<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Keiichi Shibahara, Merawat Lansia Kini Jadi Orang Terkaya Berharta Rp25,3 Triliun</title><description>Ini kisah Keiichi Shibahara yang menjadi miliarder setelah membantu para lansia selama pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/455/2826620/kisah-keiichi-shibahara-merawat-lansia-kini-jadi-orang-terkaya-berharta-rp25-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/455/2826620/kisah-keiichi-shibahara-merawat-lansia-kini-jadi-orang-terkaya-berharta-rp25-3-triliun"/><item><title>Kisah Keiichi Shibahara, Merawat Lansia Kini Jadi Orang Terkaya Berharta Rp25,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/455/2826620/kisah-keiichi-shibahara-merawat-lansia-kini-jadi-orang-terkaya-berharta-rp25-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/07/455/2826620/kisah-keiichi-shibahara-merawat-lansia-kini-jadi-orang-terkaya-berharta-rp25-3-triliun</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2023 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/455/2826620/kisah-keiichi-shibahara-merawat-lansia-kini-jadi-orang-terkaya-berharta-rp25-3-triliun-HR4FLo4rxt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah Keiichi Shibahara Miliarder Jepang (Foto: Forbes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/455/2826620/kisah-keiichi-shibahara-merawat-lansia-kini-jadi-orang-terkaya-berharta-rp25-3-triliun-HR4FLo4rxt.jpg</image><title>Kisah Keiichi Shibahara Miliarder Jepang (Foto: Forbes)</title></images><description>JAKARTA - Ini kisah Keiichi Shibahara yang menjadi miliarder setelah membantu para lansia selama pandemi Covid-19. Diketahui pria ini berusia 58 tahun itu telah mengantongi kekayaan bersih mencapai USD 1,7 Miliar atau setara dengan Rp25,3 Triliun.
Siapa kah sosok pria kaya raya yang membantu lansia semasa pandemi covid-19? Ini kisahnya.

BACA JUGA:
Daftar Terbaru 10 Orang Terkaya di Dunia, Bos LV Peringkat Pertama


Keiichi Shibahara merupakan seorang CEO Amvis Holdings Inc. yang membuat dirinya menjadi orang kaya baru karena telah merawat para lansia.
Selama covid -19 rumah sakit di Jepang fokus merawat pasien Covid-19, sehingga banyak orang lanjut usia (lansia) di sana memilih pergi ke panti jompo untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

BACA JUGA:
10 Provinsi Terkaya di Indonesia, Juaranya Punya Pendapatan Rp77,45 Triliun


Keadaan tersebut tentu memberi keuntungan kepada pendiri perusahaan yang menawarkan layanan homecare, dukungan keamanan media, rehabilitasi dan layanan serupa lainnya yakni, Amvis Holdings Inc.
Saham perusahaan tersebut mendapati lonjakan lebih dari dua kali lipat sejak Agustus 2020 dan menguat pendiri dan CEO Amvis Holdings Inc Keiichi Shibahara menjadi miliarder. Dengan demikian kepemilikan saham Amvis sebanyak 77%. Pria berusia 58 tahun saat ini mengantongi kekayaan bersih mencapai Rp25,3 Triliun.
Amvis telah mengoperasikan 41 panti jompo swasta seluruh di Jepang, dengan lainnya dalam masa proses pembangunan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Amvis adalah perusahaan pertama di Jepang yang mendirikan model  bisnis hospice dan telah berkembang pesat menjadi perusahaan terkemuka  di industri home healthcare dan perawatan,&quot; kata Shibahara dikutip dari  Forbes.
Hospice care dikenal sebagai perawatan paliatif, yang telah  menawarkan klien atau pasien stadium terminal atau sakit parah pada  lingkungan yang aman dan penuh perhatian.
Sementara itu, Amvis didirikan pada tahun 2013 setahun setelah  pemerintah Jepang menerapkan kebijakan perawatan berbasis rumah, di mana  orang-orang dengan penyakit kronis atau disabilitas didorong untuk  menerima perawatan di rumah untuk mengurangi beban di rumah sakit.
Menurut Japan Times, proporsi orang berusia 65 tahun atau lebih si  Jepang adalah yang tertinggi di dunia, sekitar 28,7% dari total populasi  negara itu.
&quot;Di Jepang, perubahan kebijakan pemerintah memaksa orang dengan  kanker stadium akhir atau mereka yang menggunakan ventilator untuk  dipulangkan dari rumah sakit ke rumah mereka. Situasi ini dipercepat  oleh fakta bahwa rumah sakit sibuk menangani pasien yang terinfeksi  Covid-19, dan pasien ini berbondong-bondong ke fasilitas yang  dioperasikan oleh Amvis,&quot; katanya.
Pada awal Agustus lalu, karena jumlah kasus Covid-19 di Jepang  meningkat, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengumumkan kebijakan  untuk membatasi rawat inap pasien virus Corona di rumah sakit hanya pada  kasus yang paling serius.
Adapun kinerja keuangan Amvis yang berakhir September 2020 melesat.  Pendapatan Amvis meningkat lebih dari 71% menjadi 9,2 miliar yen dari  tahun sebelumnya, sementara laba berlipat ganda menjadi 1,2 miliar yen.  Dari Oktober 2020 hingga 31 Maret 2021, pendapatan dan laba  masing-masing melonjak 66% dan 108% dibandingkan tahun sebelumnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ini kisah Keiichi Shibahara yang menjadi miliarder setelah membantu para lansia selama pandemi Covid-19. Diketahui pria ini berusia 58 tahun itu telah mengantongi kekayaan bersih mencapai USD 1,7 Miliar atau setara dengan Rp25,3 Triliun.
Siapa kah sosok pria kaya raya yang membantu lansia semasa pandemi covid-19? Ini kisahnya.

