<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Klaim Pengangguran Tinggi, Indeks Dolar Anjlok</title><description>Indeks dolar AS anjlok terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2827725/klaim-pengangguran-tinggi-indeks-dolar-anjlok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2827725/klaim-pengangguran-tinggi-indeks-dolar-anjlok"/><item><title>Klaim Pengangguran Tinggi, Indeks Dolar Anjlok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2827725/klaim-pengangguran-tinggi-indeks-dolar-anjlok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2827725/klaim-pengangguran-tinggi-indeks-dolar-anjlok</guid><pubDate>Jum'at 09 Juni 2023 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2827725/klaim-pengangguran-tinggi-indeks-dolar-anjlok-dy4RZhcfFp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2827725/klaim-pengangguran-tinggi-indeks-dolar-anjlok-dy4RZhcfFp.jpg</image><title>Indeks Dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS anjlok terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar melemah karena klaim pengangguran Amerika pekan lalu melonjak lebih dari yang diperkirakan ke level tertinggi sejak 2021.
Melansir Antara, Jumat (9/6/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, merosot 0,71% menjadi 103,347 pada akhir perdagangan.

BACA JUGA:
Indeks Dolar AS Melemah karena Data Perdagangan AS Defisit


Data yang dirilis Kamis (8/6/2023) oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal untuk pekan yang berakhir 3 Juni melonjak 28.000 menjadi 261.000, jauh di atas rata-rata sebelum pandemi 2019 sebesar 218.000. Ini menandai level tertinggi untuk klaim pengangguran sejak Oktober 2021.
&quot;Peningkatan berkelanjutan dalam klaim pengangguran mingguan dari siklus terendah tahun lalu bermakna, dengan jelas menggambarkan kondisi yang melemah,&quot; kata Jim Baird, kepala investasi di Plante Moran Financial Advisors.

BACA JUGA:
Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Rp14.878/USD


&quot;Itu berita menggembirakan bagi pembuat kebijakan Fed yang telah mencari bukti bahwa kenaikan suku bunga agresif tahun lalu berdampak,&quot; tambah Baird.
Meskipun tidak dianggap sebagai indikator utama setiap minggu dalam pengambilan keputusan Fed, klaim pengangguran minggu ini akan menjadi salah satu poin data ekonomi terakhir untuk Federal Reserve menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dimulai Selasa (13/6/2023) depan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pada Kamis (8/6/2023) sore, pasar memperkirakan peluang 71% bahwa Fed  menghentikan kampanye kenaikan suku bunga historisnya pada pertemuan  itu, menurut alat CME FedWatch.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan cepat mundur  kembali dengan imbal hasil 2 tahun sempat turun di bawah 4,5%.
Pekan depan kemungkinan akan tetap relatif sepi karena pasar  mengantisipasi indeks harga konsumen AS minggu depan dan pengumuman FOMC  yang pasti akan menimbulkan beberapa volatilitas.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0779 dari  USD1,0703 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2555  dari USD1,2441 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 138,9410 yen Jepang, lebih rendah dari 140,0830 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8992 franc Swiss  dari 0,9095 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3359 dolar Kanada dari  1,3371 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,8011 krona Swedia dari  10,8915 krona Swedia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS anjlok terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar melemah karena klaim pengangguran Amerika pekan lalu melonjak lebih dari yang diperkirakan ke level tertinggi sejak 2021.
Melansir Antara, Jumat (9/6/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, merosot 0,71% menjadi 103,347 pada akhir perdagangan.

BACA JUGA:
Indeks Dolar AS Melemah karena Data Perdagangan AS Defisit


Data yang dirilis Kamis (8/6/2023) oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal untuk pekan yang berakhir 3 Juni melonjak 28.000 menjadi 261.000, jauh di atas rata-rata sebelum pandemi 2019 sebesar 218.000. Ini menandai level tertinggi untuk klaim pengangguran sejak Oktober 2021.
&quot;Peningkatan berkelanjutan dalam klaim pengangguran mingguan dari siklus terendah tahun lalu bermakna, dengan jelas menggambarkan kondisi yang melemah,&quot; kata Jim Baird, kepala investasi di Plante Moran Financial Advisors.

BACA JUGA:
Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Rp14.878/USD


&quot;Itu berita menggembirakan bagi pembuat kebijakan Fed yang telah mencari bukti bahwa kenaikan suku bunga agresif tahun lalu berdampak,&quot; tambah Baird.
Meskipun tidak dianggap sebagai indikator utama setiap minggu dalam pengambilan keputusan Fed, klaim pengangguran minggu ini akan menjadi salah satu poin data ekonomi terakhir untuk Federal Reserve menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dimulai Selasa (13/6/2023) depan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pada Kamis (8/6/2023) sore, pasar memperkirakan peluang 71% bahwa Fed  menghentikan kampanye kenaikan suku bunga historisnya pada pertemuan  itu, menurut alat CME FedWatch.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan cepat mundur  kembali dengan imbal hasil 2 tahun sempat turun di bawah 4,5%.
Pekan depan kemungkinan akan tetap relatif sepi karena pasar  mengantisipasi indeks harga konsumen AS minggu depan dan pengumuman FOMC  yang pasti akan menimbulkan beberapa volatilitas.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0779 dari  USD1,0703 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2555  dari USD1,2441 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 138,9410 yen Jepang, lebih rendah dari 140,0830 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8992 franc Swiss  dari 0,9095 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3359 dolar Kanada dari  1,3371 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,8011 krona Swedia dari  10,8915 krona Swedia.</content:encoded></item></channel></rss>
