<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI 2024 Dipangkas, Sri Mulyani Singgung Kondisi Global Tak Baik-Baik Saja</title><description>Sri Mulyani mengatakan penurunan batas bawah asumsi dasar pertumbuhan ekonomi untuk pembicaraan pendahuluan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/08/320/2827328/ekonomi-ri-2024-dipangkas-sri-mulyani-singgung-kondisi-global-tak-baik-baik-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/08/320/2827328/ekonomi-ri-2024-dipangkas-sri-mulyani-singgung-kondisi-global-tak-baik-baik-saja"/><item><title>Ekonomi RI 2024 Dipangkas, Sri Mulyani Singgung Kondisi Global Tak Baik-Baik Saja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/08/320/2827328/ekonomi-ri-2024-dipangkas-sri-mulyani-singgung-kondisi-global-tak-baik-baik-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/08/320/2827328/ekonomi-ri-2024-dipangkas-sri-mulyani-singgung-kondisi-global-tak-baik-baik-saja</guid><pubDate>Kamis 08 Juni 2023 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/08/320/2827328/ekonomi-ri-2024-dipangkas-sri-mulyani-singgung-kondisi-global-tak-baik-baik-saja-Ol2TRrgHwj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/08/320/2827328/ekonomi-ri-2024-dipangkas-sri-mulyani-singgung-kondisi-global-tak-baik-baik-saja-Ol2TRrgHwj.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan penurunan batas bawah asumsi dasar pertumbuhan ekonomi untuk pembicaraan pendahuluan pada penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2024 merefleksikan kemungkinan peningkatan risiko global.
Adapun dalam kesepakatan bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), asumsi dasar pertumbuhan ekonomi ditetapkan dalam rentang 5,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) sampai 5,7% (yoy), menurun dari kisaran 5,3% (yoy) hingga 5,7% (yoy) pada Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN Tahun 2024 yang disampaikan pemerintah sebelumnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2024, Ini Alasannya

&quot;Batas bawah yang menurun menurut saya itu merefleksikan risiko yang meningkat,&quot; kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, yang dikutip Antara, Kamis (8/6/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan demikian, ia menyebutkan angka tersebut sudah sesuai dengan asesmen dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, yang melihat risiko dari global mungkin akan meningkat.

BACA JUGA:
Diizinkan Sri Mulyani, Menteri PUPR Dapat Anggaran Rp6,7 Triliun

Selain itu, hal tersebut juga seusai dengan asesmen beberapa lembaga global yang menggambarkan perekonomian dunia kemungkinan akan melemah di semester kedua tahun 2023 dan berlanjut pada tahun 2024.&quot;Jadi memang baik untuk membuat batas bawahnya diturunkan dari 5,3 persen (yoy) menjadi 5,1% (yoy),&quot; ucap dia.
Selain target pertumbuhan ekonomi, asumsi dasar nilai tukar rupiah pun sepakat diubah dari Rp14.500 per dolar AS hingga Rp15.300 per dolar AS menjadi Rp14.700 per dolar AS hingga Rp15.200 per dolar AS.
Sri Mulyani menuturkan, perubahan tersebut seiring dengan kinerja ekspor Indonesia dan aliran modal asing saat ini.
Sementara untuk asumsi dasar ekonomi makro lainnya seperti inflasi dan tingkat suku bunga surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun disepakati masing-masing 1,5% (yoy) sampai 3,5% (yoy) dan 6,49% sampai 6,91%, tidak berubah dari KEM PPKF RAPBN Tahun 2024.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan penurunan batas bawah asumsi dasar pertumbuhan ekonomi untuk pembicaraan pendahuluan pada penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2024 merefleksikan kemungkinan peningkatan risiko global.
Adapun dalam kesepakatan bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), asumsi dasar pertumbuhan ekonomi ditetapkan dalam rentang 5,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) sampai 5,7% (yoy), menurun dari kisaran 5,3% (yoy) hingga 5,7% (yoy) pada Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN Tahun 2024 yang disampaikan pemerintah sebelumnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2024, Ini Alasannya

&quot;Batas bawah yang menurun menurut saya itu merefleksikan risiko yang meningkat,&quot; kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, yang dikutip Antara, Kamis (8/6/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan demikian, ia menyebutkan angka tersebut sudah sesuai dengan asesmen dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, yang melihat risiko dari global mungkin akan meningkat.

BACA JUGA:
Diizinkan Sri Mulyani, Menteri PUPR Dapat Anggaran Rp6,7 Triliun

Selain itu, hal tersebut juga seusai dengan asesmen beberapa lembaga global yang menggambarkan perekonomian dunia kemungkinan akan melemah di semester kedua tahun 2023 dan berlanjut pada tahun 2024.&quot;Jadi memang baik untuk membuat batas bawahnya diturunkan dari 5,3 persen (yoy) menjadi 5,1% (yoy),&quot; ucap dia.
Selain target pertumbuhan ekonomi, asumsi dasar nilai tukar rupiah pun sepakat diubah dari Rp14.500 per dolar AS hingga Rp15.300 per dolar AS menjadi Rp14.700 per dolar AS hingga Rp15.200 per dolar AS.
Sri Mulyani menuturkan, perubahan tersebut seiring dengan kinerja ekspor Indonesia dan aliran modal asing saat ini.
Sementara untuk asumsi dasar ekonomi makro lainnya seperti inflasi dan tingkat suku bunga surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun disepakati masing-masing 1,5% (yoy) sampai 3,5% (yoy) dan 6,49% sampai 6,91%, tidak berubah dari KEM PPKF RAPBN Tahun 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