BACA JUGA:
Daftar Terbaru 10 Orang Terkaya di Dunia, Bos LV Peringkat Pertama


Keiichi Shibahara merupakan seorang CEO Amvis Holdings Inc. yang membuat dirinya menjadi orang kaya baru karena telah merawat para lansia.
Selama covid -19 rumah sakit di Jepang fokus merawat pasien Covid-19, sehingga banyak orang lanjut usia (lansia) di sana memilih pergi ke panti jompo untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

BACA JUGA:
10 Provinsi Terkaya di Indonesia, Juaranya Punya Pendapatan Rp77,45 Triliun


Keadaan tersebut tentu memberi keuntungan kepada pendiri perusahaan yang menawarkan layanan homecare, dukungan keamanan media, rehabilitasi dan layanan serupa lainnya yakni, Amvis Holdings Inc.
Saham perusahaan tersebut mendapati lonjakan lebih dari dua kali lipat sejak Agustus 2020 dan menguat pendiri dan CEO Amvis Holdings Inc Keiichi Shibahara menjadi miliarder. Dengan demikian kepemilikan saham Amvis sebanyak 77%. Pria berusia 58 tahun saat ini mengantongi kekayaan bersih mencapai Rp25,3 Triliun.
Amvis telah mengoperasikan 41 panti jompo swasta seluruh di Jepang, dengan lainnya dalam masa proses pembangunan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Amvis adalah perusahaan pertama di Jepang yang mendirikan model  bisnis hospice dan telah berkembang pesat menjadi perusahaan terkemuka  di industri home healthcare dan perawatan,&quot; kata Shibahara dikutip dari  Forbes.
Hospice care dikenal sebagai perawatan paliatif, yang telah  menawarkan klien atau pasien stadium terminal atau sakit parah pada  lingkungan yang aman dan penuh perhatian.
Sementara itu, Amvis didirikan pada tahun 2013 setahun setelah  pemerintah Jepang menerapkan kebijakan perawatan berbasis rumah, di mana  orang-orang dengan penyakit kronis atau disabilitas didorong untuk  menerima perawatan di rumah untuk mengurangi beban di rumah sakit.
Menurut Japan Times, proporsi orang berusia 65 tahun atau lebih si  Jepang adalah yang tertinggi di dunia, sekitar 28,7% dari total populasi  negara itu.
&quot;Di Jepang, perubahan kebijakan pemerintah memaksa orang dengan  kanker stadium akhir atau mereka yang menggunakan ventilator untuk  dipulangkan dari rumah sakit ke rumah mereka. Situasi ini dipercepat  oleh fakta bahwa rumah sakit sibuk menangani pasien yang terinfeksi  Covid-19, dan pasien ini berbondong-bondong ke fasilitas yang  dioperasikan oleh Amvis,&quot; katanya.
Pada awal Agustus lalu, karena jumlah kasus Covid-19 di Jepang  meningkat, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengumumkan kebijakan  untuk membatasi rawat inap pasien virus Corona di rumah sakit hanya pada  kasus yang paling serius.
Adapun kinerja keuangan Amvis yang berakhir September 2020 melesat.  Pendapatan Amvis meningkat lebih dari 71% menjadi 9,2 miliar yen dari  tahun sebelumnya, sementara laba berlipat ganda menjadi 1,2 miliar yen.  Dari Oktober 2020 hingga 31 Maret 2021, pendapatan dan laba  masing-masing melonjak 66% dan 108% dibandingkan tahun sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
