<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fintech Disebut Pegang Peran Penting Bantu UMKM Akses Modal   </title><description>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/08/320/2827475/fintech-disebut-pegang-peran-penting-bantu-umkm-akses-modal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/08/320/2827475/fintech-disebut-pegang-peran-penting-bantu-umkm-akses-modal"/><item><title>Fintech Disebut Pegang Peran Penting Bantu UMKM Akses Modal   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/08/320/2827475/fintech-disebut-pegang-peran-penting-bantu-umkm-akses-modal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/08/320/2827475/fintech-disebut-pegang-peran-penting-bantu-umkm-akses-modal</guid><pubDate>Kamis 08 Juni 2023 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/08/320/2827475/fintech-disebut-pegang-peran-penting-bantu-umkm-akses-modal-3YnFADVgq4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UMKM. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/08/320/2827475/fintech-disebut-pegang-peran-penting-bantu-umkm-akses-modal-3YnFADVgq4.jpg</image><title>UMKM. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Pasalnya sebanyak 97% pekerja di Indonesia dipekerjakan oleh UMKM.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banyak UMKM Antre IPO di Bursa Efek untuk Naik Kelas

Diketahui ada lebih dari 19 juta UMKM yang berekspansi dan beralih ke bisnis pasar digital.

Namun masih banyak UMKM yang sulit mendapatkan akses ke perbankan untuk pinjaman modal bisnis mereka.

Chief Wealth Management Officer KoinWorks, Jonathan Bryan mengatakan di Indonesia sendiri UMKM membutuhkan pinjaman sampai USD90 miliar tapi tidak bisa mendapatkan akses pinjaman di bank untuk berkembang.

&amp;ldquo;Di Indonesia financing gap masih sangat besar. Ada lebih dari USD90 miliar, tapi gak bisa dapat pinjaman di Indonesia,&quot; ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/6/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KemenkopUKM dan BEI Dorong Pelaku UMKM Cari Modal di Pasar Saham

Tak hanya itu, hambatan ini juga dari kesenjangan gender di mana sekitar 65% pebisnis wanita sulit untuk memajukan atau mengembangkan bisnisnya.

Adapun saat ini keuangan dan sistem pembayaran digital telah terbukti membantu meningkatkan pertumbuhan UMKM.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yNC8yLzE2MzI5Ny81L3g4ajVlZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun pemerintah menargetkan untuk mendigitalisasi 30 juta UMKM pada 2024.



Karena itu sangat dibutuhkan kolaborasi yang inovatif untuk mewujudkan kemajuan ekonomi Indonesia.



Dengan adanya industri fintech, melalui platform fintech tersebut bekerja sama dengan pemerintah serta digital platform untuk memudahkan UMKM dalam mengakses keuangan.



Serta mengetahui pertumbuhan UMKM dan perkembangannya di Indonesia dalam memajukan pertumbuhan ekonomi.</description><content:encoded>JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Pasalnya sebanyak 97% pekerja di Indonesia dipekerjakan oleh UMKM.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banyak UMKM Antre IPO di Bursa Efek untuk Naik Kelas

Diketahui ada lebih dari 19 juta UMKM yang berekspansi dan beralih ke bisnis pasar digital.

Namun masih banyak UMKM yang sulit mendapatkan akses ke perbankan untuk pinjaman modal bisnis mereka.

Chief Wealth Management Officer KoinWorks, Jonathan Bryan mengatakan di Indonesia sendiri UMKM membutuhkan pinjaman sampai USD90 miliar tapi tidak bisa mendapatkan akses pinjaman di bank untuk berkembang.

&amp;ldquo;Di Indonesia financing gap masih sangat besar. Ada lebih dari USD90 miliar, tapi gak bisa dapat pinjaman di Indonesia,&quot; ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/6/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KemenkopUKM dan BEI Dorong Pelaku UMKM Cari Modal di Pasar Saham

Tak hanya itu, hambatan ini juga dari kesenjangan gender di mana sekitar 65% pebisnis wanita sulit untuk memajukan atau mengembangkan bisnisnya.

Adapun saat ini keuangan dan sistem pembayaran digital telah terbukti membantu meningkatkan pertumbuhan UMKM.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yNC8yLzE2MzI5Ny81L3g4ajVlZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun pemerintah menargetkan untuk mendigitalisasi 30 juta UMKM pada 2024.



Karena itu sangat dibutuhkan kolaborasi yang inovatif untuk mewujudkan kemajuan ekonomi Indonesia.



Dengan adanya industri fintech, melalui platform fintech tersebut bekerja sama dengan pemerintah serta digital platform untuk memudahkan UMKM dalam mengakses keuangan.



Serta mengetahui pertumbuhan UMKM dan perkembangannya di Indonesia dalam memajukan pertumbuhan ekonomi.</content:encoded></item></channel></rss>
