkungan yang mampu mengurangi emisi  CO2 dan konsumsi bahan bakar fosil.
&amp;ldquo;Tahun ini kita sudah menjalankan B35 dan ini adalah yang tertinggi  dibandingkan negara lain. Bahkan negara tropis lain seperti Brasil baru  menerapkan Etanol 20, dan biofuel mereka baru 20%,&amp;rdquo; pungkas Menko  Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi global masih menghadapi sejumlah tantangan salah satunya isu perubahan iklim. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah perlu mengambil kebijakan yang sejalan dengan energi hijau terbarukan.
&amp;ldquo;Dalam upaya memajukan sektor industri manufaktur, kita tetap harus memperhatikan risiko global untuk jangka menengah panjang yaitu salah satunya isu perubahan iklim. Telah dilakukan berbagai cara untuk mengingatkan publik dan pengambil kebijakan terkait dibutuhkannya pembiayaan untuk energi hijau terbarukan ini,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Rabu (8/6/2023).

BACA JUGA:
Asean-Jepang Percepat Aksi Target Perubahan Iklim


Realisasi investasi pada sektor industri di triwulan pertama 2023 berhasil mencatatkan nilai sebesar Rp139,9 triliun atau meningkat sebesar 42,5% (yoy). Hal ini harus dipacu lebih tinggi lagi, karena merupakan salah satu cara untuk membantu Indonesia bisa keluar dari middle income trap. &amp;ldquo;Peran sektor industri harus terus ditingkatkan dari 18%-19% saat ini menjadi di atas 25% dalam 5-10 tahun ke depan,&amp;rdquo; jelas Menko Airlangga.
Di tengah konflik geopolitik yang relatif menyebabkan peningkatan penggunaan energi fosil, Indonesia tetap menunjukkan komitmen untuk meningkatkan target Nationally Determined Contribution (NDC) per 23 September 2022. Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 31,89% (dari sebelumnya 29%) dengan kemampuan sendiri atau 43,20% (dari sebelumnya 41%) dengan bantuan internasional pada 2030.

BACA JUGA:
Gus Yahya Minta Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Gunakan Berbagai Perspektif


&amp;ldquo;Untuk mencapai target Enhanced NDC pada 2030, Indonesia secara kontinyu memperkuat kolaborasi sektor swasta dan mendorong pembiayaan yang kreatif dan inovatif. Indonesia membentuk Indonesia Investment Authority dan sekarang telah mendapatkan investasi mencapai US$25 miliar, kemudian ada Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Indonesia, serta SDG Indonesia One untuk mencari dan membuka proyek investasi, terutama di sektor energi, pertanian, transportasi, dan lingkungan, yang akan menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi masa depan yang lebih hijau,&amp;rdquo; papar Menko Airlangga.
Selain itu, UU Cipta Kerja juga mereformasi beberapa peraturan untuk menarik lebih banyak investasi sektor swasta di sektor energi hijau dan biru, dengan tetap memperhatikan dimensi lingkungan dan sosial.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy80LzE2MDczMy81L3g4ajZtbXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Indonesia akan segera meluncurkan Comprehensive Investment Plan  senilai US$20 miliar yang dikomitmenkan oleh G7 plus Norwegia, Denmark,  dan Uni Eropa untuk memungkinkan transisi sektor ketenagalistrikan di  Indonesia. Sementara itu, APBN juga memprioritaskan proyek-proyek untuk  mengatasi perubahan iklim dan mendorong kegiatan ramah iklim. Untuk  memastikannya Pemerintah menerapkan mekanisme Climate Budget Tagging di  tingkat nasional dan daerah yang mampu melacak alokasi anggaran  perubahan iklim, serta menyajikan data kegiatan dan hasilnya,&amp;rdquo; ucap  Menko Airlangga.
Pemerintah juga terus mengakselerasi ekonomi berbasis industri hijau  melalui efisiensi sumber daya alam dan penerapan ekonomi sirkular,  pemanfaatan energi alternatif seperti biofuel, dan refuse derived fuel  (RDF) atau bahan bakar yang dihasilkan dari berbagai jenis limbah.  Selain itu, pembangunan ekosistem kendaraan listrik juga terus  diakselerasi dengan memberikan insentif dari sisi permintaan untuk  mempercepat sektor industri ramah lingkungan yang mampu mengurangi emisi  CO2 dan konsumsi bahan bakar fosil.
&amp;ldquo;Tahun ini kita sudah menjalankan B35 dan ini adalah yang tertinggi  dibandingkan negara lain. Bahkan negara tropis lain seperti Brasil baru  menerapkan Etanol 20, dan biofuel mereka baru 20%,&amp;rdquo; pungkas Menko  Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
